Vanessa Angel (Foto : Kapanlagi.com)
Dream - Vanessa Angel mengaku depresi setelah ditetapkan sebagai tersangka penyebaran video tidak senonoh. Dia bahkan mengaku takut bertemu dengan orang lain setelah terjerat kasus di Surabaya, Jawa Timur, itu.
" Aku lebih ke depresi ya kak, aku benar-benar takut ketemu orang," tutur Vanessa Angel dalam video cuplikan program Rumpi TransTV, dikutip Dream pada Selasa 22 Januari 2019.
" Aku tidak bernai keluar kamar selama dua minggu ini. Aku tidak berani lihat TV, aku tidak berani lihat medsos segala macam," tambah Vanessa.
Dia mengaku benar-benar bingung, trauma, takut, dan sedih. " Semuanya aku rasain gitu. Jadi benar-benar berat banget," imbuh artis 27 tahun tersebut.
Vanessa merasa orang-orang yang bertemu dengannya seolah melecehkan. Dia merasa banyak orang yang melihatnya dengan penuh kebencian.
" Aku merasa kalau aku jalan, kalau misalkan aku keluar, orang-orang lihat aku kaya seolah-olah aku kaya lagi t*lanj*ng gituh ka," kata tersangka yang dijerat dengan UU ITE tersebut.
Saking depresinya, mantan tunangan Didi Mahardika ini bahkan berpikir untuk mengakhiri hidupnya. " Aku sempat mikir aku lebih baik mati saja," kata dia.

Vanessa ingin keluarga besarnya memberi dukungan serta doa kepadanya. " Dukungan pasti. Doa, pelukan ya," kata Vanessa berkaca-kaca.
Mendengar jawaban Vanessa, Feni Rose yang menjadi host acara Rumpi menanyakan sosok yang bisa menenangkannya dengan pelukan saat masalah yang dialaminya saat ini.
" Siapa yang bisa memberikan pelukan itu dari keluarga kamu," tanya Feni Rose.

" Almarhum mamahku. Semuanya tentang mamah aku kangen," kata Vanessa berkaca-kaca.
Vanessa mengatakan kasus ini tidak akan terjadi seandainya sang bunda masih ada. Kepada sang mamalah dia bisa mencurahkan semua masalah di hadapannya.
" Pasti beda (kalau ada mamah). Ada yang membimbing aku, salah pasti di benerin sama mamah, ada tempat aku ngadu, ada tempat aku curhat, cari solusi dari masalah," kata Vanessa berkaca-kaca.