Clayton Merasa Takjub Tatkala Bangun Dari Komanya Ia Bisa Berbicara Bahasa Asing Yang Tak Dikuasai Sebelumnya (Foto:Mirror)
Dream – Di zaman yang semakin maju, penguasaan bahasa asing menjadi salah satu poin penting untuk menyesuaikan perkembangan zaman.
Bahasa asing dianggap sebagai salah satu kemampuan dasar komunikasi yang bisa menjembatani berbagai kegiatan bisnis, hingga urusan internasional.
Banyak orang yang berbondong-bondong mempelajari berbagai bahasa asing demi mendapatkan pekerjaan hingga mempermudah komunikasi antar negara.
Namun apa jadinya jika kemampuan bahasa asing didapatkan secara tiba-tiba tanpa mempelajarinya? Ya, kejadian tersebut benar-benar terjadi pada Deana-Rae Clayton, wanita berusia 33 tahun asal Montego Bay.
Ajaibnya, Clayton langsung fasih berbicara bahasa Inggris beraksen Birmingham setelah dirinya mengalami kecelakaan dan sempat koma beberapa waktu. Padahal sebelumnya, Clayton selalu berbicara dengan aksen khas ‘Jamaika’ sejak kecil.
Entah didapatkan darimana kemampuan bahasa yang ia miliki, Clayton bahkan belum pernah berkunjung ke Inggris sebelumnya.
Sebelumnya, Clayton mengalami kecelakaan mobil bersama seorang temannya selepas pulang dari pesta di tengah malam. Kecelakaan tersebut menyebabkan temannya, Christopher langsung tewas seketika, sedang dirinya mengalami luka serius hingga koma.
Saat Clayton bangun dari komanya, ia langsung berbicara dengan aksen Inggris yang sangat fasih.
" Saya berpikir akan berbicara bahasa Jamaika, tapi ketika berbicara saya terdengar seperti orang Inggris,”cerita Clayton melansir dari Mirror.

Clayton mengungkapkan dirinya butuh waktu untuk terbiasa dengan aksen baru yang dimilikinya. Ia kini bahkan sudah nyaman dan semua orang sekitar menyebut ia sangat cocok berbicara dengan aksen Inggris.
Selain mendapatkan kemampuan bahasa asing mendadak, Clayton yang dulunya kidal bahkan kini bisa menulis dengan tangan kanannya.
" Sebelum kecelakaan saya kidal. Saya kini bisa menulis menggunakan tangan kiri ataupun kanan,”tambah Clayton.
Menurut dokter yang menangani Clayton, selama bertahun-tahun mereka belum pernah menemukan kasus serupa yang dialaminya. Bahkan Clayton menjadi satu-satunya orang di Jamaika dengan sindrom aksen asing.
“ Hidup saya benar-benar telah berubah selamanya. Saya harus belajar berjalan lagi dalam waktu yang lama," kata wanita berusia 33 tahun itu.
Clayton mungkin membutuhkan waktu dua tahun lebih untuk memulihkan kondisinya secara menyeluruh. Namun untuk tulang paha kiri yang mengalami kecelakaan, ia bahkan perlu waktu lebih lama lagi.
Para dokter yang menangani Clayton juga sempat menawarkan terapi wicara padanya agar bisa kembali berbicara bahasa Jamaika, namun dirinya merasa sudah nyaman dengan kemampuan ‘baru’ yang dimilikinya.
“ Saya ingin mempertahankan aksen ‘baru’ saya karena keluarga dan teman-teman berkata ini sangat cocok dengan kepribadian saya,”jelasnya.
Karena kondisi ‘ajaib’ yang dialaminya, Clayton sekarang harus rutin menjalani tes MRI setiap tiga bulan sekali.
" Saya menjalani tes MRI setiap tiga bulan sekali untuk memastikan pembengkakan di otak tidak memburuk. Ahli saraf bahkan menyebut saya tidak akan kehilangan aksen Inggris ini,”ujarnya.
Sumber Daily Star