5 Pemicu Kembung Menyiksa Setelah Berhubungan Intim

Reporter : Mutia Nugraheni
Minggu, 27 November 2022 16:40
5 Pemicu Kembung Menyiksa Setelah Berhubungan Intim
Pada beberapa perempuan, hubungan intim terkadang jadi hal yang dihindari karena efek yang muncul setelahnya.

Dream - Berhubungan intim merupakan kebutuhan bagi para pasangan yang sudah menikah. Bukan hanya demi mendapatkan buah hati, berhubungan seks bisa menguatkan ikatan emosional dan fisik.

Sayangnya, pada beberapa perempuan, hubungan intim terkadang jadi hal yang dihindari karena efek yang muncul setelahnya. Rasa kembung hebat dan menyiksa, rupanya kerap dikeluhkan para istri setelah bercinta.

Lantas, apakah sebenarnya yang menyebabkan rasa kembung tersebut? Mungkin kamu juga mengalaminya.

Rahim Retrofleksi
Bagi wanita yang memiliki rahim retrofleksi atau rahim terbalik, organ tersebut bisa bergerak ketika berhubungan seks, yang akhirnya melakukan kontak dengan organ lain di sekitarnya. Hal ini yang dapat menimbulkan rasa kembung atau nyeri. Untuk mengetahui apakah kamu memiliki rahim retrofleksi, sebaiknya mengunjungi dokter dan melakukan pemeriksaan panggul.

1 dari 6 halaman

Ketidakseimbangan Bakteri

Penyebab lain dari kembung setelah berhubungan intim adalah ketidakseimbangan atau pertumbuhan bakteri alami berlebih di vagina. Hal ini dapat menyebabkan masalah seperti infeksi jamur dan vaginosis bakteri.

Jenis infeksi tersebut dapat dipicu oleh air mani di vagina atau pelumas dengan bahan atau pemanis buatan. Untuk mengatasinya, konsumsi makanan probiotik atau fermentasi seperti kimchi, yogurt, untuk menjaga bakteri vagina tetap sehat dan seimbang. Selain itu, hindari air mani masuk ke dalam vagina dan hindari pemakaian pelumas yang menggunakan bahan buatan.

2 dari 6 halaman

Siklus Menstruasi

Hormon dapat menyebabkan banyak perubahan dalam tubuh. Jika melakukan hubungan seks di sekitar waktu siklus menstruasi, mungkin itulah penyebab kembung setelah berhubungan intim.

Masalah Pencernaan
Jika kamu memiliki riwayat masalah pencernaan yang melibatkan usus seperti sembelit, sindrom iritasi usus besar (IBS), atau gangguan pencernaan – kondisi ini bisa memicu rasa kembung setelah berhubungan intim.

Untuk meredakan rasa kembung, hindari makanan yang cenderung membuat orang kembung seperti kacang-kacangan sebelum melakukan hubungan intim. Selain itu, direkomendasi untuk mengonsumsi jahe untuk mengurangi nyeri bergas dan kembung.

Alergi Lateks Kondom
Melakukan hubungan intim dengan kondom juga dapat menyebabkan kondisi kembung, terutama jika orang yang memiliki alergi terhadap lateks. Gejala alergi lateks lainnya yang mungkin timbul meliputi gatal, kulit kemerahan, ruam, atau bahkan batuk pilek, bersin, dan tenggorokan gatal.

 

Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita/ Sumber: PopSugar

3 dari 6 halaman

Fakta-fakta Soal Nyeri Berhubungan Intim Setelah Melahirkan

Dream – Bagi para ibu yang baru saja melahirkan akan mengalami nifas selama sekitar 40 hari. Setelah darah nifas berhenti, ibu baru bisa melakukan hubungan intim. Sayangnya, beberapa ibu malah menghindarinya.

Hubungan intim setelah melahirkan memang sedikit menimbulkan kekhawatiran. Baik bagi ibu yang melahirkan secara normal maupun menajalani operasi caesar. Pasalnya, luka persalinan masih terasa.

Hubungan intim memang bisa memicu munculnya rasa nyeri. Istilah medis untuk nyeri selama hubungan seks yaitu dispareunia. Dispareunia setelah melahirkan merupakan kondisi yang cukup umum.

Enam bulan pasca persalinan, seseorang masih mengalami ketidaknyamanan dengan penetrasi. Dibutuhkan komunikasi dengan pasangan hubungan intim bisa kembali nyaman dilakukan

" Kita tidak harus puas dengan seks pasca melahirkan yang menyakitkan. Dengan pengetahuan, alat, dan konsultasi yang tepat, ibu dapat memiliki seks pasca melahirkan sesuai dengan yang diinginkan," kata Krystyna Holland, DPT, seorang dokter terapi.

Holland menjelaskan ada tiga alasan umum utama yang membuat hubungan intim terasa sakit setelah persalinan. Apa saja?

4 dari 6 halaman

Perubahan jaringan otot

Hamil berdampak pada kondisi dan fungsi jaringan panggul, termasuk otot-otot dasar. Keluarnya bayi juga memberi tekanan baru pada jaringan otot. Saat melahirkan otot panggul juga mengalami peregangan ekstrem, termasuk saat operasi caesar karena mengalami sayatan lapis demi lapis.

Otot dasar panggul menjadi alasan utama membuat seks yang menyakitkan. Otot tersebut seperti 'tempat tidur gantung' di bagian bawah panggul, serta memiliki berbagai pekerjaan penting. Ketika jaringan termasuk kulit dan otot terganggu, terluka, atau bahkan terpotong, jaringan tersebut butuh waktu untuk pulih. Semasa pemulihan rasa nyeri akan kerap muncul.

 

 

5 dari 6 halaman

Perubahan hormon

Perubahan hormon juga menjadi dampak besar terhadap seks pasca persalinan yang menyakitkan. Setelah melahirkan, estrogen akan turun secara signifikan dan tetap rendah, terutama jika ibu menyusui.

Jaringan vulva dan vagina yang terbuka disebut introitus, sangat sensitif terhadap estrogen. Ketika introitus kekurangan estrogen, jaringan menjadi meradang dan pelumasan vagina dapat berkurang.

Kekeringan dapat memengaruhi kemampuan ibu untuk menikmati hubungan seks. Kondisi ini bisa diatasi, cobalah berkonsultasi dengan dokter.

 

6 dari 6 halaman

Perubahan kebiasaan seksual

Salah satu pemicu paling signifikan terhadap seks pasca melahirkan yang menyakitkan yaitu perubahan kebiasaan seksual. Antara pengasuhan anak, peralihan pekerjaan, perubahan tubuh, kepercayaan diri, kurang tidur, dan kondisi psikologis.

Kenikmatan seksual kerap tidak jadi prioritas. Saat berhubungan intim, fokus pikiran ibu tak fokus. Hal ini membuat hubungan seksual jadi tak menyenangkan bahkan menyakitkan. Penting untuk membicarakannya dengan pasangan.

Laporan: Angela Irena Mihardja/ Sumber: Parents

Beri Komentar