Anggota TNI Dipukuli Rombongan Moge, Komentar Mantan Jenderal Jadi Sorotan

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 2 November 2020 12:45
Anggota TNI Dipukuli Rombongan Moge, Komentar Mantan Jenderal Jadi Sorotan
Rombongan Moge tersebut dipimpin oleh mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Letnan Jenderal TNI Purnawirawan Djamari Chaniago.

Dream - Klub Moge Harley Davidson Owner Group (HOG) Siliwangi tengah menjadi sorotan setelah kasus pengeroyokan kepada dua anggota TNI AD dari Kodim 0304/Agam di Bukittinggi, Sumatera Barat.

Keempat anggota klub yang menjadi tersangka kasus penganiayaan itu masing-masing berinisial MS (49), B (18), RHS (48) dan NJAD (26). Polisi hingga kini masih melakukan pemeriksaan terhadap anggota klub moge lainnya.

Rombongan moge tersebut dipimpin oleh mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) Djamari Chaniago.

Ketika ditanyai tentang insiden yang tersebut, Djamari pun memberikan komentarnya. Tetapi, komentar dari Djamari tersebut ternyata malah disoroti oleh para netizen.

1 dari 4 halaman

Rombongan Dipimpin Pensiunan Jenderal

Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto, membenarkan bahwa Djamari adalah ketua rombongan klub moge tersebut.

“ Dia kan ini ketua rombongan, Letnan Jenderal TNI Purnawirawan (Djamari) Chaniago. Iya (ada), dia kan di rombongan depan,” ujar Kombes Bayu, saat dihubungi Minggu 1 November 2020.

Aksi Pemukulan© Instagram @infokomando

2 dari 4 halaman

Tak Sempat Melerai

Kombes Bayu pun menjelaskan bahwa Serda Yusuf dan Serda Mistari dikeroyok oleh rombongan ke dua moge yang jumlahnya sekitar 10 kendaraan. Saat itu, jumlah rombongan moge yang diketuai oleh Djamari berjumlah 21 kendaraan. Akan tetapi, saat insiden berlangsung, Djamari tak sempat melerai.

“ Enggak, jadi dia kan rombongan di depan enggak tahu. Jadi begini, jadi ada 21 moge kan, nah yang 11 kendaraan itu sudah di depan, ini yang 10 ini kan tertinggal dia. Karena tertinggal, dia kan mungkin nambah kecepatan atau bagaimana,” terangnya.

“ Terus ini kan yang boncengan tentara ini mungkin pas rombongan pertama dia sudah minggir gitu, karena dia enggak tahu kalau di belakang masih ada, dia kan jalan. Kemudian datanglah ini rombongan yang di belakangnya ini yang 10 itu, mungkin sambil geber-geber kan, mungkin apakah dia bertujuan supaya yang di depan ini minggir. Karena dia kan enggak ada pengawalannya, ini kan rombongan tertinggal ini,” lanjutnya.

      View this post on Instagram    

Dua Anggota TNI Dikeroyok Rombongan Moge di Bukit Tinggi Tidak disangka, dua anggota TNI dari unit intel Kodim 0304/Agam menjadi korban pengeroyokan kelompok Motor Gede (Moge) Harley Davidson di Simpang Tarok Kec. Guguk Panjang Bukit Tinggi, Jum'at (30/10/2020) Dari informasi yang didapatkan, peristiwa tersebut berawal saat Serda Mistari bersama Serda Yusuf berboncengan menggunakan sepeda motor jenis Honda Beat melintas di Jln. Dr Hamka Kel. Tarok Dipo Kec. Guguk Panjang Kota Bukittinggi. Dari kejauhan terdengar suara sirene mobil Patwal Polres Bukit Tinggi. Serda Yusuf pun lalu meminggirkan kendaraannya dan memberikan jalan kepada mobil Patwal Polres Bukittinggi yang diikuti oleh rombongan motor Harley Davidson. Setelah rangkaian konvoi habis, rombongan Serda Yusuf melanjutkan perjalanan menuju Makodim, namun dari belakang datang rombongan motor Harley Davidson yang terpisah dari rombongan dan menggeber motornya (Blayer) sehingga Serda Yusuf terkejut dan hampir jatuh. Serda Yusuf kemudian mengejar dan memberhentikan salah satu pengendara motor Harley Davidson tersebut. Namun setelah berhenti rombongan Motor Harley Davidson langsung mengejar Serda Yusuf dan mengeroyok Serda Yusuf dan Serda Mistari. Saat dipukuli, Serda Yusuf dan Serda Mistari sudah menyampaikan bahwa mereka adalah Anggota TNI, namun tidak didengar dan diancam akan ditembak. Seketika dengan kejadian tersebut, masyarakat ramai dan ada yang sempat merekam video kejadian tersebut dan melerai pemukulan terhadap 2 (Dua) orang tersebut oleh rombongan motor Harley Davidson. Setelah dilerai masyarakat, rombongan motor Harley Davidson melanjutkan perjalanan menuju Novotel Kota Bukittinggi, sedangkan Serda Yusuf dan Serda Mistari melaporkan kejadian tersebut kepada Perwira Piket Kodim 0304/Agam. (@infokomando) Wow, sudah menyebut anggota TNI masih saja tidak digubris dan malah ngancam mau menembak? Ini namanya pelecehan terhadap institusi, dan tidak bisa didiamkan gaess ???? Bang Jagonya sesekali perlu diajak ngopi di Warkop barbar... TNI itu Prada sampai Jenderal. Usut tuntas!!

A post shared by Infokomando ???? (@infokomando) on

 

3 dari 4 halaman

Komentar Jenderal Ketua Rombongan

Akun Instagram @cetull22 membagikan sebuah video yang memperlihatkan Djamari Chaniago memberikan komentar atas insiden yang terjadi. Video tersebut awal mulanya dibagikan oleh pemilik akun @riffo_perdana17.

“ Enggak ada apa-apa itu. Hari ini kita enggak ada acara malam ini mau ke mana,” kata Djamari.

“ Besok ada acara Pak?” tanya perekam video.

“ Besok mungkin ada, mau minta izin dulu sama Kapolres, Kapolres mengizinkan atau enggak. Atau Kapolres enggak boleh pak, enggak boleh,” jawab Djamari.

“ Terkait ribut-ribut itu apa yang sedang terjadi Pak?” tanya perekam video.

“ Ah enggak ada apa-apa, naik motor padat sekali jatuh mungkin gitu kan, hanya itu,” jawab Djamari.

      View this post on Instagram    

Pengakuan Komandan Mogenya Letjen Purn TNI - @riffo_perdana17 .. .. Follow @cetul22 Follow @cetul22

A post shared by cetul22 (@cetul22) on

4 dari 4 halaman

Jadi Perbincangan Netizen

Mendengar komentar Djamari Chaniago, para netizen pun menyorotinya komentarnya. Seperti para netizen berikut ini.

Whaaattt ???? “ Ngga ada apa-apa itu” sbnr nya, gue lagi hidup dimana sih ???,” tulis akun @nanangbobcahyono.

Apanya gak ada apa².?” sambung akun @tumbur_togatorop.

Enak banget ngomong saat ditanya bilangnya gk ada apa-apa… Haddeehh,” imbuh akun @dehelnysdenis.

Beri Komentar