Ilustrasi Mencium Bau Apek (Foto: Freepik.com)
Dream – Semakin banyak cara mendeteksi adanya virus corona demi keselamatan dan keamanan dari virus mematikan itu. Indera penciuman kita bisa dimaksimalkan untuk mengendus sesuatu. Tujuannya, untuk mengukur seberapa lama usia makanan atau mengukur kelembaban udara ruangan.
Ternyata indera penciuman hidung manusia bisa membantu kita agar tetap aman dari virus corona Covid-19.
Apabila kamu memasuki sebuah ruangan atau Gedung dan mencium bau apek, maka itu bisa merupakan indikator yang baik bahwa ruangan itu memiliki risiko tinggi terhadap adanya virus corona.
Pendapat itu disampaikan oleh Bruce Y Lee, seorang professor Kebijakan dan Manajemen Kesehatan di The City Universiti of New York School of Public Health.
Melansir dari Forbes di tengah pandemi virus corona seperti saat ini, kita perlu berhati-hati terhadap ruangan yang tampak bau apek, basi, dan pengap merupakan pertanda bahwa udara di tempat itu tidak bergerak dan harus dihindari.
Ruangan bau apek yang harus dihindari dalam upaya keselamatan dari virus corona juga berlaku untuk restoran, toko, swalayan, dan perusahaan lainnya. Hal ini dikatakan oleh professor Bruce Y Lee.

Mengapa harus dihindari? Sebab bau apek dan tidak sedap di sebuah ruangan menjadi pertanda ventilasi yang buruk. Menurut para ahli di perusahaan pemanas, pendingin, dan ventilasi HRV, ventilasi yang buruk dapa menyerang indera penciuman.
Di sebuah rumah maupun ruangan di mana kelembapan tidak dapat keluar, ia dapat menimbulkan bau apek dan pengap.
Jika kamu mencium aroma lembap, busuk, apek, dan menyengat berarti kamu memasuki ruangan yang memiliki ventilasi buruk.
Ventilasi yang cukup sangatlah baik untuk mencegah droplet virus corona. Karena virus corona dapat menyebar dan ditularkan melalui droplet yang menyebar di udara dengan ventilasi sedikit bahkan tidak ada.
Sehingga ventilasi sangatlah penting dalam menghilangkan pathogen dari udara yang kamu hidrup dalam sebuah ruangan.
Menurut para ilmuwan di Pusat Penelitian Udara Bersih di Universitas Surrey, ventilasi memainkan peran penting dalam menghilangkan udara yang mengandung virus yang dihembuskan melalui droplet, sehingga menurunkan konsentrasi keseluruhan dan dosis berikutnya yang dihirup oleh penghuninya.

Ahli Epidemiologi dari Universitas Hong Kong juga menemukan bahwa area yang memiliki ventilasi buruk menjadi indikator berkembangnya kasus virus corona termasuk tempat ibadah dan restoran.
Dalam banyak kasus, laporan wabah virus corona seringkali berbanding lurus dnegan lokasi yang padat dan area yang kurang memiliki ventilasi, alias ventilasi yang buruk.
Maka dari itu Sahabat Dream, jika kamu memasuki sebuah ruangan, sejenak hiruplah baunya untuk memastikan aroma ruangan itu pengap atau tidak.
Jika kamu khawatir, maka bukalah jendela yang ada di ruangan tersebut supaya udara bisa berganti. Namun jika tidak ada, maka lebih baik pindahlah ke ruangan lain yang memiliki ventilasi cukup.
Advertisement