Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Zeynep Fadillioglu (mimaristil.com)
Dream - Zeynep Fadillioglu adalah perempuan pertama yang mengarsiteki sebuah masjid. Karyanya yang terkenal adalah Masjid Sakirin di Istanbul, Turki yang dibuka pada 2009.
Tidak hanya Masjid Sakirin, perempuan asli Turki ini juga menjadi arsitek bagi dua masjid di Doha, Qatar yang dibuka pada 2010.
Setiap merancang masjid, Fadillioglu selalu berkonsultasi dengan para ulama setempat. Namun terlepas dari agama apapun, menurut Fadillioglu, bangunan keagamaan memiliki satu ciri khusus, yakni mampu menghadirkan ketenangan.
" Saya kira ketika Anda melangkah masuk masjid, seperti bangunan keagamaan lainnya, Anda meninggalkan segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia luar di pintu masuk," kata perempuan 59 tahun ini.
Saat merancang bangunan suci seperti masjid, Fadillioglu ingin setiap orang yang beribadah merasakan kebesaran Illahi. " Di bawah kubahnya yang besar Anda akan merasa rendah hati," kata Fadillioglu tentang Masjid Sakirin.
Masjid itu didirikan oleh keluarga Turki kaya dan dibangun di salah satu pemakaman tertua di Istanbul. " Pada saat yang sama, untuk menghadirkan nuansa religi yang dalam, cahaya juga berperan."

Tidak menggunakan tembok sebagai pembatas, Masjid Sakirin memiliki banyak jendela yang dibingkai oleh frame metal yang rumit sehingga cahaya bisa masuk dengan leluasa. " (Cahaya-cahaya itu) Membelai Anda seperti ayat-ayat Alquran," kata Fadillioglu.
" Setiap bagian yang saya rancang di dalam masjid memiliki hubungan dengan tradisi."
Menurut tradisi, jamaah perempuan dan laki-laki dipisahkan. Area untuk jamaah perempuan biasanya berukuran lebih kecil dari jamaah laki-laki.
Untuk itulah, dalam merancang Masjid Sakirin, Fadillioglu menempatkan area untuk jamaah perempuan di bagian paling indah di dalam masjid.
" Saya menempatkan area itu di atas balkon, karena selama beribadah, perempuan berada di belakang laki-laki," katanya.
" Tapi saya membuat balkon tersebut area yang paling indah, dengan 'tetesan' sinar lampu kristal yang jatuh di depan dan mereka bisa melihat ke arah mimbar dengan leluasa." (Ism)
© Dream
Dream - Lahir dan besar di Istanbul, sebuah kota percampuran antara Eropa dan Asia, Fadillioglu dipengaruhi oleh kekayaan bangunan modern dan tradisional.
Meskipun memuji keahlian arsitek masjid-masjid dari era Ottoman, Fadillioglu juga merasa 'bosan' dengan bangunan masjid yang bernuansa gelap dan sempit.
" Sebuah masjid tidak selalu diperuntukan bagi orang-orang tertentu atau dikaitkan dengan area tertentu. Tapi harus bisa digunakan oleh semua orang dan setiap orang. Mungkin itu orang muslim asing, atau bahkan pengunjung non-muslim yang ingin melihat-lihat keindahan masjid."
Ketika tidak mendapat job untuk mendesain tempat ibadah, Fadillioglu ternyata sudah merancang segala sesuatu mulai dari restoran di London, toko ritel di New York, hingga yang paling terbaru furnitur buatannya sendiri.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya