Babak Baru Kasus Ferdy Sambo: PN Jaksel Gelar Sidang Perdana 17 Oktober 2022

Reporter : Nabila Hanum
Selasa, 11 Oktober 2022 10:33
Babak Baru Kasus Ferdy Sambo: PN Jaksel Gelar Sidang Perdana 17 Oktober 2022
Humas PN Jaksel Djumyanto mengatakan, untuk sidang para tersangka ini nantinya dilakukan dengan waktu yang berbeda-beda

Dream - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) akan menggelar persidangan kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J pada minggu ketiga Oktober 2022.

Humas PN Jaksel Djumyanto mengatakan, untuk sidang para tersangka ini nantinya dilakukan dengan waktu yang berbeda-beda, baik kasus pembunuhan berencana maupun obstruction of justice.

" Sambo, Ibu PC, KM Senin 17 Oktober 2022 (Ricky Rizal juga) ya," kata Djumyanto, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 11 Oktober 2022.

1 dari 9 halaman

Sedangkan, untuk Bharada E alias Richard Eliezer akan dilakukan sehari setelahnya yakni 18 Oktober 2022.

" Kalau yang Obstruction of Justice Rabu, 19 Oktober 2022," ujarnya.

Djuyamto mengatakan, nantinya ada tiga orang majelis hakim dalam mengawal perkara tersebut. Ketua Majelis Hakim akan dipegang oleh Wakil Ketua PN Jakarta Selatan, Wahyu Iman Santosa.

" Wahyu Iman Santosa. Anggota Morgan Simanjuntak, dan Alimin Ribut Sujono," ujarnya.

2 dari 9 halaman

Ia menjelaskan, tiga orang majelis hakim itu nantinya akan mengadili para terdakwa, baik perkara pembunuhan berencana maupun obstruction of justice atau menghalang-halangi penyidikan.

" (Untuk perkara OJ) sama majelisnya," ujarnya.

Sementara itu, Ketua PN Jaksel, Saut Maruli Tua Pasaribu, memastikan bahwa persidangan kasus pembunuhan Brigadir J akan terbuka untuk umum.

" Sidangnya akan terbuka umum. Boleh tertutup karena ruangan tidak terlalu besar, tapi di selasar disediakan monitor. Agar masyarakat, rekan-rekan media bisa meliputnya," Saut.

3 dari 9 halaman

Ia mengatakan, pihak kejaksaan dan kepolisian sudah berkoordinasi soal teknis penanganan dan pengamanan.

" Pengamanannya, termasuk juga agar persidangannya berjalan lancar. Jadi kalau benar hari ini akan dilimpahkan, maka hari ini juga PN Jaksel akan menunjuk majelis hakim yang memeriksa dan menangani perkara ini, dan hari ini juga Bapak Ibu akan segera tahu tanggal berapa persidangannya. Bapak Ibu nannti bisa lihat di SIPP PN Jaksel di web, situ ada, bisa dilihat di situ sidangnya tanggal berapa," ujar Saut.

Terpisah, Kapolres Jakarta Selatan, Ade Ary Syam Indardi, menyebut pihaknya akan mengerahkan sekitar 170 personel untuk mengamankan jalannya persidangan kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

" Masih berkembang, sampai dengan hari ini kami telah membuat rencana pengamanan setidaknya ada 170 personel nanti yang kami turunkan," ujar dia.

4 dari 9 halaman

Tak hanya dari personel Polres Jaksel, lanjut dia, nantinya pengamanan sidang akan dibantu oleh personel Polda Metro Jaya.

" Kami di-backup juga oleh Polda Metro Jaya," kata Ade Ary.

Dia menyebut, terkait pengamanan itu pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Dia berharap terjunkan para personel Polsek Jaksel bisa membantu mengamankan jalannya sidang nanti.

" Untuk pengamanan, kami sudah berkomunikasi, untuk pengamanan kami dari Polres Metro Jakarta Selatan telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan teman-teman pengadilan negeri, teman-teman Kejari Jakarta Selatan," kata dia.

