Ayah Dan Anak Perempuan (Foto: Shutterstock)
Dream - Para ayah, jangan pernah menyepelekan waktu bersama anak perempuan. Sebisa mungkin manfaatkan waktu yang ada dan selalu bermain dengannya. Hubungan antara ayah dan anak perempuan ternyata punya keunikan tersendiri.
Banyak yang bilang anak perempuan belajar tentang sosok laki-laki dengan melihat ayahnya sendiri dari segi baik maupun buruk. Dikutip dari Brightside.me, menurut para psikolog, sosok ayah memiliki dampak sangat besar bagi anak perempuan mereka.
Bahkan saat anak perempuan tak hidup bersama sang ayah tapi sosoknya tetap memiliki pengaruh cukup besar dalam diri anak.
Linda Nielsen, seorang psikolog yang menulis buku tentang hubungan antara ayah dan anak perempuan, mengungkap bahwa orangtua memengaruhi keputusan anak mereka dalam aspek kehidupan seperti karier, selera pribadi, dan prestasi akademik.
© Dream
Linda juga menekankan bahwa ada dan tidaknya kehadiran sosok ayah dalam hidup anak perempuan bisa mempengaruhi pilihan mereka tentang hubungan asmara di masa depan.
Sosok ayah yang hadir dan membangun hubungan penuh kasih sayang dengan anak perempuannya cenderung memengaruhi anak untuk mencari pasangan yang setia.
© Dream
Salah satu hal yang umumnya dimiliki anak yang dibesarkan dengan penuh kasih sayang adalah rasa percaya diri saat membuat keputusan. Mereka cenderung tak merasa takut untuk mengungkapkan pendapat atau menolak pasangan yang tak sesuai.
Sejak kecil anak perempuan bisa merasakan cinta dari ayah mereka. Saat dewasa mereka ingin mencari hubungan yang stabil dan tenang. Penjelasan selengkapnya baca di sini.
© Dream
Dream - Saat ini penerapan social distancing masih dilakukan. Para pekerja diminta untuk bekerja dari rumah untuk mengurangi risiko penularan Covid-19. Manfaatkan momen ini dengan baik untuk membangun kedekatan dengan anak-anak.
Terutama para ayah yang biasanya disibukkan dengan rutinitas kantor. Membangun hubungan yang dekat dengan anak, butuh proses. Para ayah harus memulainya dari anak-anak masih kecil.
Ingat, hubungan anak dan ayah yang dekat akan sangat berpengaruh positif bagi kesehatan mental, fisik dan kepercayaan diri anak. Nah bagaimana cara agar anak lengket dengan ayah?
© Dream
Main 'Keras'
Pasti sering melihat ayah yang suka bermain tinju-tinjuan, melemparkan anak ke udara, atau pura-pura berkelahi sama anaknya. Ibu biasanya sudah kehabisan tenaga untuk hal ini.
Nah, bermain seperti inilah yang bikin anak merasa nyaman dan makin lengket sama ayah. Hal itu karena mereka tak mendapatkannya saat bersama sama ibu. Selain itu, menurut John Snarey, pakar pengasuhan, anak yang sering bermain 'keras' bersama ayah bakal lebih waspada dan peka.
Menempa rasa percaya diri
Ibu memilki kecenderungan untuk selalu melindungi dan tak mau anaknya terluka sedikit pun. Sementara ayah, memiliki pendekatan yang berbeda. Ayah biasanya menempa anak dengan sikap 'dinginnya'.
Membuat anak berusaha hingga titik penghabisan dan bisa mendorong anak mencoba lagi meskipun gagal. Biasanya, ayah akan melatih anak mengambil risiko. Hal ini akan sangat menempa rasa percaya diri anak dan usaha kerasnya.
Baca selengkapnya di Diadona.id
© Dream
Dream - Indonesia belum menerapkan secara khusus kebijakan cuti 'melahirkan' bagi ayah. Mungkin banyak yang beranggapan, ibu yang melahirkan mengapa ayah yang cuti.
Kenyataannya tak sesederhana itu. Saat anak lahir, ibu dan ayah harus belajar banyak hal menjadi orangtua, menjaga kekompakan, dan mencari caranya sendiri yang paling pas untuk mengurus anak-anaknya.
Beberapa perusahaan mengizinkan ayah untuk cuti sekitar 3 hingga 5 hari. Padahal dibutuhkan waktu lebih dari itu untuk beradaptasi dengan kehadiran bayi.
Jika dilihat lebih dalam, banyak sekali manfaat jika ayah mengambil cuti panjang saat anaknya lahir. Apa saja?
Membangun ikatan
Rasa terkoneksi dan ikat perlu dibangun. Hal ini yang sering dianggap sepele, padahal sangat penting. Ayah perlu membangun ikatan yang kuat dengan anak-anakny sejak bayi. Mengenal suaranya, aromanya, sentuhannya.
Ikatan yang kuat antara ayah dan anak membuat hubungan jadi lebih sehat. Penelitian juga membuktikan hubungan antara orangtua dan anak yang dekat akan membuat kondisi kesehatan mental jadi lebih stabil.
Kurangi risiko depresi ibu
Kehadiran ayah sangat dibutuhkan ibu setelah melahirkan. Saat tubuh masih dalam masa pemulihan, rasa sakit jahitan, kurang tidur dan harus mengurus bayi, sangat menguras fisik dan emosi ibu.
Peran ayah sangat vital di masa-masa ini. Kehadiran ayah akan mengurangi risiko depresi pasca melahirkan. Untuk itu, pastikan ayah selalu mendampingi ibu setelah melahirkan.
Membuat 'hubungan' baru
Hidup bakal berubah drastis setelah kehadiran anak. Tantangan pun akan semakin besar. Kondisi hubungan juga akan berubah. Dibutuhkan pengertian dan pembelajaran baru dan hubungan pun perlu ditingkatkan. Dengan cuti, ayah dan ibu akan punya banyak waktu untuk meningkatkan kualitas hubungan jadi lebih baik dan naik 'tingkat'.