Doa Titi Kamal untuk Korban Penembakan di Masjid Selandia Baru

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Minggu, 17 Maret 2019 13:26
Doa Titi Kamal untuk Korban Penembakan di Masjid Selandia Baru
Ia membuat unggahan ini.

Dream - Aksi terorisme yang menimpa umat muslim di Christchurch, Selandia Baru pada Jumat, 13 Maret 2019 menyisakan duka yang mendalam. Dilaporkan 50 orang terbunuh dan 50 lainnya terluka.

Penembakan yang dilakukan oleh warga Australia itu menyerang jamaah shalat Jumat di Masjid Al Noor dan Lindwood Islamic Center. Seakan masih kurang, tersangka juga menyiarkan aksi keji tersebut lewat live streaming Facebook.

Peristiwa itu mengundang simpati dari para tokoh dunia, mulai dari penyanyi Maher Zein hingga selebriti Kylie Jenner. Artis Indonesia juga ikut iba, salah satunya Titi Kamal.

Lewat postingan Instagram, ia menunjukkan rasa belasungkawa terhadap para korban. Ia mengunggah foto berwarna hitam yang bertuliskan, 'Kita hanya milik Allah, dan hanya kepada-Nya kita kembali.'

Istri Christian Sugiono itu juga menuliskan perasaannya lewat keterangan foto.

"Hati saya hancur mendengar berita di New Zealand. Innalilahi wa inna ilaihirojiun. Turut berdukacita untuk keluarga yg ditinggalkan. Mohon jangan terprovokasi. Tetap tegakkan perdamaian di bumi ini," tulis Titi.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Titi Kamal (@titi_kamall) on



Unggahan tersebut mengundang komentar positif dari para netizen. Banyak yang ikut mendoakan keluarga korban atas peristiwa tersebut.

"Semoga mereka masuk syurga. Keluarganya Diberi kesabaran Dan Yg melakukan dihukum," ujar @heli.setiawati.

"inshaa Allah syahid, pelakunya akan mendapat azab yg pedih di dunia dan akhirat aamiin ya Rabb," balas @suciitqiahlasti.

"Aamiin YRA..." akun @entin8310 menimpali.

1 dari 4 halaman

Kesaksian Orang Terakhir yang Keluar Hidup-Hidup dari Masjid Selandia Baru

Dream - Cerita mengerikan tentang teror penembakan di Selandia Baru disampaikan Ramzan Ali, saksi mata yang berada di Masjid Al Noor. Dia adalah orang terakhir yang berhasil keluar hidup-hidup dari masjid di Dean Ave, Christchurch, tersebut.

" Bisa dibilang aku diberkati. Aku beruntung. Allah melindungiku," kata Ramzan Ali, dikutip Dream dari laman New Zealand Herald, Sabtu, 16 Maret 2019

Sebanyak 49 orang dinyatakan meninggal dunia akibat penembakan brutal di dua masjid di Kota Christchurch. Sebanyak 30 di antaranya meninggal dalam serangan di Masjid Al Noor, Dean Ave, yang terletak di dekat Hagley Park. Sementara 48 orang terluka akibat serangan biadab teersebut.

Setelah penembakan membabi-buta itu, polisi setempat menangkap tiga pria dan satu wanita. Pemerintah setempat menyebut penembakan itu sebai serangan teroris.

Saat serangan itu, Ramzan Ali tengah menjalankan sholat Jumat di Masjid Deans Ave. Pria 62 tahun itu memperkirakan ada 300 Muslim di masjid tersebut. Menurut dia, khutbah jumat baru saja dimulai saat penembakan terjadi.

" Aku melihat orang-orang berlarian ke semua pintu. Untuk mengeluarkan 300 orang dari pintu tidak mudah, dari dua pintu, karena dia [penembak] masuk melalui pintu utama, dan ada dua pintu lagi di samping," kata Ali.

Dia tiarap di belakang bangku, meskipun Ali tahu kakinya tetap saja kelihatan. " Dia mulai menembak, dor, dor, dor. Sepupuku duduk di sampingku dan dia menembak kakinya."

Tembakan sempat berhenti dan terdengar lagi sebanyak tujuh letusan. Rupanya jeda tembakan merupakan waktu penembak mengisi kembali amunisi.

" Aku berpikir, 'Ya Tuhan, aku berharap dia kehabisan pelurunya. Aku berharap dia kehabisan peluru," ujar Ali.

Saat itulah Ali berpikir menjadi waktu tepat untuk menyelamatkan diri keluar dari masjid. Seorang pria duduk di dekat pintu utama dan memberinya isyarat kepadanya untuk mendekat.

" Dan apa yang [penembak] lakukan, dia menembaknya pada bagian dada. Tepaat di depanku," tutur Ali.

2 dari 4 halaman

Temuan Mengejutkan di Dalam Mobil Pelaku Penembakan Masjid Selandia Baru

Dream - Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, menyebut penembakan di dua masjid di Kota Christchurch pada Jumat siang waktu setempat sebagai serangan teroris.

