Cuitan LGBT Tifatul Sembiring, Joko Anwar: Anda Lebih Sakit

Reporter : Ratih Wulan
Minggu, 28 Februari 2016 09:01
Cuitan LGBT Tifatul Sembiring, Joko Anwar: Anda Lebih Sakit
Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring vs Joko Anwar perang komentar di Twitter membahas LGBT

Dream - Cuitan mantan Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring kembali menuai kontroversi. Kejadian bermula saat Tifatul ikut membahas isu yang tengah hangat menjadi perdebatan masyarakat menegnai keberadaan kaum Lesbian, Gay, Bisual dan Transgender (LGBT).

Pada Kamis malam, 25 Februari 2016 Tiffatul menuliskan sejumlah cuitan dengan tagar #RenunganJumat. Tifatul mengutip sebuha hadist mengenai hukuman yang pantas ditimpakan pada pasangan sesama jenis.

" #RenunganJumat:
Nabi Saw bersabda: Siapa yang kalian dapati mengerjakan perbuatan kaum Luth (Homoseksual), maka bunuhlah..- HR. Ahmad" .

Nampaknya sejumlah orang menjadi gerah dan tidak sepakat dengan hal itu. Salah satunya, sutradara Joko Anwar yang kemudian ikut angkat bicara mengomentari isi Twitter Tifatul.

Kemudian secara tegas, Joko Anwar langsung melaporkan akun @tifsembiring ke media sosial milik Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Badrodin Haiti. Serta me-mention ke akun @DivHumasPolri.

Bahkan ia mendapat dukungan dari para followers-nya yang menganggap bahwa cuitan Tifatul dapat memicu kebencian. Serta menyebar provokasi yang mengatasnamakan ajaran agama.

Dalm salah satu unggahan, Joko Anwar secara frontal menuliskan " Dear @tifsembiring, anda lebih sakit dari yang banyak orang kira'.

Tapi sepertinya Tifatul tak gentar meskipun diserang banyak pihak. Pria berdarah Minang ini tetap percaya apa yang telah ia suarakan adalah kebenaran mutlak yang bersumber dari ajaran Alquran dan Hadist yang sahih.

" Dikasih Renungan Jumat ini, untuk direnungkan, dipikirkan. Sumbernya dari hadits Nabi SAW. Eh, kok malah ngelawan" .

(Ism) 

1 dari 3 halaman

Pompeii, Tragedi Kota 'Maksiat' yang Diazab Tuhan

Dream - Menjelang siang denyut Pompeii, belum sepenuhnya menyala. Warga kota megah di kaki Gunung Vesuvius, Italia itu masih terlelap sisa pesta semalam suntuk hari sebelumnya.

Nyaris menjadi kebiasaan warga kota, menggelar pesta mengumbar semua kegilaan duniawi. Semua jenis minuman ditenggak. Jangan tanya seberat apa kadar alkoholnya. Jiwa seperti terbang dari raga. Pergaulan bebas.

Namun, hari itu, 24 Agustus tahun 79 Masehi, penghuni Pompeii yang masih asyik di peraduan tersentak. Mata yang masih berat pun terpaksa terbuka ketika ranjang empuk bergetar hebat. Langit rumah ikut bergoyang.

Belum ada semenit, mereka kembali dikagetkan suara gemuruh yang turun dari gunung Vesuvius. Dalam sekejap, patung-patung besar dari perunggu berpose mesum, gedung teater, pemandian, arena gladiator serta rumah bordil --landmark termasyhur kota itu-- roboh.

Orang-orang tumpah ke jalanan dengan pandangan kosong tak berdaya. Mereka bertanya, " Apa yang sesungguhnya sedang terjadi?" tulis Pliny muda (pejabat dan penyair Romawi) menceritakan kisah menyeramkan itu lewat surat-surat bersejarahnya yang kemudian dilansir kantor berita Inggris, BBC.

Kengerian itu sejatinya baru dimulai, saat mata mereka terbelakak melihat batu besar terlempar ke langit beserta lahar panas yang kemudian menghujam bumi. Semua itu muntahan isi 'perut' gunung Vesuvius yang tengah murka.

Letusan itu berlangsung seharian. Tanpa ada peringatan serta jalan keluar, 20.000 orang penghuninya terjebak. Lahar panas yang berlimpah ruah memanggang Pompeii. Membumihanguskan semua tanda-tanda kehidupan.

Kota yang berdiri di bawah pemerintahan Kaisar Romawi Nero lenyap seketika. Terkubur lahar panas dan debu sedalam hingga tiga meter. Sejak itu Pompeii pun dilupakan orang.

 

2 dari 3 halaman

Dua Milenium Pompei Raib

Dream - Hampir dua millenium raib, Pompeii secara tak sengaja ditemukan pada 1748. Kala itu, sejumlah arkeolog mencari keberadaan artefak berharga dan harta karun di wilayah Campania, sebelah tenggara kota Napoli, Italia.

