Anak 2-3 Tahun Suka Bilang 'Tidak', Dokter Beri Penjelasan

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 5 Desember 2022 11:12
Anak 2-3 Tahun Suka Bilang 'Tidak', Dokter Beri Penjelasan
Anak usia 2 dan 3 tahun berdebat dengan orang mereka bisa lebih dari 20 hingga 25 kali dalam sehari.

Dream - Menghadapi anak usia di bawah lima tahun (balita) kerap membuat bingung. Saat diminta melakukan sesuatu kerap menjawab " tidak" atau menolak melakukan sesuatu. Pertanyaan apa pun yang dilontarkan, jawabnya " tidak" .

Ayah dan bunda mungkin kadang sampai emosi. Rupanya hal ini ada penjelasannya secara ilmiah. Menurut dr. Fitri Hartanto, spesialis anak, dalam akun Instagramnya @dr.fitrihartanto_spak menurut studi terbaru dalam Perkembangan Anak menunjukkan bahwa anak usia 2 dan 3 tahun berdebat dengan orang mereka bisa lebih dari 20 hingga 25 kali dalam sehari.

" Orangtua mungkin lelah saat mendengar kata itu (tidak), namun tahukan bahwa saat itu anak sedang menegaskan diri mereka sendiri. Selain itu, berdebat merupakan salah satu cara mereka mendapatkan kepercayaan diri," kata dr. Fitri.

Ia juga menjelaskan kalau anak usia balita terus mengatakan tidak adalah hal normal dan juga sehat. Ini pertanda kognitif berkembang dan ia mulai mengetahui keinginannya sendiri.

" Cara yang sehat bagi anak untuk seolah-olah ia memiliki kendali. Tugas orangtua jangan bosan memberikan alasan ketika mengajari anak," pesan dr. Fitri.

1 dari 4 halaman

Skill Sosial Balita di Masa Pandemi Cenderung Lambat, Cari Tahu Solusinya

Dream - Pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak awal 2020 membuat perubahan secara radikal di seluruh dunia. Saat tingginya kasus Covid-19 seluruh warga diminta untuk di rumah saja demi mengurangi risiko penularan.

Bayi dan balita yang lahir dan tumbuh kembang ke masa pandemi ini cenderung lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Hanya bertemu denga keluarga dan inti, komunikasi dengan kakek nenek atau kerabat hanya dilakukan lewat internet dan telepon.

Hal ini tak dipungkiri membuat kemampuan sosial anak (social skill), tak terstimulasi dengan maksimal. Sebuah penelitia di Irlandia menemukan beberapa bayi yang lahir selama pandemi keterampilannya sosialnya lebih lambat.

Terutama dalam mengucapkan kata-kata bermakna, menunjuk, dan melambaikan tangan, ini dibandingkan dengan bayi yang lahir sebelum pandemi. Kabar baiknya, hal tersebut tak perlu dikhawatirkan, karena kemampuan tersebut bisa dikejar.

 

2 dari 4 halaman

Libatkan Anak Pada Banyak Pertemuan

Dokter Sam Hay, seorang spesialis anak, mengungkap saat ini harus memperbanyak anak bertemu banyak orang. Tingkatkan kemampuan sosialisasinya.

" Keluar dan bersosialisasilah. Orangtua akan melihat bahwa anak-anak akan bangkit kembali dan berkembang. Pergi ke taman, tunjukkan segalanya dan stimulasi anak agar lebih banyak berbicara dengan orang lain," ujarnya.

Dia juga menekankan perkembangan sosial dapat dipengaruhi oleh situasi keluarga. Seperti saat liburan, ada yang sakit, kumpul keluarga atau momen yang melibatkan keluarga besar untuk berkumpul.

Untuk membantu menstimulasi kemampuan sosialisi si kecil, perbanyaklah kumpul dengan kerabat atau keluarga. Akan lebih baik jika ada melibatkan juga anak-anak seusianya.

Sumber: KidSpot

3 dari 4 halaman

Ayah Bunda, Kenali Tanda Saat Balita Terlambat Jalan

Dream - Proses tumbuh kembang anak merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Berjalan atau langkah pertama, adalah tahapan perkembangaan yang sangat dinantikan para orangtua.

Pada beberapa anak, mulai belajar melangkah atau mencoba saat usia 15 bulan. Ada juga yang lebih dari usia tersebut dan hal ini sering membuat khawatir. Anak. Penny Glass, Ph.D., seorang ahli tumbuh kembang anak di Children's National Medical Center, Washington, D.C mengungkap bahwa tidak semua anak bisa berjalan di tahun pertama mereka.

© Dream

" Kebanyakan anak berjalan atau mencoba pada usia 15 bulan, tetapi usia 18 bulan masih dapat dianggap sebagai batas atas normal," ujarnya.

Terdapat perbedaan antara anak yang sekedar terlambat berjalan dan anak dengan Gross Motor Delay atau keterlambatan perkembangan motorik kasar. Penny mengungkap, jika seorang anak tidak menunjukkan ketertarikan pada aktivitas motorik, anak tersebut mungkin mengalami masalah dengan keterampilan motorik. Sebaliknya, anak yang banyak mencoba berdiri dan berjalan cenderung tidak mengalami keterlambatan.

 

4 dari 4 halaman

Kemampuan Berjalan Dipengaruhi Juga Kepribadian Anak

Orangtua dapat memperhatikan tonus (kekuatan) otot pada anak dan kualitas gerakannya. Umumnya, anak memiliki kontrol yang baik di sekitar usia 4 bulan, dan tetap tegak jika ditempatkan dalam posisi duduk pada usia 7 - 8 bulan. Jika anak melakukan hal tersebut tetapi, tetap terlambat berjalan, hal ini tidak terlalu mengkhawatirkan.

Kepribadian atau temperamen anak juga menjadi aspek yang harus diperhatikan. Beberapa anak lebih aktif, namun ada juga yang cenderung menjadi pengamat dan penuh perhitungan. Anak yang memiliki keterampilan sosial dan penuh rasa penasaran bisa terlambat berjalan karena mereka lebih tertarik untuk mengamati dunia di sekitar mereka dan lebih berhati-hati.

" Untuk melatih anak berjalan, orangtua dapat membiarkan anak mencoba berdiri sambil melingkari lengan untuk keselamatannya. Berpegangan sambil berdiri dapat melatih keseimbangannya untuk berjalan," ungkap Penny.


Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita/ Sumber: Parents

Beri Komentar