Saudi Tawarkan Bangun Masjid buat Pengungsi Suriah di Jerman

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 13 September 2015 16:01
Saudi Tawarkan Bangun Masjid buat Pengungsi Suriah di Jerman
Ada sekitar 200 masjid akan dibangun untuk pengungsi Suriah di Jerman. Setiap masjid akan menampung 100 orang pengungsi.

Dream - Arab Saudi dilaporkan memberikan tanggapan positif atas diterimanya ribuan pengungsi Suriah di Jerman. Arab Saudi bahkan menawarkan bantuan kepada Jerman berupa pembangunan 200 masjid untuk menampung para pengungsi.

Dilansir Frankfurter Allgemeine Zeitung, seperti dikutip oleh media Libanon Al Diyar, Saudi berencana membangun setiap satu masjid untuk 100 orang pengungsi yang masuk ke wilayah Jerman. Sementara jumlah pengungsi masuk Jerman semakin bertambah banyak.

Langkah Arab Saudi ini untuk menepis anggapan negara-negara kawasan Timur Tengah seolah tidak melakukan apa-apa untuk membantu para pengungsi korban perang di Suriah.

Sepekan lalu, media al Hayat melaporkan sebanyak 500.000 warga Suriah telah hidup di Arab Saudi sejak perang mulai berlangsung. Mereka tinggal di sana bukan sebagai pengungsi, melainkan sebagai tenaga kerja.

Selain itu, terdapat sejumlah sumbangan atas nama perseorangan untuk perbaikan kamp pengungsi di perbatasan Suriah. Jumlah sumbangan yang terkumpul mencapai 900 juta dolar Amerika Serikat, setara Rp12,8 triliun.

Meski demikian, terdapat sejumlah kekhawatiran terkait perpindahan masyarakat Suriah yang mencapai puluhan hinga ratusan ribu orang itu. Salah satunya adalah perubahan demografi penduduk, juga secara politik dianggap justru menciptakan penguatan dukungan terhadap pemerintahan Bassar Al Assad.

Sementara Kanselir Jerman Angela Merkel begitu bangga bisa menyambut para pengungsi yang datang ke negaranya.

" Proses integrasi mereka akan berlangsung melalui anak-anak, yang akan belajar mengenai Jerman begitu cepat di Taman Kanak-kanak. Dan saya berharap dan percaya sebagian besar pengungsi akan mau belajar bahasa kami secara cepat," ungkap Merkel.

Terkait tawaran Arab Saudi, Merkel belum memberikan jawaban. Dia mengatakan masih memerlukan pembicaraan dengan sejumlah kepala negara federal.

" Harus melalui otoritas federal," ungkap dia.

Sumber: independent.co.uk

Beri Komentar