5 dari 9 halaman

Ferdy Sambo Minta Maaf, Ayah Brigadir J: Selesaikan Proses Hukum Baru Bicara Maaf-maafan

Dream - Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat, menanggapi permintaan maaf Ferdy Sambo yang telah menjadi otak pembunuhan anaknya. Dia meminta Ferdy Sambo menyelesaikan proses hukum yang berlaku.

" Saya selaku ayah almarhum brigadir J, saya tidak mau mendahului hukum, negara kita ini negara hukum kiranya kalau sudah selesai berbicara hukum baru kita berbicara soal maaf-maafan," kata Samuel dikutip dari merdeka.com.

Menurut Samuel, permintaan maaf Ferdy Sambo merupakan hal yang wajar dilakukan oleh sesama manusia. Soal maaf, bisa dibicarakan setelah proses hukum selesai.

" Kita tidak mau mendahului hukum, kita serahkan kepada hukum yang berlaku, kita doakan juga untuk yang bekerja di sana semoga dilindungi oleh Tuhan," imbuh Samuel.

6 dari 9 halaman

Sebelumnya, Ferdy Sambo kembali dibawa ke Mako Brimob usai pelimpahan Tahap II atau penyerahan barang bukti dan tersangka kasus kematian Brigadir J.

Saat digiring ke mobil rantis, Ferdy Sambo sempat menyampaikan permohonan maaf kepada orangtua Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.

" Saya menyampaikan permohonan maaf kepda pihak-pihak yang sudah terdampak atas perbuatan saya, termasuk ibu dan bapak dari Yosua," kata Ferdy Sambo, dikutip dari Liputan6.com.

7 dari 9 halaman

Ferdy mengaku perbuatannya mendalangi pembunuhan Brigadir J adalah bentuk luapan emosionalnya atas yang terjadi terhadap istrinya, Putri Candrawathi.

" Saya lakukan ini karena kecintaan saya kepada istri saya. Saya tidak tahu bahasa apa yang dapat mengungkapkan perasaan, emosi, dan amarah akibat peristiwa yang terjadi di Magelang," ujarnya.

Ferdy menyatakan bahwa istrinya tidak terlibat dan tidak bersalah dalam kasus ini. Dia pun siap menjalani hukuman atas perbuatannya.

" Kabar yang saya terima sangat menghancurkan hati saya. Saya sangat menyesal. Saya siap menjalani semua proses hukum. Istri saya tidak bersalah, dia tidak melakukan apa-apa, justru dia korban," tuturnya.

8 dari 9 halaman

Polri menyerahkan para tersangka dan barang bukti kasus kematian Brigadir J ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Seluruhnya kemudian akan langsung ditahan di penempatan penjara yang telah ditentukan.

Ferdy Sambo tiba sekitar pukul 11.40 WIB. Dia mengenakan baju tahanan oranye dan digiring masuk ke Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung.

Meski begitu, situasi pengambilan gambar terkesan dihalangi oleh petugas. Situasi hujan pun menjadi alasan aparat memberikan payung kepada Ferdy Sambo.

Padahal, hujan yang turun tidak terbilang deras dan anggota lainnya pun menerjang hujan dalam menjalankan tugas.

9 dari 9 halaman

Adapun lokasi penahanan Ferdy Sambo dipastikan tetap berada di Mako Brimob Kelapa Dua Depok. Adapun yang ditahan di lokasi yang sama adalah Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria, dan AKBP Arif Rahman Arifin.

" Sesuai hasil koordinasi dengan Bareskrim tersangka FS, HK, AN, ARA kami melakukan penahanan di Mako Brimob," tutur Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung Fadil Zumhana di Kejagung, Jakarta Selatan.

Sementara Putri Candrawathi akan ditahan di Rutan Salemba cabang Kejagung. " Untuk Ibu PC ditahan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung," kata Fadil.

Beri Komentar