Geger Pria Cari Akte Kematian yang Hilang Lewat Iklan di Koran

Reporter : Nabila Hanum
Selasa, 27 September 2022 16:00
Geger Pria Cari Akte Kematian yang Hilang Lewat Iklan di Koran
Seorang pria memasang iklan di koran yang memuat info kehilangan surat kematian miliknya.

Dream - Koran atau surat kabar menjadi salah satu media yang masih eksis di tengah gempuran teknologi digital. Dalam sebuah koran, pembaca tidak hanya disuguhkan sejumlah artikel berita.

Ada sejumlah konten yang bermanfaat lainnya, termasuk iklan. Iklan bukan hanya mempromosikan produk, namun ada pula info kehilangan.

Belum lama ini sebuah koran di India menjadi sorotan publik. Bagaimana tidak, koran tersebut memuat info kehilangan yang tak biasa.

1 dari 4 halaman

Dilansir India,com, seorang pria memasang iklan di koran yang memuat info kehilangan surat kematian miliknya.

“ Saya telah kehilangan surat kematian saya di Lumding Bazar (di Assam) tertanggal 22/07/09,” bunyi iklan tersebut.

Pria itu bahkan mencantumkan nomor surat kematian tersebut serta nama ayah kandungnya. Kisah lucu ini diposting oleh akun Twitter milik petugas polisi India bernama Rupin Sharma, @rupin1992.

Akta Kematiannya Hilang, Pria Ini Pasang Iklan di Koran© india.com

2 dari 4 halaman

Rupin memposting foto dari iklan tersebut dengan caption “ ini hanya terjadi di #india 😂😂😂”.

Postingan tersebut disukai oleh 768 pengguna Twitter lainnya dan menuai tanggapan lucu pada kolom komentar.

“ Seseorang telah kehilangan sertifikat kematiannya sendiri. Jika ada yang menemukannya, tolong kembalikan sertifikat kematiannya kepadanya. Tolong perlakukan ini sebagai hal yang mendesak – kalau tidak hantu itu akan marah.”

3 dari 4 halaman

“ Jika ditemukan, dimana sertifikat itu harus diserahkan, surga atau neraka?”

“ Pertama kali seseorang kehilangan sertifikat kematiannya.”

Iklan lucu serupa sebelumnya juga pernah terjadi di India. Seorang wanita menyebar nomor teleponnya karena tengah mencari calon suami melalui iklan koran.

4 dari 4 halaman

Wanita yang mengaku berasal dari keluarga pebisnis kaya tersebut hanya ingin mendapatkan pasangan yang berasal dari keluarga kaya, dengan pekerjaan seperti petugas polisi, dokter, industrialis, atau dari kasta yang sama.

Lucunya, wanita tersebut mengakhiri kalimat iklan dengan kalimat penolakan bagi pria yang bekerja sebagai engineer software karena dianggap tidak cukup kaya untuk menikahinya.

“ Engineer software dilarang menelepon,” tulisnya.

Laporan : Erdyandra Tri Sandiva

Beri Komentar