Mengenal TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 10 November 2017 12:02
Mengenal TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Kiprahnya di dunia pendidikan dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan tak dapat disepelekan.

Dream - Presiden Joko Widodo menetapkan Tuan Guru Kiai Haji (TGKH) Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sebagai Pahlawan Nasional pada Kamis, 9 November 2017.

Zainuddin merupakan ulama besar asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang kiprah dan perjuangannya mengisi kemerdekaan tidak bisa dikesampingkan.

Zainuddin lahir di Kampung Bermi, Pancor, Lombok Timur pada 1898. Ayahnya seorang ulama terkemuka dan pejuang bernama TGH Abdul Madjid. Sebetulnya, Zainudin memiliki nama kecil Muhammad Saggaf.

Dalam catatan Nahdlatul Wathan, sekembalinya ibadah haji, nama kecil itu diganti menjadi Haji Muhammad Zainuddin. Nama tersebut diberikan sang ayah karena ingin Saggaf memiliki akhlak seperti ulama besar di Masjidil Haram, Syekh Muhammad Zainuddin Serawak.

Karena kecerdasannya di bidang agama, Zainuddin dapat melanjutkan studi agamanya hingga ke Arab Saudi. Di sana, dia didampingi ibundanya Hajjah Halimatus Sa'diyah. Hingga akhir hayatnya, Halimatus selalu berdoa untuk Zainuddin.

" Mudah-mudahan engkau mendapat ilmu yang barokah," kata Halimatus.

...

1 dari 3 halaman

Mendirikan Madrasah di Lombok

Dream - Setamatnya dari Madrasah Shaulatiyah di Mekah, Zainuddin kembali ke Lombok. Dia mendirikan Pesantren Al Mujahidin pada 1934.

Tiga tahun kemudian, Zainuddin mendirikan Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) yang dikhususkan untuk para pria.

Pada 21 April 1943, Zainuddin mendirikan Madrasah Nahdlatul Banat Diniah Islamiyah (NBDI) yang dikhususkan untuk para perempuan.

Kedua madrasah ini merupakan madrasah pertama di Pulau Lombok yang terus berkembang dan merupakan cikal bakal dari semua madrasah di bawah naungan Organisasi Massa (Ormas) Nahdlatul Wathan.

Hingga 1997, lembaga-lembaga pendidikan yang dikelola Nahdlatul Wathan telah berjumlah 747 buah. Mulai tingkat taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi.

Lembaga pendidikan tersebut tersebar di hampir seluruh Indonesia. Di kalangan santri dia mendapat julukan Maulana Syekh.

 (ism)

2 dari 3 halaman

Melawan Penjajah

Dream - Tak hanya berkiprah di bidang agama dan pendidikan semata, Zainuddin memanfaatkan madrasah NWDI dan NBDI sebagai pusat pergerakan perjuangan kemerdekaan.

Di sana, para pejuang digembleng untuk mengusir penjajah Belanda. Secara khusus, bersama guru-guru madrasah NWDI-NBDI, Zainuddin membentuk gerakan bernama “ Gerakan Al Mujahidin”.

Gerakan Al Mujahidin ini bergabung dengan gerakan-gerakan rakyat lainnya di Pulau Lombok untuk membela dan mempertahankan kemerdekaan dan keutuhan Bangsa Indonesia.

Puncaknya, pada tanggal 7 Juli 1946 TGH. Muhammad Faizal Abdul Madjid, adik kandung Zainuddin memimpin penyerbuan tanksi militer NICA di Selong, Lombok Timur. Sayangnya, penyerbuan itu menyebabkan Faizal dan dua santri NWDI gugur. (ism)

3 dari 3 halaman

Pandangan Sejarawan

Dream - Sejarawan Anhar Gonggong memiliki penilaian yang lebih pada Zainuddin. Baginya, Zainuddin mampu mendidik dan membentuk karakter bangsa dan masyarakat.

Kepedulian yang tinggi melawan kebodohan inilah yang dimaknai sebagai nilai kepahlawanan penting.

" Maulana Syaikh berhasil membangun dan menciptakan manusia yang tidak hanya beragama, tetapi juga berakal budi dan cinta Tanah Air. Itulah nilai- nilai kepahlawanan yang paling utama," kata Anhar kepada Biro Humas Protokol Pemprov NTB, Kamis, 9 November 2017.

Pria yang menjabat Wakil Ketua Tim Pengkaji dan Peniliti Gelar Nasional (TP2GN) mengatakan, dengan ditetapkannya Zainuddin sebagai Pahlawan Nasional, ada hikmah yang harus diteladani.

Generasi muda Indonesia dan NTB, kata dia, harus memperkuat dan menyiapkan diri di bidang pendidikan dan mampu bekerja sama untuk menghadapi tantangan global.

" Jika hanya bersaing dan tidak mampu bekerja sama, bagaimana mungkin bisa mencapai hasil yang maksimal," ucap Anhar. (ism)

Beri Komentar