Haru, Pertemuan Terakhir Anak dan Ibu yang Hilang Saat Tawaf

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 24 Agustus 2017 12:29
Haru, Pertemuan Terakhir Anak dan Ibu yang Hilang Saat Tawaf
Pertemuan mereka sangat singkat. Hanya beberapa jam, sang ibu meninggal dunia.

Dream - " Sejak kami tahu ibu hilang di Mekah, setiap malam kami sholat di rumah, masjid dan madrasah sampai ibu atau tubuhnya ditemukan. Alhamdulillah pada malam keempat doa kami terpenuhi."

Itulah ungkapan lega Norasikin Awang Ahmad, 40 tahun, anak keempat Fatimah Senik, 69 tahun, yang meninggal dunia di Mekkah pada hari Rabu, 16 Agustus 2017.

Fatimah dilaporkan Malaysia News Hub mengalami koma akibat pendarahan di otak dan meninggal dunia di Mekkah. Perempuan paruh baya asal Malaysia itu dilaporkan tidak sadarkan diri selama menunggu giliran melakukan tawaf.

Norasikin mengatakan, ibunya pergi ke Tanah Suci bersama ayahnya Awang Ahmad Deraoff, 71 tahun, dan kakak laki-lakinya Mazuki, 50 tahun, pada 12 Agustus 2017 dari Bandara Internasional Sultan Mahmud di Terengganu, Malaysia.

" Pada tanggal 13 Agustus, kami mendapat berita ibu hilang setelah tak sadarkan diri. Menurut cerita, tim medis melepas kartu identifikasi ibu dan menyerahkannya kepada ayah yang tidak mengetahui apa yang terjadi karena masalah bahasa dan tidak dapat membaca," kata Norasikin kepada wartawan di rumahnya di Bukit Goh Felda.

 

1 dari 2 halaman

Fatimah Ditemukan Petugas Haji Malaysia

Norasikin mengatakan petugas kemudian meminta Mazuki membuat laporan ke perwakilan Tabung Haji (TH) di Mekkah.

Pada Rabu, 16 Agustus 2017, keluarga menerima pesan dan gambar Fatimah melalui WhatsApp. TH menanyakan apakah mereka mengenal wanita yang koma di Rumah Sakit King Abdulaziz itu.

" Saya mengonfirmasi bahwa itu adalah ibu (saya) dan petugas TH di Mekkah kemudian mencari abang saya. Abang menemukan ibu beberapa jam sebelum meninggal. Meski sedih, kami bersyukur ibu akhirnya ketemu," kata dia.

Menurut Norasikin, ibunya sangat gembira setelah diberitahu terpilih untuk melaksanakan haji tahun ini. Fatimah bahkan telah menyelesaikan manasik haji sebelum Idul Fitri dan sering minta diantar anak-anaknya mencari keperluan haji.

 

2 dari 2 halaman

Fatimah Sehat Jelang Keberangkatan

Norasikin mengatakan bahwa Fatimah terus menjaga kesehatan jelang keberangkatannya. Beberapa penyakit yang sempat kambuh tak muncul.

Atas kerja keras petugas TH yang menemukan ibundanya, Norasikin mengucapkan terima kasih. Jenazah Fatimah dikubur di Pemakaman Syarai'e pada Kamis, 17 Agustus 2017.

Dia menambahkan ayah dan abangnya dijadwalkan kembali ke Malaysia pada tanggal 27 September.

Sementara itu, Direktur TH Pahang, Helena Hashim, mengatakan Fatimah adalah jemaah haji pertama dari Pahang yang meninggal dunia. Seorang jemaah wanita dari Kampung Dong, Raub berusia 89 tahun menjadi orang kedua yang dikonfirmasi meninggal pada 17 Agustus 2017.(Sah)

Beri Komentar