Ayah Pramugari AirAsia: Kami Tak Mampu Mencegahnya

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 1 Januari 2015 11:29
Ayah Pramugari AirAsia: Kami Tak Mampu Mencegahnya
"Ini kehilangan yang sangat menyakitkan. Kami menerima takdir Tuhan. Dia milik Yang Maha Kuasa. Kami akan melihat dia lagi suatu saat nanti," tutur Haidar.

Dream - Keluarga tak mampu mencegah keinginan Khairunnisa Haidar untuk menjadi pramugari. Profesi ini memang telah menjadi impian salah satu pramugari yang ikut penerbangan AirAsia QZ8501 itu sejak masih kecil.

“ Kami tak mampu mencegahnya. Sejak awal, kami telah tahu risiko yang berkaitan dengan penerbangan,” tutur ayah Khairunnisa, Haidar Fauzi, sebagaimana dikutip Dream dari laman The Star, Kamis 1 Januari 2015.

Istri Haidar sangat terpukul dengan kecelakaan pesawat AirAsia QZ 8501 yang membawa putri mereka. Mereka terakhir kali melihat Khairunnisa enam pekan silam, saat sang putri pulang untuk berlibur.

Saat ini, Haidar dan istrinya sangat berharap bahwa jasad perempuan dengan seragam pramugari yang ditemukan oleh Tim SAR Rabu kemarin adalah putri mereka. Sehingga bisa segera memakamkan putrinya. Dan benar saja, pramugari itu belakangan dikenali sebagai Khairunnisa.

Dalam pesawat berisi 155 penumpang dan 7 kru itu, hanya ada dua pramugari perempuan. Selain Khairunnisa yang telah bergabung dengan AirAsia selama dua tahun itu, ada pula kepala pramugari, Wanti Setiawati.

Haidar juga mengaku telah mengunjungi apartemen Khairunnisa di Surabaya. Di sanalah hati Haidar semakin remuk redam. Sebab melihat barang-barang Khairunnisa telah dikemas. Memang, Khairunnisa telah berencana pulang kampung ke Palembang, Sumatera Selatan untuk berlibur Januari ini. Tiket mudik pun sudah dibeli.

“ Ini kehilangan yang sangat menyakitkan. Kami menerima takdir Tuhan. Dia milik Yang Maha Kuasa. Kami akan melihat dia lagi suatu saat nanti,” tutur Haidar.

Beri Komentar