Lecet Tak Boleh Disepelekan, Rawat Juga Payudara Saat Menyusui

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 6 Oktober 2022 15:24
Lecet Tak Boleh Disepelekan, Rawat Juga Payudara Saat Menyusui
Lecet pada payudara akan sangat menyiksa. Bisa membuat ibu stres dan produksi ASI menurun drastis.

Dream - Secara alami, air susu umumnya akan kelaur dari payudara ibu setelah persalinan. Sayangnya hal ini tak terjadi pada semua ibu. Ada yang banyak mengalami masalah saat menyusui.

Mulai dari ASI tak keluar, putih lecet, payudara membengkak hingga demam dan masih banyak lagi. Luka dan nyeri yang muncul saat menyusui jangan pernah anggap enteng. Ibu harus segera mencari solusi mengatasinya, bisa dengan konsultasi dengan konselor laktasi atau dokter.

Pasalnya, jika keluhan dibiarkan akan semakin parah. Proses menyusui pun akan terganggu. Bayi tak mendapat asupan nutrisi maksimal dari ASI yang dibutuhkan, karena ibu merasa kesakitan.

Untuk itu para ibu dianjurkan untuk membekali diri dengan ilmu seputar menyusui sebelum bayi lahir. Salah satu yang juga sangat penting selama menyusui adalah memberikan perawatan pada payudara.

1 dari 5 halaman

Perawatan Penting

Ada beberapa perawatan penting yang bisa dilakukan untuk memastikan payudara selalu sehat selama menyusui. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan ibu menyusui untuk merawat payudara.

- Lakukan pijatan ringan di payudara sebelum menyusui untuk membuka sumbatan di kelenjar dan saluran air susu
- Basahi puting payudara dengan ASI sebelum menyusui, karena ASI mengandung minyak alami yang bisa membantu menjaga kelembapan areaola (area hitam di putih)
- Kenakan bra yang nyaman, akan lebih baik jika bra khusus untuk menyusui
- Bila menggunakan bantalan penyerap (breast pad), ganti secara teratur jangan biarkan terlalu lama karena bisa memicu masalah infeksi
- Saat muncul keluhan, seperti payudara nyeri dan bengkak, apalagi disertai demam segera konsultasi dengan dokter

2 dari 5 halaman

4 Alasan Ibu Menyusui Sering Terserang Migrain

Dream - Setelah melahirkan, tubuh ibu akan langsung beradaptasi untuk " tugas" baru, yaitu menyusui. Sambil mengurus bayi, menyusui dan beradaptasi dengan banyak hal, perubahan memang terjadi secara drastis.

Hal tersebut juga berdampak pada kondisi kesehatan ibu. Saat menyusui, ibu juga kerap mengalami nyeri di payudara, pegal, migrain. Untuk kelauhan migrain, kadang sangat menganggu sampai membuat ibu kehilangan nafsu makan dan muntah.

Migrain dapat berupa sensasi berdenyut hebat di sekitar kepala. Kondisi ini dapat bertahan selama 2-3 hari, yang dapat membuat ibu merasa terganggu. Hal ini juga kadang disertai leher kaku, penglihatan kabur, dan mual serta muntah.

Ada empat penyebab ibu menyusui seringkali mengalami serangan migrain. Apa saja?

Perubahan Hormon
Migrain dapat terjadi karena perubahan hormonal. Saat menyusui, sang ibu melepaskan hormon oksitosin yang menyebabkan kontraksi saluran susu dan memicu sakit kepala parah. Pelepasan hormon oksitosin ini yang dapat memicu kondisi sakit kepala migrain.

 

3 dari 5 halaman

Kurang tidur
Ibu yang baru melahirkan cenderung kurangan tidur karena sibuk mengurus bayi. Kondisi ini merupakan hal yang wajar dan dapat menyebabkan migrain. Terutama jika tak dibarengan asupan nutrisi yang cukup.

Ciri-ciri Anemia pada Ibu Menyusui© MEN

Stres
Tidak jarang, ibu yang baru melahirkan merasa stres karena kelelahan, tak didukung orang sekitar dan mendapat banyak tekanan. Hal ini dapat menyebabkan sakit kepala migrain.

Fonofobia
Beberapa orang memiliki kecenderungan tak bisa mendengar suara tertentu, kondisi ini disebut fonofobia. Suara apapun, seperti mesin, air, kendaraan dan lainnya. Beberapa bahkan sampai mengalami migrain. Bila ibu memiliki kecenderungan ini sebaiknya hindari suara yang memicu ketakutan/ kecemasan tersebut.


Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita/ Sumber: MomJunction

4 dari 5 halaman

Banjir Hormon Oksitosin Saat Menyusui, Ini Efeknya Bagi Ibu

Dream - Menyusui si kecil terlihat seperti aktivitas sederhana, padahal faktanya tak demikian. Proses produksi air susu ibu di tubuh ibu begitu kompleks, melibatkan mood, fisik yang sehat, dan tentunya hormon.

Banjir Hormon Oksitosin Saat Menyusui, Ini Efeknya Bagi Ibu© MEN

Ibu yang terlihat hanya duduk dan menyusui, kadang merasa kelelahan dan mengantuk. Bisa jadi efek kurang tidur di malam hari karena terus menyusui dan menenangkan si kecil. Selain itu juga pasti karena 'banjir' oksitosin.

Dokter Shane Cornish, CBS, IBCLC, konsultan laktasi, lewat akun Instagramnya @breastfeedo.mom menjelaskan kalau rasa kantuk hebat saat menyusui adalah karena hormon oksitosin. Hormon tersebut sangat penting dalam proses menyusui.

" Itu karena saat nyusuin ibu mengeluarkan hormon oksitosin yang menenangkan membuat rileks eh jd ketiduran," ungkapnya.

 

5 dari 5 halaman

Oksitosin, dikutip dari Sehatq, merupakan hormon yang diproduksi oleh kelenjar pituitari di otak. Adanya hormon ini, akan merangsang kelenjar di payudara untuk mengeluarkan dan mengalirkan ASI saat menyusui.

Aman Bagi Ibu Menyusui Minum Es© MEN

Oksitosin juga dikenal dengan nama hormon cinta karena perannya yang penting dalam meningkatkan ikatan emosional, seperti ikatan ibu dan anak. Tak heran kalau saat menyusui si kecil, ibu seperti merasa jatuh cinta berkali-kali. Setuju?

Beri Komentar