Pejudo Indonesia Didiskualifikasi karena Pakai Hijab

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 8 Oktober 2018 20:36
Pejudo Indonesia Didiskualifikasi karena Pakai Hijab
Miftahul terganjal aturan federasi judo internasional.

Dream - Atlet judo putri Indonesia, Miftahul Jannah yang berlaga di Asian Para Games 2018 didiskualifikasi wasit karena menolak melepas jilbab.

Rencananya, Miftahul akan turun di kelas judo blind 52 kilogram melawan atlet Mongolia, Gantulga Oyun di JIEXPO Kemayoran, Senin, 8 Oktober 2018.

Larangan wasit itu berdasarkan aturan yang berlaku. Aturan itu mengatur keselamatan yang mengharuskan setiap atlet judo bertanding tanpa penutup kepala.

" Dia sudah memasuki arena pertandingan dan sudah siap bertanding, namun dilarang wasit karena enggan melepas hijabnya. Akhirnya, dia memilih mundur," kata penanggung jawab tim Para Judo Indonesia, Ahmad Bahar, dikutip dari Liputan6.com, Senin, 8 Oktober 2018.

Ahmad mengatakan, dulu pernah ada atlet yang menggunakan hijab. Tetapi, kini aturan pertandingan telah diubah.

" Alasanya takut ketika main bawah hijabnya menutupi mata sehingga bahaya. Hijab juga bisa dimanfaatkan lawan untuk menarik yang membuat bisa tercekik lehernya," ucap dia.

Ahmad mengatakan, sebetulnya ingin mengajukan protes. Tetapi, urung dilakukan.

" Kami sebenarnya ingin protes. Akan tetapi, namanya peraturan mau bagaimana lagi. Itu sudah kami lakukan sejak technical meeting, tetapi itu sudah aturan," ucap dia.

Lebih lanjut Ahmad, mengaku mundurnya Miftahul Jannah tentu saja merugikan tim Indonesia di Asian Para Games 2018.

 

1 dari 2 halaman

Komite Paralimpik Minta Maaf

Ketua National Paralympic Comittee (NPC) Indonesia, Senny Marbun, meminta maaf insiden yang menimpa Miftahul. NPC mengatakan polemik itu muncul karena pihaknya tak memahami regulasi yang telah ditetapkan.

" Regulasinya memang seperti itu. Jadi tidak ada yang salah dengan keputusan wasit," kata Senny, dikutip dari Bola.com.

" Kami minta maaf dengan mendalam. Semoga di kemudian hari tidak terjadi lagi, bagaimana pun ini cukup memalukan bagi Indonesia," ucap Senny.

Senny menilai, pelatih judo Miftahul juga tak bisa menerjemahkan aturan dengan baik. " Jadi, pelatih judo kurang bisa berbahasa Inggris. Mungkin tidak mau bertanya soal aturan. Padahal regulasi soal ini sudah ada sejak lama," ujar Senny.

 

 

2 dari 2 halaman

Aturan IJF

Sementara itu, Direktur Divisi Sport Inapgoc, Fanny Irawan, mengatakan aturan penutup kepala itu tercantum di Artikel 4 Poin 4 dari Federasi Judo Internasional.

Aturan itu tertulis," The head may not be covered except for bandaging of medical nature, which must adhere to this one. (Kepala tidak boleh ditutupi, kecuali untuk perban yang bersifat medis, aturan ini harus dipatuhi)"

" Jadi memang tidak boleh memakai penutup kepala apa pun, bukan hanya jilbab. Aturan itu sudah dibicarakan saat technical meeting. Ini aturan internasional," kata Fanny.

Miftahul mengatakan, sempat menangis atas keputusan itu. Tapi, dia mengaku lega setelah memutuskan tetap tak mau melepas jilbabnya.

" Lebih banyak lega. Saya juga bangga karena sudah bisa melawan diri sendiri, melawan ego sendiri. Saya punya prinsip tak mau dipandang terbaik di mata dunia, tapi di mata Allah," kata Miftahul.

Mittahul Jannah sudah berlatih selama 10 bulan untuk bertanding di Asian Para Games. Namun, harapannya untuk mendulang medali di Asian Para Games 2018 akhirnya harus dikubur dalam-dalam. (ism)

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna