9 Strategi Meningkatkan Produktivitas dan Berhenti Membuang Waktu Percuma

Reporter : Abidah
Kamis, 20 Agustus 2026 08:00
9 Strategi Meningkatkan Produktivitas dan Berhenti Membuang Waktu Percuma
Sejumlah strategi bisa dilakukan oleh seseorang untuk meningkatkan produktivitas di kala bekerja.

DREAM.CO.ID - Pernah berniat menyelesaikan pekerjaan setelah menonton satu video, tetapi beberapa menit kemudian justru sudah berpindah ke video berikutnya? Atau membuka laptop untuk mengerjakan tugas, lalu menghabiskan waktu membaca pesan, mengecek media sosial, dan melakukan berbagai hal lain yang sebenarnya tidak mendesak?

Kebiasaan menunda pekerjaan seperti ini sering dianggap sebagai tanda malas atau tidak memiliki disiplin. Padahal, menurut berbagai strategi yang dirangkum Verywell Mind, masalah produktivitas tidak selalu dapat diselesaikan dengan memaksa diri bekerja lebih keras. Terkadang, seseorang justru perlu membuat pekerjaan terasa lebih mudah, menyenangkan, dan tidak terlalu menekan.

Berikut sembilan strategi yang dapat dicoba untuk membantu memulai pekerjaan ketika motivasi sedang rendah.

1. Mulai dari Langkah yang Sangat Kecil

Ketika pekerjaan terasa terlalu besar, otak cenderung mencari alasan untuk menghindarinya. Terapis Risa Williams, LMFT, menyarankan teknik Ridiculously Easy First Step, yaitu memulai dari tindakan yang sangat sederhana.

Jika harus menulis sebuah artikel, misalnya, jangan memerintahkan diri untuk " menyelesaikan artikel" . Cukup buka dokumen dan tuliskan judulnya. Setelah langkah pertama dilakukan, seseorang sering kali terdorong melanjutkan pekerjaan. Strategi ini juga dapat membantu mengurangi tekanan akibat perfeksionisme karena tujuan awalnya bukan menyelesaikan pekerjaan, melainkan sekadar memulainya.

1 dari 3 halaman

2. Gunakan Lagu yang Membuat Bersemangat

Musik dapat digunakan untuk mengubah suasana hati sekaligus membantu seseorang keluar dari lingkaran distraksi. Sam Dylan Finch menyarankan membuat hype playlist, yakni kumpulan lagu yang membuat tubuh secara spontan ingin bergerak.

Playlist tersebut dapat diputar ketika seseorang mulai terjebak dalam doomscrolling atau sulit memulai aktivitas. Musik yang energik dan memiliki kenangan positif dapat membantu menciptakan dorongan untuk berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya.

3. Gunakan Hitungan Mundur

Ketika tubuh terasa enggan bergerak, coba gunakan hitungan mundur seperti " 3, 2, 1, mulai!" kemudian segera berdiri atau melakukan gerakan sederhana.

Finch menyebutnya sebagai interstitial action, yaitu tindakan fisik yang menjadi tanda bahwa satu aktivitas telah berakhir dan aktivitas berikutnya dimulai. Gerakan sederhana seperti berdiri, bertepuk tangan, atau meregangkan tubuh dapat membantu memutus kebiasaan pasif.

4. Ganti Daftar Tugas dengan Kalender

Daftar tugas yang terlalu panjang justru dapat membuat seseorang semakin kewalahan. Salah satu alternatifnya adalah menjadwalkan pekerjaan langsung di kalender.

Cara ini memaksa kita melihat berapa banyak waktu yang benar-benar tersedia. Selain membuat perencanaan lebih realistis, metode tersebut juga dapat mengurangi decision fatigue karena kita tidak perlu terus-menerus menentukan pekerjaan mana yang harus dilakukan berikutnya.

Yang tidak kalah penting, jadwalkan pula waktu tidur, makan, olahraga, istirahat, dan bersosialisasi. Produktivitas bukan berarti memenuhi seluruh waktu dengan pekerjaan.

2 dari 3 halaman

© Dream

5. Jadikan Musik sebagai Pengatur Waktu

Musik juga dapat berfungsi sebagai pengganti timer. Pilih satu atau dua lagu untuk menentukan durasi sebuah aktivitas, misalnya membereskan meja, mencuci piring, atau membalas email.

Cara ini membuat pekerjaan terasa seperti permainan kecil. Anda tidak harus menyelesaikan seluruh pekerjaan sekaligus. Fokus saja menyelesaikan sebanyak mungkin selama lagu berlangsung.

6. Nilai Tugas Berdasarkan Tingkat Beban

Tidak semua pekerjaan memiliki tingkat tekanan yang sama. Karena itu, alih-alih mengurutkan pekerjaan berdasarkan tingkat kepentingan, cobalah menilainya berdasarkan " intensitas" .

Pecah pekerjaan besar menjadi beberapa bagian, kemudian mulai dari bagian yang terasa paling ringan. Keberhasilan menyelesaikan bagian kecil dapat memberikan momentum sebelum menghadapi bagian yang lebih sulit.

7. Bergerak Sebelum Terlalu Banyak Berpikir

Terlalu banyak berpikir terkadang justru membuat seseorang semakin sulit memulai. Jika harus mengirim email, misalnya, berdirilah dan berjalan sebentar sebelum duduk kembali untuk menulis.

Gerakan sederhana dapat menjadi sinyal bahwa tubuh sedang berpindah dari kondisi pasif menuju aktivitas. Strategi ini terutama berguna ketika seseorang merasa terjebak dalam siklus " ingin mulai, tetapi tidak mulai-mulai" .

3 dari 3 halaman

8. Ceritakan Aktivitas seperti Komentator Olahraga

Strategi ini terdengar aneh, tetapi justru dapat membuat pekerjaan rutin terasa lebih menarik. Cobalah mendeskripsikan aktivitas yang sedang dilakukan dengan suara keras, seolah-olah sedang menjadi komentator.

" Baik, sekarang kita membuka laptop. Selanjutnya, dokumen akan dibuka."

Cara lain adalah membayangkan diri di masa depan sedang menceritakan keberhasilan tersebut. Pertanyakan, " Jika saya berhasil menyelesaikan ini, tindakan apa yang seharusnya saya lakukan sekarang?"

Unsur permainan dan kebaruan dapat membuat aktivitas membosankan terasa lebih menarik.

9. Rayakan Kemenangan Kecil

Jangan menunggu menyelesaikan proyek besar untuk merasa berhasil. Merapikan meja, mengirim email penting, menyelesaikan satu halaman tulisan, atau membereskan tempat tidur juga layak diapresiasi.

Perayaan kecil dapat memberikan pengalaman positif setelah menyelesaikan pekerjaan yang sebelumnya terasa berat. Anda bisa sekadar mengatakan, " Saya berhasil," tersenyum, atau melakukan gerakan kecil yang menyenangkan.

Pada akhirnya, produktivitas tidak selalu berarti bekerja lebih keras. Kadang-kadang, kuncinya justru membuat otak dan tubuh merasa bahwa memulai pekerjaan adalah sesuatu yang ringan, menyenangkan, dan dapat dilakukan.

Jadi, ketika Anda kembali terjebak dalam menyia-nyiakan waktu, tidak ada salahnya mencoba satu strategi sederhana: buka dokumen, putar satu lagu, hitung mundur, lalu mulai dari langkah terkecil. Sebab, sering kali bagian tersulit dari sebuah pekerjaan bukan menyelesaikannya, melainkan berani memulainya.

Beri Komentar