60 Kata-Kata Bijak Bung Hatta Sang Proklamator yang Penuh Motivasi

Reporter : Arini Saadah
Kamis, 14 Mei 2020 17:42
60 Kata-Kata Bijak Bung Hatta Sang Proklamator yang Penuh Motivasi
Dialah sosok pejuang yang disebut sebagai “Bapak Bangsa Sejati”.

Dream – Mohammad Hatta atau kita lebih mengenalnya dengan nama Bung Hatta merupakan salah satu pahlawan nasional yang sangat berjasa. Ia merupakan Wakil Presiden pertama Indonesia yang mendampingi Ir Soekarno dalam memimpin bangsa.

Pada mulanya, Bung Hatta memulai kiprah politiknya dalam organisasi Jong Sumatranen Bond di Padang tahun 1916.

Bung Hatta memiliki semangat perjuangan tinggi sebagaimana pahalwan nasional lainnya. Semangat juang Bung Hatta ini tentu saja memotivasi banyak orang.

Dialah sosok pejuang yang disebut sebagai “ Bapak Bangsa Sejati”. Ia memperkenalkan nama Indonesia saat memimpin delegasi Kongres Demokrasi Internasional, untuk perdamaian di Berville, Perancis tahun 1926.

Bung Hatta sangat menentang imperialisme dan kolonialisme Belanda, sehingga kata-katanya yang bijak dapat memberi sugesti masyarakat untuk ikut berjuang melawan penjajahan.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut 60 kata-kata bijak Bung Hatta yang penuh motivasi dan semangat perjuangan.

1 dari 6 halaman

Kata-Kata Bijak Motivasi Bung Hatta

Jasa Bung Hatta terhadap bangsa Indonesia sangatlah besar. Berikut kata-kata bijak motivasi Bung Hatta yang bisa menambah semangat belajarmu.

  1. " Buku jadi salah satu sumber energi dan kebebasan bagi mereka yang haus akan ilmu pengetahuan."
  2. " Anak muda boleh pandai beretorika, tapi juga harus sadar untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat yang menjadi cita-cita."
  3. " Tindakan jauh lebih penting daripada kata-kata."
  4. " Apa pun yang membuatmu takut, hadapilah dengan berani."
  5. " Kita masih terus berjuang jadi tuan rumah di negeri sendiri, tanyakan pada diri, " apa yang sudah saya berikan untuk bangsa ini?"
  6. " Akan ada satu masa ketika kita harus melawan saudara bangsa sendiri, melawan KKN dan pemberontakan dalam negeri."
  7. " Agar persatuan dan kepedulian tak semakin pudar, teruslah menjunjung tinggi sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia."
  8. " Kita boleh merdeka secara fisik, tapi kita masih perlu usaha keras buat mewujudkan manusia bermental baja guna meraih cita-cita bangsa."
  9. " Kita butuh waktu untuk berkontemplasi buat memetik pesan dari apa yang telah dibaca."
  10. " Dasar kekeluargaan itulah dasar hubungan istimewa pada koperasi. Disini tidak ada majikan dan buruh, melainkan usaha bersama diantara mereka yang sama kepentingan dan tujuannya."
2 dari 6 halaman

Kata-Kata Bijak Bung Hatta tentang Belajar Sungguh-Sungguh

Ilustrasi© islamindonesia.id

Bung Hatta sangatlah suka membaca. Bahkan di saat dipenjara dan diasingkan oleh pemerintahan Belanda pun, ia dipernjara bersama buku.

Melahap habis banyak buku dan menulis di dalam penjara. Berikut kata-kata bijak Bung Hatta tentang belajar sungguh-sungguh:

  1. " Membaca tanpa merenungkan adalah bagaikan makan tanpa dicerna."
  2. " Selama dengan buku, kalian boleh memenjarakanku dimana saja, karena dengan buku, aku merasa bebas."
  3. " Untuk mencapai cita-cita yang tinggi, manusia (pahlawan) melepaskan nyawanya pada tiang gantungan, mati dalam pembuangan, tetapi senantiasa menyimpan dalam hatinya luka wajah tanah air yang duka."
  4. " Aku rela dipenjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas."
  5. " Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata membela cita-citanya."
  6. " Betul, banyak orang yang bertukar haluan karena penghidupan, istimewa dalam tanah jajahan dimana semangat terlalu tertindas, tetapi pemimpin yang suci senantiasa terjauh daripada godaan iblis itu."
  7. " Koperasi juga bisa mendidik toleransi dan rasa tanggung-jawab bersama. Dengan demikian, koperasi bisa mendidik dan memperkuat demokrasi sebagai cita-cita bangsa."
  8. " Hari siang bukan karena ayam berkokok, akan tetapi ayam berkokok karena hari mulai siang. Begitu juga dengan pergerakan rakyat. Pergerakan rakyat timbul bukan karena pemimpin bersuara, tetapi pemimpin bersuara karena ada pergerakan."
  9. " Kita dapat mengukur keberadaan kita terhadap Allah dengan kepekaan kita terhadap penderitaan dan kesusahan orang lain."
  10. “ Indonesia merdeka bukan tujuan akhir kita. Indonesia merdeka hanya syarat untuk bisa mencapai kebahagiaan dan kemakmuran rakyat.”
3 dari 6 halaman

Kata-Kata Bijak Bung Hatta Penuh Semangat

Saat menjalani pengasingan di Digul, Bung Hatta aktif menulis di berbagai surat kabar. Ia pun juga melahap habis banyak buku yang ia bawa dari Jakarta dan mengajarkannya ke teman-teman di penjara. Ia pun sempat dipindahkan ke pengasingan di Bandaneira bersama Sutan Sjahrir.

Di sana pun mereka berdua mengajari anak-anak setempat dalam bidang sejarah dan politik.

Berikut kata-kata bijak Bung Hatta yang penuh semangat untuk membakar jiwamu, seperti perjuangannya mengajarkan Pendidikan kepada masyarakat:

  1. " Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata membela cita-cita."
  2. " Aku rela di penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas."
  3. " Memang benar pepatah Jerman: 'Der Mensch ist, war es iszt', artinya: 'sikap manusia sepadan dengan caranya ia mendapat makan'."
  4. " Hari siang bukan karena ayam berkokok, akan tetapi ayam berkokok karena hari mulai siang. Begitu juga dengan pergerakan rakyat. Pergerakan rakyat timbul bukan karena pemimpin bersuara, tetapi pemimpin bersuara karena ada pergerakan."
  5. " Saya menyebut satu nama yang patut menjadi kenang-kenangan buat selama-lamanya: Tjipto Mangunkusumo, yang meninggal kemarin pagi dalam usia 58 tahun. Sejarah hidupnya mudah diterangkan dengan beberapa kata saja: jujur, setia, ksatria, berjuang, berkorban, pembuangan dan penyakitan."
  6. " Apa yang dilakukan oleh orang setelah mendengar suatu khotbah jauh lebih penting dari apa yang dikatakannya tentang khotbah itu."
  7. " Biarlah pengalaman masa lalu kita menjadi tonggak petunjuk, dan bukan tonggak yang membelenggu kita."
  8. " Indonesia merdeka bukan tujuan akhir kita. Indonesia merdeka hanya syarat untuk bisa mencapai kebahagiaan dan kemakmuran rakyat."
  9. " Hamba-hamba Allah penghuni surgawi, harus menggunakan bahasa yang halus dan sopan."
  10. " Banyak orang yang bertukar haluan karena penghidupan, istimewa dalam tanah jajahan di mana semangat terlalu tertindas, tetapi pemimpin yang suci senantiasa terjauh daripada godaan iblis itu."

 

4 dari 6 halaman

Kata-Kata Bijak Bung Hatta yang Membakar Semangat

Ilustrasi© pinterest.com

Berikut ini kata-kata bijak Bung Hatta yang bakalan membakar semangat di dalam jiwamu.

  1. " Berpuluh-puluh pemimpin kita yang meringkuk dalam bui sengsara dalam pembuangan di Boven Digul, dengan tiada mempunyai pengharapan akan kembali lagi. Berapakah diantara saudara-saudara yang masih kenal akan nama-nama mereka?"
  2. " Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun tidak jujur sulit diperbaiki."
  3. " Hari siang bukan karena ayam berkokok, akan tetapi ayam berkokok karena hari mulai siang. Begitu juga dengan pergerakan rakyat. Pergerakan rakyat timbul bukan karena pemimpin bersuara, tetapi pemimpin bersuara karena ada pergerakan."
  4. " Kematian adalah yang terakhir dalam waktu tetapi sekaligus yang awal dari kekalahan."
  5. " Tak ada harta pusaka yang sama berharganya dengan kejujuran."
  6. " Perjuanganku melawan penjajah lebih mudah, tidak seperti kalian nanti. Perjuangan kalian akan lebih berat karena melawan bangsa sendiri."
  7. " Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata membela cita-cita."
  8. " Maka dengan tercapainya penyerahan kedaulatan, perjuangan belum selesai."
  9. " Filosofi meluaskan pandangan serta mempertajam pikiran, sekaligus berguna untuk menerangkan pikiran dan penetapan hati."
  10. " Malahan kita berada pada permulaan perjuangan yang jauh lebih berat dan lebih mulia, yaitu perjuangan untuk mencapai kemerdekaan daripada segala macam penindasan."
5 dari 6 halaman

