Heboh Wakil Presiden AS, Kamala Haris Follow Akun BTS

Reporter : Amrikh Palupi
Jumat, 22 Januari 2021 12:21
Heboh Wakil Presiden AS, Kamala Haris Follow Akun BTS
Banyak penggemar BTS ikutan heboh.

Dream - Wakil Presiden AS, Kamala Haris membuat heboh jagad sosial media. Pasalnya wanita pertama menjadi wakil Presiden AS ini memfollow akun instagram grup boy band asal Korea Selatan BTS.

Kabar itu terungkap dari salah satu postingan akun twitter Mani yang langsung menyedot perhatian publik. Ia terkejut saat tahu Kamala Haris ternyata penggemar BTS.

" i just woke up and first thing i see Madame @VP Kamala Harris is that is following @BTS_twt on twitter Flushed facePurple heart," tulis akun tersebut dikutip Dream dari akun twitternya, Kamis 21 Januari 2021.

Kamala Haris follow BTS© Kamala Haris follow BTS

Beberapa penggemar bahkan memperhatikan playlist musik Harris yang juga menampilkan lagu hit BTS 'Boy With Luv' di Spotify-nya.

Tak sedikit dari penggemar BTS ikut bergembira karena orang nomer dua di Amerika Serikat ternyata mengidolakan boyband asuhan Big Hit Entertainment itu.

" OMG, hari ini menjadi lebih baik. Aku begitu bangga. Wakil Presidenku mengikuti BTS," tulis akun @MaryHNJ.

" Ah dia seorang penggemar!! Playlist Kamala Haris ada 'Boy With Luv,' Madam Vice President memiliki selera yang bagus," tulis @PphoenixK.

" Fakta bahwa Wakil Presiden kami mengikuti @BTS_twt, dia membuat pilihan yang bagus dan memiliki selera yang sempurna," tulis akun @RuinsBarry.

1 dari 6 halaman

Joe Biden Terpilih Jadi Presiden AS ke-46

Dream - Joe Biden akhirnya memenangi Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2020 dan akan menduduki kursi Presiden AS ke-46. Biden berhasil mengalahkan kandidat petahana, Donald Trump.

Berakhirnya penghitungan suara di Pennsylvania menjadi tonggak kemenangan Biden. Setelah penghitungan suara yang panjang dan melelahkan, Biden meraih 20 suara di Pennsylvania.

Data perhitungan Assosiated Press pada Sabtu, 7 November 2020 pukul 11.25 siang waktu setempat, 99 persen suara telah dihitung dan hasilnya, biden mendapatkan 284 suara. Dengan tambahan suara dari Pennsylvania, Biden berhasil melewati Electoral Vote yang ditetapkan sebesar 270 suara.

Kemenangan juga diraih Biden di Nevada. Dari negara bagian itu, Biden mendapatkan 6 suara, sehingga total perolehannya sebanyak 290 suara, meninggalkan Trump jauh dengan 214 suara.

2 dari 6 halaman

Ajak Rakyat AS Bersatu

Dalam menghadapi rintangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, rekor jumlah orang Amerika yang memberikan suara, membuktikan sekali lagi bahwa demokrasi berdetak jauh di jantung Amerika," ujar Biden dalam pernyataannya setelah hasil diumumkan.

Dengan hasil yang sudah ada, Biden menyerukan rakyat Amerika untuk menghentikan kemarahan dan retorika perdebatan. Dia pun mengajak semua orang untuk bersatu.

" Sudah saatnya Amerika bersatu dan pulih," kata Biden.

3 dari 6 halaman

Trump Tidak Terima

Dengan memilih Biden, rakyat Amerika telah mengganti seorang pengusaha real estate dan bintang televisi yang sebelumnya tak pernah punya pengalaman politik dengan veteran Washington yang telah berpengalaman selama lebih dari 50 tahun dan sudah dua kali gagal jadi presiden.

Trump adalah inkumben pertama yang gagal terpilih kembali sejak 1992 setelah Bill Clinton dikalahkan George HW Bush. Alih-alih menerima hasil Pilpres secara damai, Trump menolak untuk menyerah dan mengancam membawa hasil tersebut ke pengadilan.

