6 Metode Seduh Kopi yang Paling Bisa Memancing Masalah Kolesterol

Reporter : Abidah
Kamis, 20 Agustus 2026 12:00
6 Metode Seduh Kopi yang Paling Bisa Memancing Masalah Kolesterol
Cara menyeduh kopi yang tidak tepat sasaran bisa memicu meningkatnya kolesterol jahat atau LDL pada darah.

DREAM.CO.ID - Bagi banyak orang, secangkir kopi merupakan bagian dari rutinitas pagi. Namun, selain jenis biji dan jumlah kopi yang diminum, cara menyeduh kopi ternyata juga dapat memengaruhi kandungan senyawa yang berpotensi meningkatkan kolesterol LDL atau yang sering disebut sebagai kolesterol " jahat" .

Dilansir dari Verywell Health, kopi yang tidak melalui proses penyaringan dapat mengandung lebih banyak diterpen, terutama cafestol dan kahweol. Kedua senyawa alami tersebut dapat meningkatkan kadar kolesterol. Sebaliknya, kertas filter dapat menahan sebagian besar senyawa tersebut sehingga kopi yang disaring cenderung lebih ramah terhadap kesehatan jantung.

Berikut enam metode seduh kopi yang diurutkan dari yang paling berpotensi meningkatkan LDL hingga yang paling rendah.

1 dari 3 halaman

1. Kopi Turki

Kopi Turki atau Turkish coffee dibuat dengan memanaskan bubuk kopi bersama air hingga mendidih tanpa menggunakan kertas filter. Karena tidak disaring, senyawa diterpen lebih banyak masuk ke dalam minuman.

Satu cangkir kopi Turki dapat mengandung sekitar 5,3 miligram cafestol dan 5,4 miligram kahweol. Sebagai perbandingan, kopi rebus ala Skandinavia bahkan dapat mengandung hingga 7,2 miligram masing-masing senyawa tersebut.

Sebuah penelitian pada 1989 menemukan bahwa konsumsi empat hingga enam cangkir kopi rebus setiap hari selama sembilan minggu meningkatkan kolesterol darah, termasuk LDL, sekitar 10 persen. Efek serupa tidak ditemukan pada kopi yang disaring.

2. French Press

French press juga tidak menggunakan kertas filter. Bubuk kopi direndam dalam air panas sebelum ditekan menggunakan penyaring logam.

Satu cangkir French press mengandung sekitar 3,5 miligram cafestol dan 4,4 miligram kahweol. Penelitian juga menemukan bahwa konsumsi kopi French press dalam jangka waktu tertentu dapat memengaruhi metabolisme kolesterol sebelum terjadi peningkatan LDL.

Karena itu, jika kadar kolesterol menjadi perhatian, frekuensi konsumsi kopi tanpa filter perlu diperhatikan.

2 dari 3 halaman

3. Espresso

Espresso dibuat dengan memberikan tekanan tinggi pada air panas untuk melewati bubuk kopi yang sangat halus. Meskipun tidak menggunakan kertas filter seperti pour over, kandungan diterpennya lebih rendah dibandingkan kopi Turki atau French press.

Satu cangkir espresso mengandung sekitar 1,5 miligram cafestol dan 1,8 miligram kahweol. Namun, sebuah penelitian pada orang berusia 18-34 tahun menemukan bahwa semakin banyak minuman berbasis espresso yang dikonsumsi, semakin tinggi kadar kolesterol peserta.

4. Moka Pot

Moka pot menggunakan tekanan untuk mengalirkan air melalui bubuk kopi yang ditempatkan dalam saringan logam. Metode ini juga tidak menggunakan kertas filter.

Meski demikian, kandungan diterpennya relatif rendah, yakni sekitar 1,1 miligram cafestol dan 1,4 miligram kahweol per cangkir. Konsumsi dalam jumlah moderat tidak selalu menyebabkan peningkatan LDL.

3 dari 3 halaman

5. Kopi Instan

Kopi instan menjadi salah satu pilihan dengan kandungan diterpen yang sangat rendah. Satu cangkir hanya mengandung sekitar 0,2 miligram cafestol dan 0,2 miligram kahweol.

Proses pengolahan kopi instan menghilangkan sebagian besar minyak kopi yang mengandung senyawa tersebut. Analisis data UK Biobank pada 2022 juga menemukan bahwa konsumsi dua hingga tiga cangkir kopi per hari, termasuk kopi instan, kopi bubuk, maupun tanpa kafein, berkaitan dengan risiko penyakit jantung dan kematian yang lebih rendah dibandingkan tidak minum kopi.

6. Pour Over

Jika kesehatan jantung menjadi pertimbangan, pour over menjadi salah satu pilihan terbaik. Metode ini menggunakan kertas filter untuk menyaring kopi sebelum masuk ke cangkir.

Kandungan cafestol dan kahweolnya hanya sekitar 0,1 miligram masing-masing per cangkir. Penelitian terhadap lebih dari 500.000 peminum kopi sehat yang dipantau rata-rata selama 20 tahun juga menemukan bahwa konsumsi satu hingga empat cangkir kopi yang disaring per hari berkaitan dengan tingkat penyakit arteri dan kematian yang lebih rendah.

Walau begitu, bukan berarti kopi harus dihindari untuk menjaga kolesterol. Cara menyeduh dan jumlah konsumsi juga perlu diperhatikan. Bagi orang yang memiliki kadar LDL tinggi atau sedang menjaga kesehatan jantung, beralih dari kopi tanpa filter ke kopi yang menggunakan kertas penyaring dapat menjadi pilihan sederhana.

Namun, pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, berat badan, dan faktor kesehatan lainnya tetap memiliki peran penting. Jadi, jika Anda menikmati kopi setiap hari, mungkin yang perlu diubah bukan kebiasaan minum kopinya, melainkan cara menyeduhnya.

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More