Ustaz Riza Muhammad (Foto : @ustdzrizamuhammad)
Dream - Ustaz Riza Muhammad marah saat dirinya dikabarkan telah bangkrut dan melarat usai telat membayar listrik telat. Ia tidak terima pemberitaan yang tidak benar tentang dirinya beredar di media-media online.
Menurut Riza, ia bukan melarat dan bangkrut karena tak bisa membayar listrik tapi ia hanya telat membayarnya. Karena itu, usatz kelahiran 1 Mei 1993 ini menjelaskan kembali soal pembayaran listrik rumahnya yang telat melalui unggahan video di akun instagramnya.
" Saya cuma mau klarifikasi. Gara-gara PLN, Ustaz Riza bangkrut. Bangkrut dari mana," saya mau meluruskan pemberitaan online yang tidak dipertanggungjawabkan," kata Ustaz Riza Muhammad pada video.

Foto : @ustdzrizamuhammad
Riza mengatakan pemberitaan yang menyebut dirinya bangkrut sangat tidak masuk akal hanya karena Rp5 juta pembayaran listrik rumahnya. Menurutya uang sebesar itu mudah ia dapatkan hanya menjual satu kursi rumahnya saja.
Tapi ia tidak melakukan karena memang pembayaran itu hanya tertunda bukan bangkrut atau pun melarat seperti pemberitaan.
" Gara-gara listrik saya diberitakan bangkrut, melarat. Masa iya lima juta rupiah, gara-gara listrik lima juta saya nggak bisa bayar. Padahal saya kan bisa jual kursi saya, kalau saya mau. Ini bukan tidak membayar, tapi tertunda karena ada hal. Tetap saya bayar kok dan ada uang," kata dia.
Suami dari Indri Giana meminta kepada media online untuk hati-hati memberitakan yang tidak benar. Dia bilang dia tidak pernah bangkrut dan berita di media sudah merugikan pihaknya.
" Jadi buat teman-teman seluruh media online, jangan memberitakan yang macam-macam. Karena sampai detik ini saya tidak pernah bangkrut. Pemberitaan ini sudah merugikan pihak kami," tuturnya.

" Lucu deh kalian media online yang memberitaan ustaz Riza bangkrut, nggak bisa bayar listrik, ustaz Riza melarat jangan begitu gitu dong. Itu semua tidak benar. Saya tidak butuh rasa kasihan dan bantuan karena semuanya keuangan kami bisa mengatasinya," imbuhnya.
Ayah dua anak ini meminta orang-orang yang tidak mengetahui tentang kronologis pembayaran listrik rumahnya untuk berkomentar.
Riza menegaskan kembali dirinya tidak ernah bangkrut dan tidak pernah melarat seperti pemberitaan di media online.
" Yang tidak tahu soal Bagaimana pembayaran listrik mendingan diam daripada berita tidak benar. Sekali lagi saya tidak pernah bangkrut, saya tidak pernah melarat hanya gara-gara bayar listrik Rp 5 juta," ucapnya. (mut)
View this post on Instagram
Dream - Ustaz Riza Muhammad mengalami kejadian kurang menyenangkan. Dia sempat didatangi petugas PLN lantaran menunggak pembayaran listrik sebesar hampir Rp5 juta.
Dia pun berang lantaran mendapat ancaman pemutusan dari petugas tersebut. Padahal, dia baru terlambat membayar lima hari dari batas waktu yang ditetapkan PLN.
" Beberapa kali petugas datang dengan kata-kata kalau tidak dibayar hari ini juga diputus. Itu ancaman bagi saya," kata Riza, dalam cuplikan siaran yang diunggah di Youtube.
Riza menyesalkan perlakuan dari petugas PLN tersebut. Seharusnya, PLN memberikan peringatan dan memberikan waktu toleransi, mengingat saat ini semua orang terkena dampak Covid-19 yang menyebabkan pendapatan menurun drastis.
" Saya telah lima hari, itupun datang kalau tidak bayar hari ini diputus. Itu bukan kalimat yang bijak ya, karena kita warga negara punya hak juga," kata dia.
Riza juga sempat hampir menuruti ancaman pemutusan tersebut lantaran saking kesalnya. Dia sampai meminta petugas PLN membongkar tiang listrik yang terpasang di halaman rumahnya.
" Ya enggak apa-apa (diputus), tiang listrik itu di dalam rumah saya. Dan itu tanah kekuasaan saya. Kalau memang dicabut hari ini, tiang listrik yang menerangi Barat dan Timur dicabut. Angkat dari halaman saya," kata dia.
