Istri Penyerang Timnas Indonesia Meninggal Dunia

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 20 November 2019 12:12
Istri Penyerang Timnas Indonesia Meninggal Dunia
Diduga meninggal karena infeksi paru-paru.

Dream - Lelhy Arief Spaso, istri penyerang timnas sepak bola Indonesia dan Bali United, Ilija Spasojevic, meninggal dunia. Lelhy meninggal dunia pada Rabu, 20 November 2019 dini hari.

Kabar duka meninggalnya Lelhy diunggah Bali United FC.

"Segenap keluarga besar Bali United mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya salah satu dari keluarga kita, Lelhy Arief Spasojevic istri tercinta dari @spaso_87. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa," tulis akun tersebut.

Dilaporkan Liputan6.com, Lehly meninggal karena menderita penyakit infeksi paru-paru. Istri Ilija tersebut dirawat di ICU RS Siloam sejak beberapa hari lalu.

Spaso, panggilan Ilija, bahkan sempat absen berlatih bersama Bali United. Pelatih Stefano Teco mengungkapkan, Spaso dia ada urusan keluarga.

Spaso merupakan pemain penting di skuat Bali United. Selama musim Shoppe Liga 1 2019/2020, dia sudah mencetak 13 gol.

Spaso juga tercatat sebagai pemain timnas usai resmi menjadi WNI pada 2017. Selama menjadi pemain Timnas, Spaso mencatatkan 4 gol dari lima laga yang dia mainkan.

1 dari 5 halaman

Penyebab Penyakit Enchapilitis yang Merenggut Nyawa Pemain Timnas U-16

Dream - Atlet sepak bola muda kebanggaan Tanah Air, Alfin Lestaluhu, meninggal dunia pada Kamis, 31 Oktober 2019 malam. Remaja yang bergabung dalam timnas Indonesia U-16, menurut PSSI menderita penyakit encephalitis (infeksi otak) dengan hypoalbumin.

Alfin menghembuskan napas terakhir pada Kamis malam sekitar pukul 22.11 WIB di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Dikutip dari Liputan6.com, sebelumnya pada 29 September 2019 lalu di Ambon, Alfin mengeluh sakit kepala hebat dan dirawat di RS Royal Progress.

Sederet usaha medis sudah dilakukan. Sayang, nyawa Alfin tak tertolong dan meninggal dunia karena infeksi otak.

" Telah berpulang menghadap Sang Pencipta, Alfin Farhan Lestaluhu. Semoga amal ibadah dan segala kebaikan diterima Tuhan Yang Maha Esa," tulis PSSI di akun Instagramnya.

2 dari 5 halaman

Apa itu Penyakit Enchapilitis?

Dikutip dari Honestdocs, encephalitis merupakan peradangan (inflamasi) pada otak. Kondisi peradangan ini paling sering disebabkan oleh masuknya (infeksi) virus, namun dapat juga disebabkan oleh bakteri, jamur atau parasit yang menyerang otak. Paparan bahan kimia atau reaksi autoimun juga dapat menyebabkan encephalitis.

Berbagai contoh patogen (agen penyebab penyakit) yang dapat menyebabkan encephalitis antara lain:
- Virus, seperti rabies, herpes, mumps, measles, chickenpox, HIV, dan sebagainya
- Bakteri, seperti bakteri yang menyebabkan penyakit sifilis dan tuberculosis
- Jamur, seperti paling sering disebabkan oleh candida
- Parasit, seperti toxoplasma
- Bahan kimia, seperti alcohol dan penggunaan obat-obatan tertentu
- Penyakit autoimun, seperti : Rasmussen’s encephalitis
- Kanker atau keganasan

 Beragam Sakit Kepala yang Tidak Boleh Diabaikan

Istilah untuk menyebut encephalitis yang disebabkan oleh infeksi virus disebut viral encephalitis, sedangkan encephalitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri adalah bakterial encephalitis. Proses infeksi dapat terjadi secara primer maupun sekunder. Pada infeksi primer, pathogen tersebut langsung menyerang otak.

