Menyuruh Anak Cepat Pulang Ternyata Salah. Mengapa?

Reporter : Gladys Velonia
Kamis, 31 Agustus 2017 10:06
Menyuruh Anak Cepat Pulang Ternyata Salah. Mengapa?
Pada ruang keluarga terbentuk ikatan emosional antar anggota keluarga.

Dream - Sebagai orangtua, wajar jika mengkhawatirkan anak yang sedang beraktivitas di luar. Oleh karena itu tanpa disadari kalimat yang sering terlontar adalah " cepat pulang, tidak betah amat di rumah" . Rupanya menurut Ajeng Raviando, psikolog anak kurang tepat untuk diucapkan.

" Jangan suruh anak cepat pulang ke rumah, tapi buatlah anak senang pulang ke rumah. Buat mereka betah tinggal di rumah tanpa harus dipaksa," ujar Ajeng di IKEA, Alam Sutera, Banten, Rabu, 30 Agustus 2017.

Ajeng pun mengungkapkan salah satu cara yang bisa dilakukan orang tua untuk membuat anaknya betah berada di rumah, yakni dengan melibatkan anak saat menata rumah. Terutama ketika mendekorasi kamar dan area bermainnya. Biarkan anak memilih sendiri furnitur, cat serta dekorasial dan merupakan jantung keluarga.

" Bicara ruang keluarga ya jantungnya rumah. Tidak ada tempat untuk keluarga bisa kumpul, bincang-bincang seru, ngemil-ngemil, selain di ruang keluarga. Pemilihan perabotan, warna, bentuk, akan berpengaruh terhadap keluarga betah atau tidaknya di rumah. Anggota keluarga harus dilibatkan dalam memilih perabot karena bisa menimbulkan perasaan memiliki dan nyaman seperti, 'Ini kan sofa aku yang milih'," imbuh Ajeng.

Pada ruang keluarga itulah terbentuknya ikatan emosional antar anggota keluarga sehingga sangat penting untuk dijaga kenyamanan, aman, dan ketenteramannya.

" Apalagi sekarang ruang keluarga udah campur jadi ruang tamu, ruang makan segala macam. Sekarang kan rumah orang juga tidak terlalu besar-besar, sehingga fungsi dan aktivitas di ruang keluarga itu sangat penting. Jadi tetep harus dinyamankan si jantung keluarga itu," ujar Ajeng.

 

Beri Komentar