Foto: Thattinylifelove.com
Dream - Memiliki rumah peristirahatan di tengah hutan yang dikelilingi pepohonan identik dengan vila atau bangunan yang mahal. Jaimie dan Dave yang berasal dan Washington, Amerika Serikat sangat ingin punya rumah peristirahatan tapi mereka tak mau berutang.

Foto: Thattinylifelove.com
Pasangan ini akhirnya memutuskan untuk memaksimalkan uang yang mereka punya dengan membuat rumah mungil dengan material kontainer bekas yang harganya jauh lebih murah. Dimanfaatkanlah lokasi di Kalama, Washington, yang sangat asri.
© Dream
Mereka memesan kontainer bekas dan membangun rumah sendiri selama berbulan-bulan. Rupanya, pembuatan rumah memang tak semudah itu karena banyak sekali masalah yang mereka temui.

Foto: Thattinylifelove.com
Dengan usaha besar, hasilnya rumah mungil kontainer yang begitu nyaman. Area teras begitu apik dan manis, dengan perpaduan material kayu, besi dan keramik.

Foto: Thattinylifelove.com
Memasuki bagian dalam terdapat ruang keluarga yang dilengkapi sofa hitam. Berbatas langsung dengan dapur.

Kamar mandi berukuran mungil berada di dapur belakang. Untuk kamar tidur, berlokasi di lantai 2 dengan jendela besar sehingga pemandangannya begitu indah.
Sumber: Thattinylifelove.com
© Dream
Dream - Sebuah rumah bertengger di pulau Ducks Ledges, perbatasan antara Amerika Serikat dan Kanada. Tepatnya di pantai Vacationland yang sejuk dan berangin. Cocok untuk mereka yang suka menyendiri dan menikmati suasana pantai yang sepi.

Foto: Dean Tyler Photography
Di dalamnya terdapat kamar tidur satu seluas 50 meter persegi. Ada juga dapur dan ruang tamu berkonsep terbuka, dan tempat tidur yang ditinggikan di bagian atasnya. Banyaknya jendela memaksimalkan pemandangan dari dalam.

Foto: Dean Tyler Photography
Dilengkapi ruang untuk tempat tidur gantung di teras depan. Sofa di bagian dalam juga membuat kita bisa bersantai sambil memandangi pantai. Rumah mungil dan pulaunya sekaligus rupanya sedang dijual seharga US $339.000 atau Rp4,9 Miliar.
© Dream
Total luas pulau sekitar 1,5 hektar. Ada dua kota di daratan terdekat, Addison dan Jonesport. Formasi daratan tidak memiliki pepohonan, yang berarti menawarkan pemandangan laut tanpa gangguan ke segala arah.

Foto: Dean Tyler Photography
Pasir halus, rerumputan, dan bebatuan membuat jalan-jalan di pulau tetap menarik. Anjing laut kerap berjemur di tepian yang mengelilingi tempat itu. Cocok untuk 'melarikan' diri dari hiruk pikuk kota atau mungkin karantina selama pandemi.
Sumber: Apartment Theraphy
© Dream
Dream - Belanda merupakan negara dengan daratan yang rendah, sebanyak 60 persen dari negeri kicir ini letaknya di bawah permukaan laut. Air laut dan bendungan di negara ini sangat dimanfaatkan dengan maksimal.
Bukan hanya jadi pembangkit energi, kini juga tengah dikembangkan perumahan dan perkotaan terapung. Sahabat Dream pernah membayangkan tinggal di atas air dengan lingkungan asri? Jika iya, tengok saja proyek tempat tinggal bernama Schoonschip di Belanda.
Schoonschip merupakan konsep lingkungan perumahan melingkar inovatif di Amsterdam, sebuah proyek berbasis komunitas yang akan menjadi prototipe kota apung. Masterplan-nya dirancang oleh firma arsitektur Belanda, Space&Matter.

Foto: Instagram @schooshipamsterdam
Proyek ini terdiri dari 46 tempat tinggal di 30 petak air yang dihubungkan oleh dermaga. Memiliki sistem energi, air, dan limbah yang terdesentralisasi dan berkelanjutan. Bangunan terakhirnya selesai tahun ini.
© Dream
Proyek perkotaan apung ini menunjukkan strategi Belanda dalam menghadapi perubahan iklim dan naiknya permukaan laut. Lingkungan baru di Johan van Hasselt Canal di Amsterdam, sudah menjadi rumah bagi lebih dari 100 penduduk, yang diprakarsai pada 2010 oleh sekelompok komunitas penggiat energi berkelanjutan.

Foto: Instagram @schooshipamsterdam
Terdapat dermaga yang menghubungkan semua tempat tinggal dan bisa jadi area pertemuan santai antara penghuni. Tiap rumah memiliki pemandangan air yang asri. Model perumahan berupa komunitas melingkar dan menampilkan jaringan panel surya dengan teknologi pintar.
Tertarik tinggal di Schoonschip?
Sumber: Archdaily