Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (www.azizdesign.wordpress.com)
Dream - Mungkin ini tak pernah terbanyang dalam kehidupan Chen selama ini. Pria China ini divonis sebagai perempuan oleh dokter setelah melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit.
Menurut laman sanghaiist.com, Kamis 24 Juni 2014, mulanya Chen yang sudah menikah itu terus-menerus merasa lelah. Perutnya juga nyeri. Tak hanya itu, pada bagian kaki pun bengkak-bengkak.
Kecemasan Chen semakin bertambah setelah urine yang dia keluarkan bercampur dengan darah. Tak mau buang waktu, Chen kemudian ke rumah sakit untuk memeriksakan diri. CT scan pun dlakukan.
Tak berapa lama, hasil pemeriksaan keluar. Dari analisa itu, dokter menyatakan Chen memiliki rahim dan ovarium. Chen terkejut bukan main melihat hasil itu. Seolah tak percaya.
Tak hanya Chen. Dokter pun juga bingung. Maka, dilakukanlah tes kromosom. Hasilnya, Chen ternyata punya kromosom seks XX, yang berarti pria berusia 44 tahun itu adalah perempuan.
" Dia mengenakan pakaian laki-laki, rambutnya pendek sehingga kita tidak berfikir bahwa dia adalah perempuan," tutur Kepala Rumah Sakit Ratyat Pertama Yongkang.
Chen berusaha menampik hasil laboratorium itu. Dia mengaku hubungan dengan istrinya selama ini berjalan biasa-biasa saja. Namun dokter meragukan keterangan dia.
Chen memang memiliki benjolan, yang seolah itu adalah alat vital laki-laki. Namun, bentuknya memang berbeda dari alat kelamin laki-laki pada umumnya. Dokter menyimpulkan itu adalah penyakit, bukan alat kelamin. Apalagi dokter tidak menemukan buah zakar pada Chen.
Kasus-kasus medis seperti ini memang sangat langka. Dokter mengatakan bahwa Chen sangat terlambat untuk melakukan pengobatan medis. Seharusnya, kasus semacam ini ditangani saat masih muda. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya