Foto: Instagram @schooshipamsterdam
Dream - Belanda merupakan negara dengan daratan yang rendah, sebanyak 60 persen dari negeri kicir ini letaknya di bawah permukaan laut. Air laut dan bendungan di negara ini sangat dimanfaatkan dengan maksimal.
Bukan hanya jadi pembangkit energi, kini juga tengah dikembangkan perumahan dan perkotaan terapung. Sahabat Dream pernah membayangkan tinggal di atas air dengan lingkungan asri? Jika iya, tengok saja proyek tempat tinggal bernama Schoonschip di Belanda.
Schoonschip merupakan konsep lingkungan perumahan melingkar inovatif di Amsterdam, sebuah proyek berbasis komunitas yang akan menjadi prototipe kota apung. Masterplan-nya dirancang oleh firma arsitektur Belanda, Space&Matter.

Foto: Instagram @schooshipamsterdam
Proyek ini terdiri dari 46 tempat tinggal di 30 petak air yang dihubungkan oleh dermaga. Memiliki sistem energi, air, dan limbah yang terdesentralisasi dan berkelanjutan. Bangunan terakhirnya selesai tahun ini.
© Dream
Proyek perkotaan apung ini menunjukkan strategi Belanda dalam menghadapi perubahan iklim dan naiknya permukaan laut. Lingkungan baru di Johan van Hasselt Canal di Amsterdam, sudah menjadi rumah bagi lebih dari 100 penduduk, yang diprakarsai pada 2010 oleh sekelompok komunitas penggiat energi berkelanjutan.

Foto: Instagram @schooshipamsterdam
Terdapat dermaga yang menghubungkan semua tempat tinggal dan bisa jadi area pertemuan santai antara penghuni. Tiap rumah memiliki pemandangan air yang asri. Model perumahan berupa komunitas melingkar dan menampilkan jaringan panel surya dengan teknologi pintar.
Tertarik tinggal di Schoonschip?
Sumber: Archdaily
© Dream
Dream - Rumah berbentuk oktagon atau segi delapan sangat populer di era 80-an. Bentuknya memang sangat unik dan tak biasa serta tampak megah. Rumah oktagon dulu populer karena buku yang ditulis Orson Squire, berjudul " A Home For All" .
Dalam buku tersebut Squire menulis ada banyak manfaat jika rumah berbentuk segi delapan. Antara lain, memungkinkan cahaya alami dua kali lebih banyak untuk memasuki sudut rumah dan menawarkan ventilasi terpusat, yang membuatnya lebih sejuk di musim panas dan tetap panas selama musim dingin.

Foto: Sotheby International Realty
Kini, tren rumah oktagon sudah meredup tapi masih ada rumah model tersebut di San Fransisco, Amerika Serikat. Rumah ini dikenal dengan nama The Feusier Octagon House yang terletak di lingkungan Russian Hill.

Foto: Sotheby International Realty
Rupanya, dikutip dari House Beautiful, rumah tersebut sedang ditawarkan untuk dijual seharga US $8,6 juta atau sekitar Rp123 miliar. Rumah yang dibangun 1857 terdaftar sebagai San Fransisco Landmark pada 1970.
© Dream
Rumah berbentuk unik ini memiliki banyak tingkatan dengan total 4 kamar tidur dan 3 kamar mandi. Area utama memiliki 4 ruang tamu dan terbuka ke arah tangga yang dengan pemandangan taman rimbun yang indah.

Foto: Sotheby International Realty
Lalu di area lain, ada dapur utama dan ruangan besar yang luas yang mengarah ke teras dan taman.Beberapa fasilitas rumah termasuk garasi 2 mobil, paviliun terpisah, dan kubah yang diubah menjadi studio seni.
© Dream
Dream - Sebagian besar orang di dunia sangat rindu laut, pantai, melihat pemandangan indah tanpa takut terpapar virus Covid-19. Sayangnya, pandemi tak kunjung berakhir. Tetap berada di rumah hingga pandemi mereda tetap menjadi pilihan terbaik.

Jika tak bisa keluar rumah, bagaimana kalau membeli rumah apung yang mewah di Prancis bernama Anthenea. Tempat tinggal berbentuk kubah ini siap diluncurkan pada 2022 mendatang.

Dirancang oleh arsitek angkatan laut Prancis Jean-Michel Duacancelle, desain aslinya terinspirasi oleh 'sarang penjahat' dari film James Bond 1977 The Spy Who Loved Me. Strukturnya mirip UFO dan telah dikembangkan lima prototipe serta membutuhkan waktu 15 tahun untuk diselesaikan.
© Dream
Anthénea memiliki diameter 31 kaki atau 9,4 meter dan menawarkan ruang untuk dua orang dewasa atau keluarga dengan empat penumpang. Dilengkapi dengan lounge, dapur kecil, sedangkan atapnya dilengkapi dengan area santai yang dapat menampung hingga 12 tamu.

Bisa dibilang, fitur terbaik Anthenea adalah kemampuannya untuk menyatu secara mulus dengan laut. Perusahaan menggambarkannya sebagai " bunga teratai" karena berada di atas laut dan " tidak berdampak pada ekosistem bawah laut" .
Pod dilengkapi dengan panel surya dan sistem penahan inovatif dan sekrup pasir yang tidak merusak dasar laut. Teknologi hijau tambahan hadir dalam bentuk sistem penyaringan air asin dan sistem pengolahan limbah yang disetujui US Coast Guard.
© Dream
Strukturnya sendiri juga 100 persen dapat didaur ulang, yang berarti tidak ada limbah bahkan di akhir siklus hidupnya. Anthenea dapat dilengkapi dengan propulsi dan digerakkan dengan joystick jika membutuhkan pergantian.

Pod juga dapat ditambatkan seperti kapal biasa di dek dan dilaporkan dapat tetap stabil dalam angin Force 6 hingga 27 knot. Pod dapat digunakan sebagai kondominium laut eksklusif dan aman selama pandemi.
Penasaran harganya? Mulai dari US $365.000 atau Rp5,2 miliar hingga US$730.000 atau sekitar Rp10.5 miliar. Rumah atau apartemen apung mewah ini bisa dipesan Juli 2022.
Sumber: Robbreport.com