5 Fakta Kopda Muslimin, Berupaya Bunuh Istri hingga Meninggal Keracunan

Reporter : Nabila Hanum
Kamis, 28 Juli 2022 18:14
5 Fakta Kopda Muslimin, Berupaya Bunuh Istri hingga Meninggal Keracunan
Berikut ini sejumlah fakta kematian Kopda Muslimin yang diduga bunuh diri

Dream - Kopda Muslimin, dalang penembakan istrinya sendiri, Rina Wulandari, ditemukan meninggal di rumah orangtuanya di Kelurahan Trompo, Gang Adem Ayem, Kecamatan Kendal, Kendal, Jawa Tengah, Kamis 28 Julis 2022.

Ia sebelumnya menjadi buronan polisi dan TNI setelah menjadi otak pembunuhan berencana terhadap istrinya di Jalan Cemara III, Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin 18 Juli 2022.

" Ya betul kabar itu (meninggal di rumah orang tua)," kata Dandim 0733 Semarang, Letkol Inf Honi Havana, dikutip dari Merdeka.com, Kamis 28 Juli 2022.

Berikut ini sejumlah fakta kematian Kopda Muslimin yang diduga bunuh diri:

1 dari 5 halaman

1. Meninggal Keracunan

Komandan Polisi Militer Kodam IV/Diponegoro, Kolonel Rinoso Budi mengatakan, Kopda Muslimin meninggal dunia akibat keracunan. Hasil tersebut disampaikan Rinoso usai pelaksanaan autopsi di RS Bhayangkara Semarang.

" Dari hasil pemeriksaan dalam tubuh diketahui mati lemas karena penyakit pada otak atau keracunan," kata Risono, dikutip dari Merdeka.com.

Meski demikian, kata dia, masih dibutuhkan pemeriksaan lanjutan berupa patologi anatomi dan pemeriksaan laboratorium toksikologi untuk membuktikannya. Ia menyebutkan pemeriksaan lanjutan membutuhkan waktu sekitar dua hingga empat minggu.

2 dari 5 halaman

2. Terakhir Pulang ke Rumah Orangtua Saat Lebaran

Kopda Muslimin diketahui terakhir kali pulang ke rumah orang tuanya pada lebaran 2022 lalu. Saat itu, Kopda Muslimin mudik ke Kendal, Jawa Tengah bersama istri dan anak-anaknya.

" Terakhir kali pulang saat Lebaran 2022 bersama dengan keluarganya," kata saudara sepupu Kopda Muslimin, Abidin, Kamis 28 Juli 2022.

3 dari 5 halaman

3. Muntah-muntah Sebelum Meninggal

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi, mengatakan, Kopda Muslimin sempat mengalami muntah-muntah sebelum ditemukan meninggal dunia pada pukul 07.00 WIB.

Saat ini bekas muntahan tersebut telah disita sebagai barang bukti untuk diteliti. Selain itu, kepolisian juga menyita telepon seluler atau ponsel milik Kopda Muslimin.

" Ada muntahnya dan ada kemudian alat komunikasi kita amankan (di lokasi kejadian)," ucap Luthfi.

4 dari 5 halaman

4. Minta Maaf ke Orangtua Sebelum Meninggal

Kopda Muslimin diketahui berada di kediaman orang tuanya bernama Mustakim sejak pukul 05.30 WIB. Dia sempat meminta maaf kepada orang tuanya sebelum ditemukan tewas.

Saat itu, orang tua juga sempat menyarankan Kopda Muslimin agar menyerahkan diri ke pihak berwajib.

" Tadi pukul 5.30 WIB bahwa saudara M pulang ke rumah orang tuanya namanya Mustakim. Pada saat pulang beliau sempat minta maaf, bahkan oleh orang tuanya dituturi untuk menyerahkan diri dan sebagainya, dan timbul komunikasi antara M dengan Pak Mustakim," kata Luthfi.

Namun Kopda Muslimin ditemukan telah meninggal dunia pada 07.00 WIB di rumah orangtuanya. Penyebab kematian anggota TNI ini masih diselidiki oleh penyidik kepolisian bersama Polisi Militer Kodam (Pomdam) IV Diponegoro.

" Didapati pukul 07.00 WIB meninggal dunia," ujar dia.

5 dari 5 halaman

5. Diminta Orangtua Menyerahkan Diri

Luthfi menyampaikan bahwa orangtua Kopda Muslimin sempat meminta anaknya itu menyerahkan diri sebelum akhirnya ditemukan tewas diduga akibat menenggak racun.

" Pada saat pulang sempat minta maaf, bahkan oleh orangtuanya dituturi untuk menyerahkan diri dan sebagainya. Dan timbul komunikasi dengan M dan Pak Mustakim (ayah Kopda Muslimin) untuk minta maaf," tutur Luthfi.

Beri Komentar