Arab Saudi Izinkan Perempuan Ibadah Haji dan Umroh Tanpa Mahram

Reporter : Nabila Hanum
Kamis, 13 Oktober 2022 09:00
Arab Saudi Izinkan Perempuan Ibadah Haji dan Umroh Tanpa Mahram
Selain itu, tidak ada batasan untuk visa umroh yang dikeluarkan pemerintah Saudi untuk muslim di seluruh dunia.

Dream - Pemerintah Arab Saudi mengumumkan perempuan kini diizinkan menjalani ibadah haji dan umroh tanpa wali laki-laki atau mahram.

Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq Al-Rabiah mengatakan, perempuan dari berbagai negara di dunia bisa mengunjungi Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nawabi di Madinah tanpa mahram.

Selain itu, tidak ada batasan untuk visa umroh yang dikeluarkan pemerintah Saudi untuk muslim di seluruh dunia.

1 dari 5 halaman

" Setiap Muslim yang datang ke Kerajaan dengan tipe visa apapun bisa melaksanakan Umrah," katanya, dilansir dari Middle East Monitor, Rabu 12 Oktober 2022.

Rabiah menegaskan kembali upaya Saudi untuk memodernisasi proses dan fasilitas haji dan umrah dengan menggunakan digitalisasi dan kecerdasan buatan.

" Ini termasuk menggunakan robot untuk memberikan beberapa layanan bagi para peziarah, juga mengembangkan platform Nusk, yang menyediakan banyak fasilitas bagi para peziarah dan pengunjung Masjidil Haram," ujarnya.

" Memungkinkan untuk mengajukan izin umrah melalui platform ini dalam waktu yang singkat, dan setelah itu, bisa bisa diperoleh dalam waktu 24 jam," imbuh Rabiah.

2 dari 5 halaman

Pelayanan Haji Indonesia di Bandara Dapat Penghargaan dari Wukala Arab Saudi

Dream - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun 2022 patut berbangga. Pemerintah kerjaaan ARab Saudi memberikan penghargaan atas kerja keras para PPIH yang dianggap memberikan layanan optimal dalam proses kedatangan maupun kepulangan jemaah di area bandara.  

Indonesia juga dipuji telah menunjukan kerja sama yang baik dengan sejumlah pihak di bandara sehingga proses pergerakan jemaah tidak mengalami banyak kendala.

Penghargaan kepada Indonesia ini diberikan oleh Wukala, perusahaan penyedia layanan di bandara (airport handling). 

Penghargaan diserahkan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah Abdul Fattah Masath kepada Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi yang juga merupakan Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam di Mekah, pada Selasa, 9 Agustus 2022. 

3 dari 5 halaman

Nasrullah Jasam mengatakan, penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dapat berlangsung tak lepas dari bantuan Arab Saudi dan pihak terkait. Meski kuota jemaah tidak sampai 50 persen, tantangan di lapangan juga tak kalah menantang.

“ Namun kita bersyukur, ada pihak-pihak yang sangat membantu seperti Wukala yang totalitas melayani jemaah baik pengangkutan koper, pergerakan jemaah, hingga pengurusan dokumen,” terang dia.

Suksesnya penyelenggaraan ibadah haji juga tidak lepas dari komitmen tinggi Wukala untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji, termasuk dari Indonesia.

Di antara bentuk layanan baru itu antara lain dikerahkannya ratusan petugas perempuan Saudi sehingga membuat jemaah haji merasa lebih nyaman. 

“ Petugas-petugas itu selain muda juga sangat ramah. Sehingga mereka sangat cekatan dan membuat jemaah merasa disambut dengan hangat setiba dan saat akan pulang dari Tanah Suci,” katanya.

4 dari 5 halaman

Nasrullah berharap, penghargaan dari Wukala dapat menjadi cambuk untuk meningkatkan pelayanan kepada jemaah haji pada tahun depan. Apalagi, jumlah kuota tahun depan kemungkinan bertambah, jika pandemi Covid-19 sudah tidak ada.

“ Semoga kerja sama ini terus terbina dengan baik. Di sisi lain, petugas Indonesia juga harus meningkatkan profesionalisme serta kinerjanya karena tantangan ke depan tidak ringan,” jelasnya. 

Selain kepada Indonesia, Wukala juga memberikan penghargaan kepada negara pengirim jemaah haji, antara lain: Malaysia, India, Pakistan, dan Bangladesh.

Wukala melayani jemaah haji di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah, juga di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. 

 

5 dari 5 halaman

Menurut Nasrullah, kehadiran Wukala dan sejumlah perusahaan Saudi yang bertugas di area bandara sangat membantu PPIH Arab Saudi.

Sebab, kehadiran mereka membuat kerja-kerja PPIH menjadi lebih efektif dan efisien. Apalagi tahun ini, jumlah petugas PPIH yang diterjunkan di area bandara sangat sedikit, yakni sekitar 140 orang. 

Sementara itu di musim haji 1443 H atau 2022 M, pada fase kedatangan, tercatat 45.096 jemaah haji Indonesia yang diberangkatkan pada gelombang pertama mendarat di Bandara AMAA Madinah. Mereka tergabung dalam 114 kloter. 

Catatan lainnya, ada 47.572 jemaah haji Indonesia yang berangkat pada gelombang kedua dan mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Mereka tergabung dalam 126 kloter. 

Jemaah haji gelombang pertama pulang melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, sebaliknya gelombang kedua pulang melalui Bandara AMAA Madinah.

(Sah, Sumber: Kemenag)

Beri Komentar