" Sangat jelas bahwa ini hanya bisa dijelaskan sebagai serangan teroris," kata Ardern, dikutip dari New Zealand Herald, Jumat 15 Maret 2019.

Ardern mendasarkan pernyataannya pada pola serangan yang rapi. Menurut dia, serangan tersebut sudah disiapkan dengan matang. " Dua alat peledak ditemukan di kendaraan tersangka dan sudah dilucuti," kata dia.

Sebanyak empat orang ditangkap terkait serangan ini. Meski keempat tersangka tidak masuk dalam daftar pengawasan terorisme, Ardern menyatakan hal itu tidaklah masalah.

" Saat ini ada empat orang yang telah ditangkap, tetapi tiga orang terkait serangan ini dan sudah ditahan, salah satu dari tiga orang ini mengaku lahir di Australia," kata Ardern.

3 dari 4 halaman

Terkuak! Ini Motif Pelaku Penembakan di Masjid Selandia Baru

Dream - Polisi telah menangkap empat pelaku teror di dua masjid di Christchruch, Selandia Baru. Para pelaku terdiri dari tiga pria dan satu wanita.

" Polisi tidak mengetahui adanya tersangka lain di daerah ini, tetapi tidak akan menganggap tidak akan ada tersangka lebih lanjut," kata Kepala Kepolisian Selandia Baru, Mike Bush, dikutip dari Global TimesJumat 15 Maret 2019.

Bush mengatakan, polisi setempat juga telah menemukan dan menetralkan sejumlah alat peledak improvisasi (IED) yang terpasang pada kendaraan.

Sementara itu, laman The Local melaporkan, seorang teroris yang ditahan menyebut aksinya dilakukan karena `balas dendam` atas kematian seorang gadis di Swedia yang berusia 11 tahun dalam serangan teror Stockholm pada 2017.

Teroris itu disebut-sebut tergabung dalam kelompok ekstrimis sayap kanan. Salah satu teroris diidentifikasi sebagai pria kelahiran Australia yang menulis telah merencanakan aksi itu hingga dua tahun.

Dokumen setebal lebih dari 70 halaman yang dikutip oleh media Australia dipenuhi dengan referensi `white power`, menyebut imigran sebagai " penjajah asing" , dan menggambarkan serangan itu sebagai upaya untuk " menciptakan suasana ketakutan" .

Tersangka kelahiran Australia, dilaporkan menggambarkan dirinya sebagai seorang rasis dan fasis. Merujuk pada teroris dan pembunuh massal asal Norwegia, Anders Behring Breivik dan, Swedia, Anton Lundin Pettersson, yang menewaskan tiga orang dalam serangan terhadap sekolah di Trollhättan pada 2015.

4 dari 4 halaman

Senjata Penembak Masjid di Selandia Baru Bertuliskan Nama

Dream - Penembakan terhadap orang-orang Muslim di dua masjid Christchurch, Selandia Baru, menyedot perhatian dunia. Brenton Tarrant diketahui sebagai pelaku penembakan yang menewaskan 49 orang.

Dikutip dari Metro.co.uk, Sabtu 16 Maret 2019, dia ditangkap bersama dua orang lainnya bersama bahan-bahan peledak. Dikabarkan bahwa Tarrant cs ini merencanakan aksi teror secara hati-hati.

Hal yang menarik perhatian media adalah senjata yang digunakan pelaku penembakan. Ada nama-nama yang ditulis di senjata hitam. Nama itu ditulis dengan tinta putih,

Usut punya usut, ternyata nama yang ditulis merupakan nama tokoh dan peristiwa bersejarah.

1. Vienna 1683: Pertempuran Vienna antara orang-orang Kristen dengan orang Turki.

2. Feliks Kazimiers Potocki: seorang pemimpin militer Polandia yang teratur memerangi Tatar dan Turki.

3. Josue Estebanez: warga Spanyol yang merupakan korban pembunuhan.

4. Acree 1189: Pengepungan Acree ketika Raja Guy dari Yerusalem bentrok dengan pimpinan Muslim di Suriah dna Mesir, Saladin.

5. Iosif Gurko: seorang marsekal Rusia selama perang antara Rusia dan Turki.

6. Sigismund of Luxemburg: Kaisar Romawi, Raja Hongaria, Kroasia, Jerman, Bohemia, dan Italia pada abad ke-15.

7. Sebastiano Venier: pemimpin Pertempuran Lepanto melawan Turki pada 1571.

8. Marcantonio Colonna: Laksamana armada Kepausan di Pertempuran Lepanto

9. Khotyn 1621: pertempuran Polandia melawan Turki

10. Vac 1684: pertempuran Kaisar Ottoman melawan Romawi Suci.

(mut)

Beri Komentar
Bukan Pertama Kali, Ini Deretan Kebrutalan Anjing Milik Bima Aryo