Dream- Pada waktu yang begitu sempit, ketika Israel dan Hammas sepakat untuk sejenak menghentikan perang, bocah-bocah Palestina berusaha memanfaatkan kesempatan itu untuk menjadi anak-anak. Bermain, sebagaimana laiknya anak belia di belahan bumi lain.
Sejumlah anak-anak di negeri Palestina itu, misalnya, terlihat bahagia bermain dengan sebuah kincir ria atau ferris wheel, yang rusak atas serangan Israel di distrik Shejaiya, Gaza. Sekolah milik PBB yang dijadikan pengungsian dan tempat aman bagi rakyat Palestina itu, memang menyediakan fasilitas bermain untuk anak-anak Gaza. Tapi bahagia itu cuma sejenak, sebab rudal Israel kembali menggelegar (Syarifah Aulia/Foto:Merdeka.com)
Dua bocah tengah asyik bermain pada sebuah kincir ria atau ferris wheel yang rusak di distrik Shejaiya, Gaza, Palestina.
Hak Cipta © DREAM.CO.IDAdvertisement

Hedonic Treadmill: Mengapa Kebahagiaan Terasa Cepat Berlalu?

Mengapa Wadah Plastik Menyimpan Bau dan Noda, tetapi Kaca Tidak?

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara

Penelitian Ungkap Mengapa Otak dengan ADHD Mungkin Lebih Kreatif?

Anak Laki-Laki dan Perempuan Harus Diasuh Berbeda? Ini Penjelasan Psikologi Anak