Dia tidak peduli lagi dengan ancaman PLN. Meski dia sendiri tidak tahu akan seperti apa ke depan.
" Selanjutnya saya enggak tahu, saya tidak akan berhubungan dengan PLN lagi. Saya malu banget, saya belum pernah begini. Selanjutnya kalau mau putus, ya putus saja daripada ditagih seperti ini. Seperti saya punya utang enggak bayar-bayar, ini tekanan," kata dia.
Mengetahui Riza yang emosi, sang istri Indri Giani, mencoba menengahi. Dia pun membayar tunggakan tersebut.
" Saya akan bayar, entah uang dari mana, kita lunasi hari ini dan nanti ke depannya kita enggak bakal telat lagi," ucap dia.
Sumber: Pojoksatu
Dream - Ustaz Riza Muhammad mengaku kapok menjadi penceramah di luar negeri setelah sempat ditahan pihak imigrasi Hongkong. Kejadian tersebut telah membuatnya trauma.
" Trauma sampai sekarang, saya trauma," kata Riza Muhammad di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin, 25 November 2019.
Dengan pengalaman traumatis yang baru dialaminya, Riza mengatakan akan meminta pendampingan khusus manakala datang undangan menjadi penceramah di luar negeri. Dengan cara tersebut dia berharap takkan lagi mengalami kejadian penahanan tersebut.
Untuk sementara waktu, suami dari Indri Giana itu kemungkinan akan menolak dahulu permintaan mengisi ceramah di luar negeri. Riza hanya akan datang jika ada kejelasan dan pendampingan dari pijak Konjen Republik Indonesia mulai dari keberangkatan sampai tiba di lokasi pengundang.
" Kalau nggak ada kaya gitu saya nggak mau lagi," ungkapnya.
Semula Ustaz Riza akan kembali menghadiri undangan ceramah di Hong Kong pada bulan depan. Namun dengan sikapnya tersebut, Riza kemungkinan akan membatalkan undangan tersebut.
" April 2020 saya ada acara lagi di Hongkong, tapi dengan adanya kejadian ini saya trauma datengin Hongkong lagi," ujarnya.
Dream - Ustaz Riza Muhamamd mengaku tak menyangka bakal ditahan oleh pihak imigrasi Hong Kong. Padahal, dia datang untuk memenuhi undangan dua majelis talim untuk berceramah.
" Saya berangkat dengan asisten saya, dia lolos saat di imigrasi dan saya enggak lolos. Saya dibikin notice dan saya disuruh ke pinggir (oleh pihak imigrasi). Belum pernah saya digituin sama pihak imigrasi," ujar Riza di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin 25 November 2019.
Riza juga digiring ke ruang isolasi untuk interview. Dia ditanya seputar tujuannya datang ke Hong Kong. Namun, saat mengatakan tujuannya untuk menjadi penceramah, ia langsung mendapat surat penolakan.
" Saya dikirim ke ruang isolasi duduk sendiri di depan meja. Dikelilingi oleh police line, tulisannya Hong Kong Imigration. Aduh mati gue, ini kenapa saya enggak paham. Satu jam kemudian dia ngeluarin notice, saya baca itu penolakan untuk saya masuk ke Hong Kong," katanya.
Menurut dia, panitia pengajian sebenarnya sudah memberitahu imigrasi Hong Kong. Namun ternyata imigrasi Hong Kong tetap tidak mengizinkannya masuk. Riza tidak mengerti alasan apa yang membuatnya tidak diizinkan masuk Hong Kong.
" Saya katakan apa alasannya? Dia bilang 'ini alasan imigrasi. Anda tidak perlu tahu, siapapun tidak perlu tahu'. Kalau Hong Kong memulangkan seseorang atau ketidaksukaan itu alasan negara. Untuk menjaga keamaan'," imbuh dia.
Akhirnya ia minta dipulangkan ke Indonesia karena merasa tidak nyaman. Terlebih tidak ada perwakilan dari Indonesia baik dari pihak penyelenggara maupun pihak KJRI yang membantunya.
" Wah gila, emang gue teroris, saya bukan teroris. Saya enggak punya catatan kriminal, paspor saya bersih, saya tidak bersinggungan dengan pemerintah," imbuhnya.
Sampai akhirnya dia dipulangkan pada pukul tiga sire. Riza merasa kecewa karena tak ada satupun yang bisa membantunya.
" Bayangin tujuh jam warga negara tidak ada pendampingan, tujuh jam saya menunggu. Tidak ada satupun perwakilan Indonesia yang mendampingi saya, paling tidak saya dipulangkan, saya siap dipulangkan," imbuhnya.