Ahok Jalan Pagi Bareng Istri dan Anak, Tangan Puput Nastiti Devi Bikin Salfok

Reporter : Amrikh Palupi
Senin, 10 Mei 2021 19:23
Ahok Jalan Pagi Bareng Istri dan Anak, Tangan Puput Nastiti Devi Bikin Salfok
Kenapa dengan tangan Puput Nastiti Devi?

Dream - Ahok kerap membagikan potret keluarganya di sosial media. Salah satunya saat mengajak keluarganya jalan santai.

Dalam foto yang diunggah akun Instagram @basukkibtp, istri Ahok, Puput Nastiti Devi, terlihat simpel dalam balutan kaus model poloshirt yang dipadukan dengan legging hitam dan sepatu sneakers.

Sedangkan Ahok mengenakan kaus model poloshirt dan celana pendek yang dipadukan sneakers warna hitam.

Ahok ajak anak dan istri jalan pagi© Ahok ajak anak dan istri jalan pagi

Puput Nastiti Devi bersama Ahok dan putranya, Yosafat Abimanyu Purnama, berpose bersama dua orang lainnya.

" Selamat pagi, jangan lupa berolahraga supaya kesehatan tetap terjaga!," caption foto akun @basukkibtp.

Foto tersebut sontak mendapatkan banyak komentar dari netiezen. Beberapa netizen justru salah fokus dengan lengan Puput Nastiti Devi yang terlihat kekar.

" Lingkar lengan pak Ahok masih besaran yg disebelahnya ya," tulis akun @sri_rahayu_lukito.

" Istri pak ahok lengannya kaya rambo," tulis akun @yetite.

" Lengan ajudan kyk bodyguard," tulis akun @marthasiagian.66.

" Lengan tangan pas banget dulu jd ajudan," tulis akun @tutihoman.

1 dari 5 halaman

Ahok Desak Kementerian BUMN Dibubarkan, Ini Pemicunya

Dream - Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengusulkan pemerintah membubarkan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Usul itu dilontarkan karena masih banyak tata kelola perusahaan pelat merah yang tak efisien.

Sebagai gantinya, Ahok mengusulkan pemerintah membentuk Indonesia Incorporation yang akan menjadi superholding dari ratusan perusahaan milik negara.

" Harusnya Kementerian BUMN dibubarkan. Kita membangun semacam Temasek, semacam Indonesia Incorporation," tegas Ahok dikutip dari tayangan yang diunggah akun YouTube POIN dilihat Dream, Rabu, 16 September 2020.

Dalam tayangan video akun Youtube POIN yang diunggah 14 September 2020 itu Ahok  yang ditunjuk pemerintah menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) mengatakan pembubaran kementerian BUMN sebaiknya dilakukan segera bila perlu sebelum Presiden Joko Widodo turun dari jabatannya.

Diungkapkan Ahok, presiden selama ini tidak bisa mengontrol manajemen BUMN karena ketiadaan sumber daya manusia yang melakukannya.

Menurut Ahok, jabatan komisaris di BUMN sebetulnya adalah pengawas pemerintah di perusahaan pelat merah tersebut. Alasannya, semua keputusan yang dibuat BUMN diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

 

© Dream
2 dari 5 halaman

Ini Konsep BUMN Versi Erick Thohir

Menteri BUMN saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI pada Desember tahun lalu pernah menyampaikan konsep BUMN yang akan dikembangkannya. Menurutnya konsep superholding BUMN akan diubah menjadi subholding.

" Nanti urusan superholding diubah menjadi subholding yang fokus pada unit usaha," ujarnya dikutip Dream dari Liputan6.com.

Erick mencontohkan PT Pelindo. Nantinya, PT Pelindo I, PT Pelindo II, PT Pelindo III dan PT Pelindo IV tidak akan dijadikan superholding, tapi dibagi berdasarkan fungsi usahanya.

 

3 dari 5 halaman

Pandangan Ekonom

Sementara Ekonom Indef Enny Hartati menilai kehadiran Kementerian BUMN membatasi gerak badan usaha milik negara yang sesunggunya membutuhkan fleksibilitas lebih.

" Pemerintah punya konsep yang namanya holdings dan itu yang sesuai dengan kebutuhannya, kalau emang lebih efisien merger vertikal atau horiszontal (dengan BUMN)," kata Enny saat diskusi polemik pada Juli 20199 lalu.

Melalui superholding, kata Enny, perusahaan yang merupakan BUMN ini akan memiliki blue print dari arah bisnis mereka masing-masing. Namun, tentu kepentingan dan aturannya masih diawasi sebagai agent of development negera melalui beleid BUMN.

" Jadi aturan mengenai UU BUMN, sehingga paling utama esensi kinerja BUMN tetap agent of development, tapi tidak membutuhkan aturan birkorasi (kementerian) seperti sekarang," terang Enny.

© Dream
4 dari 5 halaman

Ahok Beber Gaji dan Bonus di Pertamina, Ada BUMN Dapat Lebih Besar!

Dream - Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok blak-blakan tentang penghasilannya selama bekerja di PT Pertamina (Persero). Di BUMN terbesar Indonesia itu, Ahok saat ini menjabat sebagai komisaris utama (Komut).

Diundang sebagai naras sumber dalam konten #BertemuIndonesia yang ditayangkan di Youtube Najwa Shihab, Ahok menjawab rasa penasaran Najwa tentang penghasilannya sebagai Komut Pertamina.

" Gaji Rp170 juta-lah kira-kira," kata Ahok dikutip Dream dari akun Youtube Najwa Shihab, Selasa, 18 Agustus 2020.

Selain gaji, Ahok mengungkapkan setiap direksi dan komisaris Pertamina juga mendapatkan tantiem setiap tahunnya. Ahok tak menjawab kabar soal komisaris Pertamina yang mendapat tantiem sampai 50 kali gaji.

5 dari 5 halaman

Tantiem Pertamina Kalah dari BUMN Ini

Ahok hanya mengungkapkan jika informasi yang beredar menyebutkan seorang dirut Pertamina dahulu bisa mendapatkan tantiem sampai Rp25 miliar.

" Yang bank (BUMN) lebih besar lagi, lebih gila lagi," katanya.

Secara khusus Ahok bahkan membuka rahasia jika tantiem yang diterima direksi PLN lebih besar dibandingkan Pertamina.

" Tapi ini nggak pernah dibuka ke publik," ujarnya.

(Sah)

© Dream
Beri Komentar