Kemenangan Biden didorong oleh kaum wanita dan masyarakat kulit berwarna yang selama empat tahun memberikan perlawanan kepada Trump, yang dinilai sebagai sosok penghancur norma-norma demokrasi dan memicu sentimen rasial dan budaya.

Tetapi, perpecahan tampaknya masih terjadi dengan unjuk rasa dari pendukung Trump yang terus menerus mengklaim pemilihan telah dicuri. Bagi para pendukungnya, Trump tetap dinilai sebagai presiden pembela hukum dan ketertiban.

4 dari 6 halaman

Sejarah Baru AS, Punya Wapres Wanita dan Kulit Berwarna Pertama

Hasil ini juga menandai tonggak sejarah bagi Harris, 56 tahun, putri imigran Jamaika dan India. Harris akan menjadi wanita pertama dan wanita kulit berwarna pertama, yang menjabat sebagai Wakil Presiden.

Kehadirannya dalam pencalonan Demokrat merupakan balasan bagi Trump, yang menghabiskan empat tahun mengkambinghitamkan migran dan menyerang wanita dan komunitas kulit berwarna.

Hasilnya mengancam akan menimbulkan kekacauan di seluruh negeri, karena Trump dan kampanyenya terus membuat klaim tak berdasar atas penipuan pemilih dan berjanji untuk menantang hasil tersebut.

" Suara hukum menentukan siapa presiden, bukan media berita," kata presiden dalam sebuah pernyataan, yang dikirim saat dia bermain golf di lapangan golfnya di Virginia.

Sumber: The Guardian

5 dari 6 halaman

Dilantik Jadi Presiden AS, Joe Biden Siap Rilis Stimulus Rp26.610 T

Dream – Joe Biden baru saja dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat. Salah satu program kerjanya yang disorot adalah stimulus percepatan ekonomi AS dan penanganan pandemi Covid-19.

Tak tanggung-tanggung, nilai stimulus yang bertujuan untuk mendorong perekonomian Amerika Serikat dan menangani pandemi Covid-19 itu mencapai US$1,9 triliun, atau sekitar Rp26.610,64 triliun. 

Dikutip dari South China Morning Post, Kamis 21 Januari 2021, dalam kampanye pilpres tempo lalu, dia berjanji menangani pandemi Covid-19 lebih serius daripada Donald Trump. Dalam kampanyenya, Biden menyebut tidak bisa berdiam diri ketika melihat krisis ekonomi dan kesehatan yang terjadi akibat COVID-19.

Apalagi, lebih dari 385 ribu orang Amerika Serikat meninggal dunia akibat Covid-19. “ Kita harus bertindak sekarang,” kata dia.

Dalam program ini, Biden memang ingin memperbaiki perekonomian Amerika Serikat yang lesu akibat pandemi Covid-19. Dia juga ingin mempercepat vaksinasi dengan menganggarkan US$415 miliar untuk program tersebut, misalnya menguji hingga distribusi vaksin.

Biden juga akan membuka kembali sekolah-sekolah di negara-negara bagian untuk mencegah terjadinya PHK tenaga pengajar.

6 dari 6 halaman

Ini Rinciannya

Berikut ini adalah rincian stimulus yang siap diluncurkan oleh pemerintahan Joe Biden.

  1. Anggaran US$415 miliar (Rp5.812,32 triliun) untuk merespons Covid-19 dan vaksinasinya.
  2. Anggaran US$1 triliun (Rp14.005,6 triliun) untuk memberikan bantuan langsung tunai kepada rumah tangga.
  3. Anggaran US$440 miliar (Rp6.162,46 triliun) untuk membantu UKM dan masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Pemerintahan Biden juga akan meningkatkan jumlah uang yang diberikan kepada masyarakat Amerika Serikat dari US$1.400 (Rp19,61 juta) menjadi US$2 ribu (Rp28,01 juta). Upah minimum pun juga akan ditingkatkan menjadi US$15 (Rp210.084) per jam.

Beri Komentar