Dian Sastrowardoyo (foto : @therealdisastr)
Dream - Dian Sastrowardoyo terpilih menjadi salah satu juri festival film di luar negeri, International Film Festival & Awards Macau (IFFAM) 2019. Hal tersebut menurut Dian merupakan sebuah kehormatan besar.
Melalui akun instagramnya, ibu dua anak ini mengucapkan rasa syukurnya menjadi bagian dari IFFAM 2019. Ia menuliskan ungkapan syukur.
" Saya merasa sangat bersyukur berada di sini, di Festival Film Internasional & Penghargaan Macau 2019 untuk menjadi salah satu Juri Kompetisi Internasional. Terima kasih, terima kasih, terima kasih atas kesempatan ini," tulis Dian Sastro dikutip Dream dari akun instargamnya, Jumat 6 Desember 2019.

Istri dari Maulana Indraguna Sutowo ini bercerita kalau dirinya diberi kesempatan untuk melihat dan menilai film-film seluruh dunia di ajang IFFAM 2019 ini.
" Saya bersyukur karena peran ini memberi saya kesempatan untuk menonton begitu banyak film dari seluruh dunia tahun ini di IFFAM, dan belajar dari begitu banyak pembuat film lainnya. Sekali lagi terima kasih telah meminta saya @iffamacao # iffam2019," ucapnya.
Tak hanya itu, Dian berpose bersama juri lain di acara IFFAM 2019. Dalam foto itu, lima juri termasuk Dian berdiri di atas tangga dengan karpet berwarna merah. Dian begitu menawan dengan gaun berwarna putih.

" From left to right: Midi Z, Ellen Elisaoph, Peter Ho-Sun Chan, yours truly, and Tom Cullen," kata Dian pedda ketrangan foto.
Dian menjelaskan para juri itu dari pembuat film berbeda dan berlatarbalakang budaya dari berbagai negara.
" A very diversed mix of different film makers from different countries, different industries and different cultural background. #iffam2019," tuturnya. (mut)
Dream - Dian Sastrowardoyo menanggapi pernyataan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly yang menyebutnya terlihat bodoh karena mengkritisi RKUHP tanpa terlebih dahulu membaca keseluruhan aturan hukum tersebut.
Ucapan Yasonna itu terlontar saat diwawancara sebuah media online tentang tanggapannya dengan kritik pemeran Ada Apa dengan Cinta (AADC) tersebut.
Mambaca komentar pedas sang menteri, Dian membuat unggahan Instastory yang telah dihapus di akun Instagramnya. Dalam unggahan tersebut, Dian membahas tentang sifat merasa bodoh dan mengajak masyarakat untuk membaca kembali dan mempelajari rancangan KUHP.
" Daripada kita kecil hati dibilang nggak nggak tau apa-apa, lebih baik kita pelajari lagi yuk. Hukum ini akan mengikat kita sebagai warga negara," tulis Dian Sastrowardoyo dikutip Dream, Rabu 25 September 2019.

foto : @therealdisastr
Ibu dua anak ini berjanji akan mempelajari kembali Rancangan KUHP. Dia mengatakan lebih baik dianggap bodoh dan terus belajar daripada sudah merasa mengetahui semua hal.
" Saya dan teman-teman membaca.. dan ya, kami akan membaca dan membaca lagi. karena lebih baik kita merasa bodoh dan terus belajar..daripada sudah merasa sudah tahu semuanya," imbuhnya.
Dalam unggahannya, wanita 37 tahun tak lupa mengajak pemerintah untuk mensosialisasikan dan memberikan penjelasan terkait KUHP kepada masyarakat.

Foto : @therealdisastr
" Lalu kalau memang ada lampiran penjelasan lebih lanjut terkait KUHP tersebut, mohon sosialisasikan ke masyarakat dengan lebih baik beserta rujukannya. Sekian dan terimakasih," kata Dian.
Di akhir unggahannya, Dia mengatakan tak pernah mempermasalahkan penilaian orang terhadapnya. Namun dia berpesan agar publik tak diam dengan fenomena yang terjadi di sekitarnya.
" You can call me anything you want. But we shall not be silenced," tutupnya.(Sah)
Dream - Tak cuma jago berakting di layar lebar saja, selebriti Dian Sastrowardoyo mulai memberanikan diri untuk terjun menjadi produser sebuah film.
Berkolaborasi dengan BASE Entertainment, pemeran Cinta dalam Ada Apa dengan Cinta 1 dan 2 ini akan memproduseri film Guru-guru Gokil yang tayang di bioskop tahun depan.
Dalam karya perdananya sebagai seorang produsen, ibu dua anak ini menggandeng Gading Marten, Faradina Muti, Boris Bokir, dan Kevin Ardilova untuk bermain dalam filmnya tersebut.
1 dari 4 halaman
Gading Marten akan berperan sebagai seorang guru bernama Taat di film Guru-guru Gokil. Pak Taat merupakan sosok pendidik yang selalu mengajak anak-anak untuk ikut menyelesaikan masalah dalam hidup.
Taat dikenal sebagai sosok pria yang punya ambisi untuk sukses namun sering gagal di tengah jalan. Kesuksesan bagi Taat digambarkan sebagai kondisi hidup bergelimang uang.

Foto: Instagram.com/base.id
Hidup menggiring Taat bekerja menjadi guru pengganti di sebuah sekolah. Di tempat pengabdian itulah sudut pandang Taat tentang hidup dan kesuksesan berubah.
Di film tentang para guru itu yang digarap bersama Shanty Harmayn, Dian Dian Sastrowardoyo juga turut berperan sebagai Nirmala.
Lewat Guru-guru Gokil, Dian Sastrowardoyo menajamkan visinya untuk membuat film-film yang memiliki kedekatan dengan kehidupan para penonton.

Foto: Instagram.com/base.id
" Guru-guru Gokil sendiri merupakan film keluarga yang berhubungan erat ke segala umur dan seluruh lapisan masyarakat. Film ini bertema pendidikan, bergenre drama komedi tentang sudut pandang guru. Jarang sekali ditemukan dalam industri perfilman kita film tentang guru. Padahal sudah banyak film di Indonesia yang bercerita tentang lingkungan sekolah,” beber Dian Sastrowardoyo.
Bintang film Kartini dan Ada Apa Dengan Cinta? menambahkan, " Kehidupan guru-guru sangat menarik dan kami ingin memberi perhatian lebih pada keunikan tersebut."
Film Guru-guru Gokil diharapkan mampu menceritakan bagian belakang panggung kehidupan para guru di Indonesia.

Foto: Instagram.com/base.id
Dian berpendapat, " Sosok guru sangat penting karena guru terlahir untuk membentuk masa depan bangsa dengan menginspirasi cara berpikir generasi selanjutnya."
Film Guru-guru Gokil juga diperkuat Asri Welas, Ibnu Jamil, Kiki Narendra dan Arswendy Bening Swara.
Sumber: Liputan6.com