Pemeriksaan Ultrasonografi (Foto: Shutterstock)
Dream - Cairan ketuban dalam rahim memiliki peran penting untuk perkembangan dan pergerakan janin. Bayi membutuhkan air ketuban dalam jumlah yang tepat untuk melindunginya dari guncangan dan membantunya berkembang secara normal.
Level air ketuban normal pada tahap akhir kehamilan adalah antara 5 dan 25 sentimeter, atau sekitar 800-1000 mL. Jika lebih dari 25, maka kondisi tersebut itu disebut polihidramnion.
Polihidramnion hanya terjadi pada sekitar 1% kehamilan. Yaitu ketika volume air ketuban bertambah dengan cepat hingga mencapai 2 liter. Pada beberapa kasus, kondisi ini biasanya terjadi pada bobot janin yang besar.
" Polihidramnion biasanya baru diketahui ketika melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Ada beberapa hal yang bisa jadi memicunya yaitu cacat janin, win-to-twin transfusion syndrome (TTTS) pada bayi kembar, diabetes pada ibu serta terjadi infeksi pada janin," ujar dr. Laura Riley dikutip dari Parents.
Cairan ketuban terlalu banyak bisa meningkatkan risiko terburuk pada sebuah kehamilan, yaitu bayi meninggal dunia saat lahir. Risiko ketuban pecah dini, persalinan prematur serta posisi bayi yang tak normal juga akan semakin tinggi.
Polihidramnion meningkatkan risiko bayi dalam posisi sungsang atau melintang, yang meningkatkan kemungkinan untuk bedah caesar. Komplikasi lain yang sangat mungkin terjadi adalah tali pusat bisa terjepit atau terdorong keluar sebelum bayi dan sangat berbahaya.
" Pastikan ibu mengkonsultasikan secara intensif jika mengalami polihidramnion, terutama jelang persalinan," kata dr. Riley.
Sumber: Parents
Advertisement

4 Ciri yang Menunjukkan Anda Termasuk Orang Tua yang Menyenangkan

Es Terooos! Betulkah Terlalu Banyak Minum Es Menyebabkan Batuk dan Pilek? Ini Penjelasan Ilmiahnya!


Kenapa Sebagian Orang Susah Bernyanyi Meski Sudah Berlatih Keras?

Depresi Diduga Menghambat Kemampuan Otak Membentuk Sel Saraf Baru

5 Ritual Mingguan yang Bisa Membuat Hubungan Tetap Harmonis dan Dekat Menurut Terapis

Puting Lecet Saat Olahraga: Penyebab, Cara Mencegah, dan Mengatasinya