Mengharukan, Salam Perpisahan Sang Cucu BJ Habibie

Reporter : Cynthia Amanda Male
Kamis, 12 September 2019 12:14
Mengharukan, Salam Perpisahan Sang Cucu BJ Habibie
Ini curhatan salam perpisahan dari cucu almarhum BJ Habibie.

Dream - Cucu BJ Habibie, Farrah Azizah Habibie, menuliskan salam perpisahan haru untuk eyangnya. Lewat unggahan inststory di akun Instagramnya, sang cucu menjanjikan satu hal untuk sang eyang. 

Mengunggah foto saat berpose bersama eyang BJ Habibie, Farrah menunjukan tulisan penuh cintanya untuk sang presiden ketiga Indonesia tersebut. 

I promise I’ll make you proud Eyang. I love you forever, you’re with Eyang Putri now. (Aku janji akan membuat Eyang bangga. Aku sayang Eyang selamanya, sekarang Eyang bersama Eyang Putri),” tulisnya dikutip Dream, Kamis 12 September 2019.

 BJ Habibie

Di unggahan Instagram Story terakhir, Farrah sempat mengucapkan terima kasih untuk doa dan kata-kata yang dihantarkan untuk Presiden pada era 1998-1999 itu.

“ Thank you everyone for your kind words and prayers. (Terima kasih semuanya atas semua ucapan dan doa),” tutupnya.

 BJ Habibie

1 dari 5 halaman

Mengenang BJ Habibie di Lagu Iwan Fals

Dream - Lagu Iwan Fals berjudul Oemar Bakri akan dikenang. Di lagu ini, Iwan menceritakan kisah gurupendidikan, dan pengabdiannya.

Tapi, Iwan menyisipkan satu nama spesial: Habibie. Ya, tentu saja Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie.

Oemar Bakri/ Oemar Bakri// bikin otak orang seperti otak Habibie.

Sosok Habibie, memang punya citra spesial di zaman Orde Baru. Orang cerdas, profesor pembuat pesawat.

Segala pencapaian Habibie itu bukan mendadak ada. Dia mendapat dukungan dari keluarga untuk meraih pendidikan tertinggi.

2 dari 5 halaman

Ibu dan Rudy

Putra pasangan Tuti Marini Puspowardojo dan putra daerah Gorontalo, Haji Alwi Abdul Jalil Habibie. Pernikahannya dengan Haji Alwi, yang diangkat sebagai ahli pertanian di Afdeling Pare-pare, membawa putri keraton Yogyakarta itu terbang ke Bumi Celebes.

Di sanalah, keluarga ini berkembang. Delapan anak lahir. Dua diantaranya, Habibie, atau disapa Rudy, dan adiknya, Junus Effendi, atau Fanny.

Keluarga Tuti dan Haji Alwi dikenal punya latar belakang pendidikan yang kental. Tapi, nuansa mistis tetap muncul.

Habibie kecil pernah `dibeli` secara simbolis oleh Raja Barru dengan sebilah keris. Perkaranya, wajah Rudy mirip dengan sang ayah. Kepercayaannya, jika anak punya wajah yang khas dan mirip dengan sang ayah akan menimbulkan malapetaka.

Habibie tumbuh besar dengan perjuangan. Saat kelas kelas 2 Concordante HBS, Haji Alwi meninggal dunia.

Tuti masih melihat harapan besar pada anak-anaknya sehingga ia memutuskan menyekolahkan Rudy di Bandung agar mendapat pendidikan yang lebih baik.

3 dari 5 halaman

Permintaan ke Soeharto

Habibie menempuh pendidikan di Bandung. Hingga remaja dia berkuliah di Universitas Indonesia Bandung (sekarang Institut Teknologi Bandung) dengan bidang pesawat terbang. Tuti sempat ingin menyekolahkan Habibie ke Jerman dengan biaya sendiri.

Selama berkuliah, Habibie tak mendapat uang beasiswa. Bukan karena tak pandai, namun tekad Tuti. Akibat mengandalkan orangtua, Habibie pernah terserang tuberkolosis.

Kelar Sarjana Strata 3 di usia 28 membuat Habibie masuk radar Soeharto, Presiden ke-2 Indonesia. Pada 28 Januari 1974, Habibie dipanggil ke Cendana.

Soeharto memberi permintaan khusus ke Habibie. Sang Jenderal Penuh Senyum meminta Habibie mengembangkan industri penerbangan. Dari sinilah lahir Industri Pesawat Terbang Nasional (IPTN), cikal bakal PT Dirgantara Indonesia (Persero) PTDI.

Ada satu permintaan yang diberikan Habibie. Dia tak mau IPTN dibiayai dari utang luar negeri.

4 dari 5 halaman

Cinta Bersama Ainun

Selain karirnya sebagai ilmuwan, Habibie juga merangsek sebagai politikus. Pasca menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi Indonesia, Habibie menjadi wakil presiden Indonesia ke-7.

Dia mendapingi Soeharto yang menjabat Presiden. Sosok Habibie jugalah yang kemudian mendapat tampuk sebagai presiden pasca mundurnya Soeharto.

Tapi, masa jabatan yang dipegang Habibie tak lama. 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999. Kala itu, BJ Habibie juga memutuskan referendum untuk Timor Timur.

Tak lagi menjabat presiden, Habibie tinggal dan melanjutkan karir sebagai ilmuwan di Jerman. Dia kembali ke Tanah Air di era kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono.

Dia juga mendirikan Habibie Center. Kisah cintanya dengan sang istri, Hasri Ainun Besari atau Bu Ainun juga menjadi sorotan. Rasa cinta yang mendalam terhadap Ainun terlihat ketika dia menemaninya berobat hingga tutup usia.

Kisah cinta ini juga dibuat versi film, Habibie dan Ainun. Sepeninggal Ainun, Habibie kerap berbagi kisah inspiratif. Meski kondisinya tak lagi muda.

5 dari 5 halaman

Duka Itu...

Kondisi kerap naik dan turun. Kesehatannya selalu dibarengi berita hoaks kematian. Puncaknya, 1 September 2019. Habibie masuk RSPAD Gatot Soebroto.

Di sanalah Sang Bapak Teknologi Indonesia tiada.  " Saya harus menyampaikan ini, bahwa ayah saya, Presiden ke-3 RI, BJ Habibie meninggal dunia pukul 18.05 WIB," ujar putra bungsu Habibie, Thareq Kemal Habibie di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu, 11 September 2019.

Thareq mengatakan, salah satu penyebab " Bapak Teknologi Indonesia" itu berpulang yakni karena penyakit jantung.

" Jantungnya sudah berhenti beraktivitas, seperti yang saya bilang, karena umur dan aktivitas yang banyak," ucap dia.

Presiden Joko Widodo pun kesan dengan sosok pria yang kerap disapa Eyang Habibie itu. Selain sebagai ilmuwan kelas dunia dan politikus, Habibie juga dikenal sebagai negarawan.

" Selalu setiap persoalan-persoalan di negara kita baik ekonomi kebangsaan, beliau selalu langsung menyampaikan solusinya jalan keluarnya kadang beliau ke istana, atau saya yang datang ke rumah Pak BJ Habibie, saya rasa beliau adalah negarawan yang patut dijadikan contoh suri tauladannya," kata Jokowi.

Selamat jalan Eyang Habibie. Semoga ilmu yang kau sumbangkan ke negara ini terus mengalir. (ism) 

Beri Komentar
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham