Anji Minta Maaf Sudah Bikin Kegaduhan

Reporter : Nur Ulfa
Rabu, 5 Agustus 2020 12:19
Anji Minta Maaf Sudah Bikin Kegaduhan
"Hasil pertemuan akan segera saya post".

Dream - Setelah namanya disorot karena mewawancari Hadi Pranoto soal obat herbal untuk Covid-19. Anji akhirnya bertemu dengan Dr. Tirta untuk berdiskusi terkait hasil wawancaranya dengan Hadi Pranoto.

Pertemuan Anji dengan Dr Tirta berlangsung di Gunung Puntang, Banjaran, Bandung.

" Hari ini saya bertemu dengan @dr.tirta , @dr.widihadian & @dr.fajriaddai . Dr. Tirta membawa nasihat untuk saya dari Kepala BNPB, Pak Doni Monardo, tentang hal yang terjadi beberapa hari belakangan. Sementara Dr. Widi dan Dr. Fajri sharing mengenai jurnal ilmiah, tentang tahapan sebuah temuan bisa menjadi obat," tulis Anji di akun instagramnya.

Anji sengaja mengajak Dr Tirta ke Gunung Puntang karena memang saat ini ia sedang membuat acara bersama pecinta alam.

" Saya mengajak Tirta untuk diskusi di Gunung Puntang, karena saya sedang ada acara Bebersih Puntang bersama komunitas Pecinta Alam. Acaranya sendiri sudah direncanakan sejak jauh hari," ucap Anji.

Dari hasil diskusi bersama Dr Tirta, Anji menyadari apa yang telah ia perbuat bersama Hadi Pranoto cukup meresahkan banyak orang. Ia pun meminta maaf karena sudah membuat kegaduhan

" Maaf atas kegaduhan yang terjadi. Hasil pertemuan akan segera saya post," katanya.

1 dari 4 halaman

Namanya Lagi Disorot, Anji: Ini Momen Filter Teman

Dream - Nama Anji, mantan vokalis Drive menjadi perbincangan nasional. Anji dilaporkan ke polisi Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidi, atas wawancara dalam konten Youtubenya Dunia Manji terhadap Hadi Pranoto. Wawancara pria yang mengklaim sebagai profesor terkait obat herbal untuk penangkal Virus Corona.

Rupanya Anji juga mendapat teguran dari teman-temannya. Ia pun sudah mencatat siapa-siapa saja orang yang menentang ataupun setuju dengan video yang sempat viral itu.

" Saya mencatat siapa saja yang bersuara dan beropini menentang/setuju dengan apa yang saya lakukan. Cara menegur, cara mengkritisi, cara menyindir," ujar Anji di instagram story.

Tak dipungkiri juga kata Anji, ada orang-orang terdekatnya yang mengirimkan pesan hanya untuk marah-marah kepadanya terkait hal ini.

anjii© Instagram



" Ada yang langsung chat WA marah-marah, tapi esensinya baik. Saya sangat hargai," katanya.

Meski videonya bersama Hadi Pranoto lebih banyak menimbulkan kontra, bagi Anji justru momen ini dipakai untuk menyaring orang-orang yang baik kepadanya dan mana yang tidak baik.

Ia juga berjanji akan menyelesaikan semuanya secara baik.

" Saya akan menyelesaikan semua ini dengan baik. Tunggu beberapa hari ke depan. Dan ini adalah momen untuk memfilter teman," ungkap Anji.

2 dari 4 halaman

Deretan Alasan Kenapa Anji dan Hadi Pranoto Dilaporkan ke Polisi

Dream - Musisi Anji dan 'Profesor' Hadi Pranoto dilaporkan polisi usai video yang diunggah di channel YouTube Anji berjudul 'Bisa Kembali Normal? Obat Covid-19 Sudah Ditemukan!! viral.

Keduanya dilaporkan atas tuduhan menyebarkan berita bohong dan dianggap meresahkan. Anji dan Hadi Pranoto dilaporkan advokat dan praktisi hukum yang juga Ketua Umum Cyber Muannas Alaidid.