Kata-Kata Bijak Bung Hatta tentang Bela Negara

Bung Hatta adalah seorang nasionalis sejati seperti Bung Karno. Ia mengkampanyekan bela negara melalui pidato-pidatonya dan karya-karyanya. Berikut kata kata bijak Bung Hatta tentang bela negara:

  1. “ Hanya ada satu negara yang pantas menjadi negaraku, ia tumbuh dengan perbuatan dan perbuatan itu adalah perbuatanku.”
  2. “ Jatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekadar nama dan gambar seuntaian pulau di peta. Jangan mengharapkan bangsa lain respek terhadap bangsa ini, bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara sebangsa, merusak dan mencuri kekayaan Ibu Pertiwi.”
  3. “ Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata membela cita-cita.”
  4. “ Kita tidak pernah dapat berkorban begitu besar bagi mereka yang bersedia mengorbankan segalanya bagi kita.”
  5. “ Untuk mencapai cita-cita yang tinggi, manusia (pahlawan) melepaskan nyawanya pada tiang gantungan, mati dalam pembuangan, tetapi senantiasa menyimpan dalam hatinya luka wajah tanah air yang duka.”
  6. “ Keberanian bukan berarti tidak takut, keberanian berarti menaklukkan ketakutan.”
  7. “ Menegakkan kedaulatan rakyat adalah ‘mendidik rakyat’ supaya tahu berpikir, supaya tidak lagi membebek di belakang pemimpin-pemimpin. Supaya keinsafan rakyat akan hak dan harga diri bertambah kuat dan pengetahuannya tentang hal politik, hukum dan pemerintahan bertambah luas.”
  8. “ Tak ada harta pusaka yang sama berharganya dengan kejujuran.”
  9. “ Masa depan orang Islam secerah janji-janji Allah.”
  10. Hamba-hamba Allah penghuni surgawi, harus menggunakan bahasa yang halus dan sopan.”
6 dari 6 halaman

Kata-Kata Bijak Bung Hatta Lainnya

Ilustrasi© dream.co.id

Berikut kata kata bijak Bung Hatta tambahan yang bisa menjadi pecut untuk menggelorakan semangat juangmu melawan penindasan:

  1. “ Indonesia merdeka bukan tujuan akhir kita. Indonesia merdeka hanya syarat untuk bisa mencapai kebahagiaan dan kemakmuran rakyat. Indonesia merdeka tidak ada gunanya bagi kita, apabila kita tidak sanggup untuk mempergunakannya memenuhi cita-cita rakyat kita: hidup bahagia dan makmur dalam pengertian jasmani maupun rohani. Maka dengan tercapainya penyerahan kedaulatan, perjuangan belum selesai. Malahan kita berada pada permulaan perjuangan yang jauh lebih berat dan lebih mulia, yaitu perjuangan untuk mencapai kemerdekaan daripada segala macam penindasan.”
  2. “ Malahan kita berada pada permulaan perjuangan yang jauh lebih berat dan lebih mulia, yaitu perjuangan untuk mencapai kemerdekaan daripada segala macam penindasan.”
  3. Filosofi meluaskan pandangan serta mempertajam pikiran, sekaligus berguna untuk menerangkan pikiran dan penetapan hati.”
  4. “ Betul, banyak orang yang bertukar haluan karena penghidupan, istimewa dalam tanah jajahan dimana semangat terlalu tertindas, tetapi pemimpin yang suci senantiasa terjauh daripada godaan iblis itu.”
  5. “ Biarlah pengalaman masa lalu kita menjadi tonggak petunjuk, dan bukan tonggak yang membelenggu kita.”
  6. “ Perjuanganku melawan penjajah lebih mudah, tidak seperti kalian nanti. Perjuangan kalian akan lebih berat karena melawan bangsa sendiri.”
  7. “ Pemimpin sejati adalah pemimpin yang sanggup menyediakan penggantinya.”
  8. “ Maka dengan tercapainya penyerahan kedaulatan, perjuangan belum selesai.”
  9.  “ Kematian adalah yang terakhir dalam waktu tetapi sekaligus yang awal dari kekalahan.”
  10. “ Memang benar pepatah Jerman: 'Der Mensch ist, war es iszt', artinya: 'sikap manusia sepadan dengan caranya ia mendapat makan'.”
Beri Komentar