Ketika itulah misteri hilangnya kota Pompeii selama ribuan tahun akhirnya terbongkar. Bahkan lebih mengejutkan adalah artefak yang ditemukan tidak hanya berupa tembikar dan barang kuno, tetapi juga puluhan jasad dalam kondisi mengejutkan.

 Pompeii, Tragedi Kota Maksiat yang Diazab Tuhan© www.jenniferlynking.com

Ajaib! Jasad-jasad ditemukan dalam kondisi utuh nyaris tanpa kerusakan. Kita bahkan bisa menyaksikan mimik wajah warga Pompeii yang ketakutan saat menghadapi maut. Mayat-mayat dengan segala pose itu mengeras, membatu dan diawetkan oleh abu.

Dari penemuan ini terungkap karakteristik penduduk kota yang kaya raya pada waktu itu. Kota itu ternyata mengumbar perzinaan. Bahkan bisa diyakini telah menjadi surga bagi kaum homoseksual.

Pompeii penuhi dengan lokasi perzinahan atau prostitusi yang menyebar di segala penjuru kota. Bahkan saking banyaknya hingga susah membedakan tempat pelacuran umum dan kawasan rumah biasa.

 Pompeii, Tragedi Kota Maksiat yang Diazab Tuhan© Daily Mail/ Splash News

Diyakini, penduduk sering menggelar perzinaan di rumah-rumah, di jalan-jalan, bahkan hampir setiap rumah menjadi tempat pelacuran. Banyak ditemukan mayat–mayat bergelimpangan yang sedang melakukan maksiat, ada juga yang melakukannya dengan sejenis. Na’udzubiLLahi min dzalik.

 

3 dari 3 halaman

Aliran `Mithra`

Dream - Penduduk Pompeii pada saat itu dikatakan mengamalkan kepercayaan 'Mithra' yang menyakini bahwa alat kelamin serta persetubuhan tidak seharusnya dilakukan secara sembunyi tetapi harus dilakukan di tempat terbuka. Tak heran jika Pompeii dijuluki 'kota maksiat'.

Menurut ilmuwan dilansir Live Science, sebelum kota ini hancur terkubur, penduduk di waktu itu tidak menggubris tanda-tanda akan terjadinya letusan dashyat Gunung Vesuvius. Mereka tidak ambil pusing dengan gempa kecil dan besar yang mengeringkan sumur dan sumber mata air sebelumnya. Sementara anjing-anjing menggonggong sedih atas diamnya burung-burung.

 Pompeii, Tragedi Kota Maksiat yang Diazab Tuhan© Daily Mail/Splash News

 

Penghancuran Pompeii mirip dengan azab yang dialami kaum Nabi Luth AS yaitu penduduk Sodom atau Sadum yang dikisahkan dalam Alquran. Dituturkan dalam Alquran, penduduk Sodom melakukan berbagai kejahatan yang tidak biasa dilakukan oleh penjahat manapun.

Selain merampok dan berkhianat kepada sesama teman serta berwasiat dalam kemungkaran, penduduk Sodom melakukan maksiat yang belum pernah ada di muka bumi sebelumnya. Mereka melakukan perbuatan homoseks di kalangan lelakinya dan lesbian di kalangan wanitanya.

Kedua jenis kemungkaran ini begitu merajalela di dalam masyarakat sehingga merupakan suatu kebudayaan bagi penduduk Sodom.

" Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika ia berkata kepada kaumnya: " Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji itu sedang kamu melihat(nya). Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu(mu), bukan mendatangi wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak dapat mengetahui (akibat perbuatanmu)." (QS. an-Naml: 54-55).

Atas kemaksiatan yang melampaui batas itu, Allah menurunkan azab dengan gempa bumi, hujan batu panas dan petir yang memekakkan telinga. Bertebaran mayat-mayat yang dilaknat oleh Allah di kota Sodom.

" Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang- orang yang lalim." (QS. Hud: 82-83).

Meski telah lenyap berabad-abad yang lalu, jejak Kota Sodom ternyata masih dapat ditelusuri. Penelitian arkeologis mendapati, Kota Sodom terletak di tepi Laut Mati (dahulunya merupakan Danau Luth). Kota ini memanjang di antara perbatasan Israel-Yordania.

Temuan arkeolog ini diperkuat penelitian seorang geolog asal Inggris bernama Graham Harris. Graham dan timnya menemukan Sodom dibangun di pesisir Laut Mati dan penduduknya berdagang aspal yang tersedia di wilayah tersebut. Daerah pemukiman warga Sodom berupa dataran yang mudah diguncang gempa.

Di samping mendapati fakta Kota Sodom adalah zona gempa bumi, selama penggalian tim geolog menemukan banyak lapisan lahar dan batu basal bukti pernah terjadinya letusan gunung berapi dan gempa bumi maha dahsyat di pesisir Laut Mati.

Hancurnya Pompeii dan Sodom menjadi bukti kebesaran Allah yang kelak menurunkan azab ke umatnya yang tidak beriman. Seperti yang tertuang dalam surat Al-A'raf ayat 96:

" Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi jika mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya."

 

Beri Komentar