" Jadi hari kedatangan kita ini ingin melaporkan secara resmi konten YouTube milik Anji yang durasinya sekitar 35 menit, berkaitan dengan interview konon seorang profeser bernama Hadi Pranoto yang kabarnya dia mengaku menemukan obat covid-19," ujar Muannas Alaidid seperti dilansir Liputan6.com, Selasa 4 Juli 2020.

" Konten itu sempat viral dan belakangan di take down, karena bisa jadi kontroversial dan banyak dikecam banyak pihak termasuk akademisi, dari para ahli, ikatan dokter, menteri kesehatan, influencer serta masyarakat luas," imbuhnya.

Anji dan Anji© Anji dan Anji

Muannas menjelaskan, ada beberapa point yang ingin diperkarakan olehnya. Yang pertama soal tes Swab dan Rapid test yang dilakukan oleh Hadi Pranoto.

Ia mengklaim bisa melakukan dua tes tersebut dengan harga yang sangat murah, jauh dengan biaya Swab tes dan Rapid Tes yang selama ini dilakukan di rumah sakit.

" Pernyataan yang dianggap kontroversial si dokter menyebut penanganan rapid tes dan swab tes yang kabarnya dia punya teknologi atau digital teknologi yang biayanya cukup 10 ribu dan 20 ribu. Padahal di rumah sakit yang digunakan sebagai syarat perkembangan sejumlah rakyat, biaya bisa ratusan ribu hingga jutaan," ucapnya.

Muannas mengatakan pernyataan Hadi Pranoto sangat berbahaya. Sebab, pendapatnya bisa membuat penilaian kepada publik. Ia menduga membuat keuntungan dari swab dan rapid tes.

" Jangan sampai publik percaya dengan keterangan seperti itu kemudian menilai bahwa masyarakat dibodohi dan diperas pihak rumah sakit atau pihak tertentu yang dianggap mengambil keuntungan dari swab atau rapid tes, ini kan kemudian yang meresahkan," kata Muannas.

3 dari 4 halaman

Penemuan Obat

Selain itu Muannas juga mempermasalahkan penemuan obat corona covid 19. Sebab, dari pernyataan dari Hadi yang mengatakan menemukan obat corona di tentang oleh IDI (Ikatan Dokter Indonesia).

Pasalnya sampai detik ini dunia kesehatan belum menemukan obat untuk virus yang berasal dari Cina Wuhan itu.

" Sampai hari ini belum ada obatnya, tapi si profesor mengatakan di dalam interviewnya memastikan ia bisa menyembuhkan korban hingga sehat. Pada saat closing statement Anji terkesan, ada penggiringan opini publik dia sudah meminum itu badannya sehat. Kemudian dia melakukan salaman. Ini kan kontra produktif dengan yang disampaikan pemerintah tentang jaga jarak, social distancing dan sebagainya," kata Muannas.

4 dari 4 halaman

Anji Dilaporkan

Anji ikut dilaporkan karena ia sebagai pemilik kanal ikut menyebarkan berita bohong. Tak hanya itu, Muannas juga menduga ada kepentingan Anji dalam video itu.

" Anji pemilik chanel YouTube yang menyebarkannya video tersebut. kegiatan itu juga dilarang di pasal 28 ayat 1 UU ITE dikatakan barang siapa yang menyebarkan berita bohong yang dapat merugikan konsumen, ada dugaan ketika itu disampaikan seperti ada penjualan produk barang dagangan herbal," kata Muannas.

Sedangkan untuk Hadi Pranoto, Muanas mempermasalahkan pasal 14,15 UUD Tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong.

" Untuk Hadi Pranotoo kita kenakan pasal UUD 14,15 UUD no 1 THN 46 soal larangan menyebarkan berita bohong, nanti akan diuji keterangan dia. Betulkah dia katanya menganggap ilmuwan salah satu dari 4 ilmuwan tim medis yang menemukan covid ini, kan harus diuji," kata Muannas.

(Sumber : Sapto Purnomo/Liputan6.com)

Beri Komentar