Sementara pada infeksi sekunder, pathogen tersebut menyerang daerah lain selain otak dan tidak dapat dihancurkan oleh sistem imun tubuh, akibatnya dapat menyebar ke otak dan menimbulkan peradangan di otak. Timbulnya gejala encephalitis pada infeksi sekunder, biasanya terjadi sekitar 2-3 minggu setelah infeksi awal terjadi.

 

3 dari 5 halaman

Faktor Risiko

Apakah encephalitis dapat menular? Jawabannya tergantung dari penyebab terjadinya enesefalitis itu sendiri.

Sebagai contoh, bila disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks, maka dapat menular dari satu orang ke orang lain melalui kontak langsung. Akan tetapi apabila disebabkan oleh paparan bahan kimia atau penyakit autoimun, maka encephalitis tidak akan menular ke orang lain.

 Penyebab dan Gejala Meningitis, Jangan Disepelakan!

Encephalitis dapat terjadi pada semua orang, faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain:
- Usia
Golongan usia tertentu lebih rentan terkena yang disebabkan oleh patogen tertentu. Sebagai contoh, viral encephalitis yang disebabkan oleh virus herpes simpleks lebih sering pada kelompok usia 20-40 tahun.

- Kemampuan sistem imun tubuh
Pasien yang menderita HIV/AIDS atau mengalami gangguan sistem imun lainnya, lebih mudah terserang encephalitis.

- Daerah geografis dan musim
Beberapa jenis encephalitis dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk yang berada di daerah tertentu; terutama pada musim semi, musim panas dan musim gugur.

 

4 dari 5 halaman

Gejala Encephalitis

Pada bayi, dapat dicurigai terkena ensefalitis melalui pola makan yang buruk, sangat rewel dan terus menerus menangis, mual dan muntah, ubun-ubun yang menonjol, dan tubuh yang kaku. Bayi harus segera dibawa ke dokter untuk mendapat pengobatan yang tepat.

Pada anak-anak dan orang dewasa, gejala encephalitis ringan bisa saja tidak menimbulkan gejala sama sekali atau hampir mirip dengan gejala flu, seperti : demam, nyeri kepala, lemas, nyeri otot dan sendi, nyeri tenggorokan, kaku pada leher dan punggung, nafsu makan menurun, mual dan muntah, tidak dapat berdiri tegak, gangguan koordinasi gerak, serta sangat sensitif terhadap cahaya.

 6 Titik Ajaib di Tubuh Untuk Hilangkan Sakit Kepala Tanpa Obat

 

Akan tetapi pada kasus yang lebih berat, encephalitis dapat mengancam nyawa. Keluhan yang timbul seperti : kejang, kelumpuhan, hilang ingatan, delirium dan halusinasi, gangguan penglihatan, gangguan berbicara dan pendengaran, gangguan orientasi tempat dan waktu, gangguan kesadaran.

Encephalitis berbeda dengan meningitis atau radang selaput otak, walaupun tidak jarang keduanya terjadi bersamaan. Gejala encephalitis hampir mirip dengan meningitis, sehingga sulit dibedakan.

Selengkapnya baca di sini

5 dari 5 halaman

PSSI Sebut Alfin Lestaluhu Meninggal lantaran Encephalitis

Dream - Alfin Lestaluhu, pemain Tim nasional U-16, meninggal dunia pada Kamis (31/10). Dalam unggahan di situs resminya, PSSI mengungkap Alfin meninggal lantaran encephalitis (infeksi otak) dengan hypoalbumin.

Alfin Lestaluhu menghembuskan napas terakhir pada Kamis malam sekitar pukul 22.11 WIB di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta.

Alfin Lestaluhu Meninggal, Fakhri Husaini dan Indra Sjafri Ungkap Duka yang Mendalam

 Alfin Lestaluhu


Keluarga besar PSSI mendoakan yang terbaik untuk Alfin dan keluarga. Kita sangat kehilangan. Terima kasih atas sumbangsih Alfin untuk tim nasional Indonesia,” kata Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destira, di situs resmi PSSI.

Di situs tersebut, PSSI juga telah mendapatkan informasi penyebab meninggalnya Alfin Lestaluhu dari hasil diagnosis dokter. Pemain asal Tulehu tersebut mengalami infeksi otak dengan hypoalbumin.

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik