Foto: Instagram @makassar_iinfo
Dream - Di tengah imbauan tinggal di rumah masih banyak orang yang justru mengabaikan anjuran pemerintah untuk mengurangi penyebaran virus Corona tersebut. Tak hanya di Indonesia, masyarakat yang abai pada perintah itu juga terjadi di India.
Sejak menetapkan kebijakan lockdown, masih banyak yang nekat pergi keluar rumah. Para petugas tak henti berjaga dan memukuli warga yang melanggar aturan.
Mereka memakai rotan untuk memukul orang-orang yang melanggar imbauan lockdown. Sayangnya cara tersebut masih belum ampuh.
Aparat kepolisian akhirnya menemukan cara baru yang diyakini lebih ampuh. Mereka menghukum pelanggar aturan lockdown dengan memasukkan mereka ke mobil ambulans.
Bukan ambulans biasa, di dalamnya sudah terdapat polisi yang berpura-pura menjadi pasien postif corona. Kehebohan itu diunggah lewat akun @makassar_iinfo.
" Polisi India menghukum pelanggar aturan Lockdown dengan memasukkan mereka ke mobil ambulans yg di dalam nya ada petugas polisi berpura2 jadi pasien positif covid-19. Gokil," tulis akun tersebut.
View this post on Instagram
Para pelanggar dimasukkan satu per satu ke dalam ambulans. Mereka pun panik karena dikurung bersama pasien corona.
Tak sedikit yang mencoba kabur lewat jendela. Pelanggar yang masih terjebak di dalam meminta ampun kepada pasien corona agar tidak mendekati mereka.
Sudah kapok belum?
Dream - Jumlah pasien sembuh dari infeksi Covid-19 terus bertambah. Hingga hari ini, Sabtu 25 April pasien sembuh bertambah 40 orang menjadi 1.042 orang.
" Akumulasi sembuhh bertambah 40 sehingga akumulasinya menjadi 1.042 orang," tutur Achmad Yurianto, juru bicara penanggulangan Covid-19, dilansir dari Liputan6.com.
Meski begitu, jumlah angka pasien yang positif corona juga mengalami peningkatan. Jumlahnya naik menjadi 720 orang hingga mencapai 8.607 pasien.
Sedangkan untuk kasus meninggal yang tercatat hari ini sebanyak 31 orang. Jumlah itu juga menurun dari sebelumnya, yaitu 42 orang menjadi 31 orang. Sehingga total pasien meninggal saat ini
" Kasus meninggal dunia sebanyak 31 orang, sehingga total sebanyak 720 orang," tuturnya.
Data sebelumnya pada Jumat 24 April 2020 menunjukkan pasien positif mencapai 8.211 orang. Namun jumlah yang berhasil melawan Covid-19 juga naik 42 orang.
" (Sehingga total) pasien Covid-19 yang sudah sembuh mencapai 1.002 orang," kata Yurianto, Jumat pekan lalu.
Dream - Ketidakjujuran pasien bisa menjadi petaka bagi para tenaga medis yang menangani virus corona. Mereka tertular virus corona tanpa tahu dari mana asalnya.
Dilaporkan sebanyak 11 dokter di Kota Bekasi, Jawa Barat, tertular Covid-19 dari pasien yang tidak mau jujur dengan kondisi kesehatannya. Empat di antaranya sudah dibolehkan pulang usai menjalani perawatan intensif. Sedangkan enam lainnya menjalani isolasi mandiri karena tidak menunjukkan gejala.
" 11 itu positif hasil swab. Pasiennya itu tidak menyampaikan sama dokter yang memeriksa, bahwa dia ada kontak dengan yang positif dirawat," kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia Cabang Kota Bekasi, Komaruddin Askar, dikutip dari Liputan6.com.
Kamaruddin mengatakan 11 dokter yang terpapar terdiri dari dokter umum dan spesialis. " Jadi ada ketidakjujuran pasien di sini ke dokter yang memeriksa," ujar dia.
Atas kejadian ini, Komaruddin mengimbau kepada para dokter dan tenaga medis lainnya agar bekerja secara profesional. Dengan selalu mengenakan APD lengkap, terutama saat bersentuhan dengan pasien.
" Artinya sesuai tingkat di mana dia kerja, harus pakai APD. Entah bekerja di poli, UGD atau di ruang isolasi, tetap pakai APD, baik level 2, 3 atau 1. Dan jangan terlalu sering kontak dengan pasien," imbuh Komaruddin.
(Sah, Sumber: Liputan6.com/Bam Sinulingga)