Fakta Sebenarnya Christiano Ronaldo Disebut Tolak Jabat Tangan Pemimpin Israel

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 17 Mei 2021 16:00
Fakta Sebenarnya Christiano Ronaldo Disebut Tolak Jabat Tangan Pemimpin Israel
Benarkah Christian Ronaldo menolak bersalaman dengan pemimpin Israel?

Dream - Kabar penyerangan Israel ke Palestina selama dua pekan terakhir bergulir deras di pemberitaan dalam dan luar negeri. Informasi tersebut turut diramaikan dengan unggahan viral yang menyatakan pesepakbola Cristiano Ronaldo menolak bersalaman dengan pemimpin Israel.

Salah satu informasi itu datang dari unggahan video yang dibagikan oleh akun Facebook Lestari Tari Muhammadin pada 15 Mei 2021.

Dalam video berdurasi 16 detik itu, tampak Ronaldo yang mengenakan kostum berwarna putih tengah bersalaman dengan sejumlah pria. Namun, Ronaldo tidak menyalami dua pria dalam selepas menerima medali.

Akun tersebut kemudian mengaitkan dua pria tersebut sebagai pemimpin Israel.

" Momen Cristiano Ronaldo saat tdk mau salaman dg pemimpin Israel..." tulis akun Facebook Lestari Tari Muhammadin.

Benarkah dalam video viral tersebut Ronaldo menolak bersalaman dengan pemimpin Israel? Dilansir dari Liputan6.com, Senin 17 Mei 2021, berikut penelusurannya.

1 dari 6 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim pesepakbola Cristiano Ronaldo menolak bersalaman dengan pemimpin Israel.

Penelusuran dilakukan dengan mengunggah gambar tangkapan layar dari video tersebut ke situs Yandex. Hasilnya terdapat beberapa artikel yang menjelaskan mengenai video tersebut.

Satu di antaranya artikel bertuliskan bahasa Armenia " ???????? «????? ?», ?? ?????? ?????? ??, ?? ????????? ?? ?????? ?? ?????" yang jika diterjemahkan berarti
" Platini is 'saddened' that people thought Ronaldo did not shake his hand" . Artikel itu dimuat situs totalfootball.am pada 22 Desember 2014.

 

2 dari 6 halaman

Bukan Pemimpin Israel

Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa peristiwa itu merupakan momen saat pembagian medali usai pertandingan final Piala Dunia Antarkub 2014 lalu.

Ketika itu, Ronaldo enggan berjabat dengan Presiden UEFA Michel Platini. Ronaldo dan Platini memang sempat bersitegang. Saat itu Platini sempat menyiratkan pandangan bahwa Ronaldo tidak sepantasnya mendapatkan Ballon d'Or. Sementara, sosok di sebelah Platini dalam momen tersebut juga bukan pemimpin Israel.

Diketahui Israel kini dipimpin oleh Presiden bernama Reuven Rivlin. Berikut foto dari Reuven Rivlin:

Pemimpin Israel© Liputan6.com

Video yang diklaim pesepakbola Cristiano Ronaldo menolak bersalaman dengan pemimpin Israel ternyata tidak benar.

Faktanya, dalam video tersebut Ronaldo menolak bersalaman dengan Presiden UEFA ketika itu, yakni Michel Platini. Sementara pria yang di sebelah Platini juga bukan pemimpin Israel.

Sumber: liputan6.com

 

3 dari 6 halaman

Keteguhan Muslim Palestina Lebih Kuat Daripada Peluru Zionis Israel

Dream - Jemaah Palestina di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem mengatakan mereka bertekad untuk menikmati bulan suci Ramadan di dalam halaman masjid walaupun ada serangan mengerikan dari Israel.

Banyak jemaah di dalam masjid terluka oleh pasukan Israel pada Jumat malam minggu lalu, namun sebanyak 90.000 orang tetap menuju Al-Aqsa pada Sabtu untuk beribadah pada malam Lailatul Qadar.

Banyak dari mereka datang dari jauh, dari Tepi Barat yang telah diduduki Israel meski dihuni mayoritas warga Palestina, walaupun bus-bus mereka dihalangi oleh polisi Israel. Banyak yang turun dan mulai jalan kaki menuju Yerusalem, kemudian dijemput orang Yerusalem Palestina dengan mobil mereka, mengangkut jemaah yang datang dari jauh menuju Al-Aqsa.

4 dari 6 halaman

Lebih Kuat Dari Peluru

Mohammed Atiq, dari kota Jenin di Tepi Barat, mengatakan serangan hari Jumat di Al-Aqsa tidak menyurutkan tekad pada jemaah.

“ Mereka mulai berusaha membersihkan Al-Aqsa, berusaha merusak ibadah malam,” ujarnya kepada Middle East Eye, dikutip Selasa 11 Mei 2021.

“ Tapi kehendak para jemaah lebih kuat daripada peluru.”

Biasanya pada 10 malam terakhir Ramadan, Al-Aqsa sangat ramai. Banyak jemaah beriktikaf di dalam masjid, baik perempuan dan laki-laki.

5 dari 6 halaman

Harus Terikat dengan Al-Aqsa

Suad Abu Eraim, dari kota Yatta di Tepi Barat selatan, mengatakan dia melalui perjalanan yang sulit untuk sampai di Yerusalem, mengabiskan waktu berjam-jam menunggu di pos pemeriksaan Israel.

Suad mengatakan dia pergi ke Al-Aqsa kapan pun dia punya kesempatan, yang biasanya terjadi ketika dia dapat memanfaatkan pelonggaran pembatasan untuk mengakses Yerusalem selama Ramadan.

“ Ini masjid Al-Aqsa, ini masjid kami, kami harus tetap terikat dengannya,” ujarnya kepada Middle East Eye.

“ Kami harus ada di sini, kaum tua atau muda, dari berbagai tempat.”

6 dari 6 halaman

Ketegangan di Perbatasan

Ketegangan di Yerusalem meningkat sepanjang bulan ini. Warga Palestina yang berkumpul pada malam hari di pintu masuk Gerbang Damaskus menuju Kota Tua, harus dihadapkan dengan pasukan Israel yang berusaha membubarkan paksa mereka pada pekan pertama Ramadan.

Baru-baru ini, situasinya mencapai titik didih di lingkungan Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur yang diduduki, di mana unjuk rasa berlangsung untuk menentang rencana penggusuran keluarga Palestina yang diserang polisi Israel.

Terlepas dari kekerasan tersebut, banyak warga Palestina tetap bersikeras melanjutkan ibadah malam mereka di Al-Aqsa.

Sumber: merdeka.com

Beri Komentar