Indonesia Uji Coba Event Internasional di Bali Jelang Jadi Tuan Rumah KTT G20

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 1 November 2021 17:01
Indonesia Uji Coba Event Internasional di Bali Jelang Jadi Tuan Rumah KTT G20
Akan ada banyak event dunia digelar di Indonesia tahun depan.

Dream - Bali akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi G20 pada 2022 mendatang. Menghadapi perhelatan besar yang akan dihadiri pemimpin negara besar dunia, Pemerintah bakal menggelar uji coba penyelenggaraan event internasional di Bali.

" Akan ada uji coba untuk acara internasional di Bali oleh Kemenkes supaya pimpinan daerah agar mengantisipasi langkah-langkah yang diperlukan jika di daerah akan dilaksanakan acara-acara internasional," ujar Menko Pembanguna Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, disiarkan kanal Sekretariat Presiden.

Muhadjir menyatakan Bali menjadi perhatian khusus Pemerintah dalam penanganan Covid-19. Ini karena akan ada banyak event internasional dihelat di Bali, yang di antaranya akan dihadiri para pimpinan negara-negara sahabat.

" Provinsi Bali menjadi perhatian khusus karena pada bulan Maret, Mei, dan sepanjang tahun 2022 ada acara-acara besar yang berskala internasional yang mengundang banyak pimpinan negara sahabat," kata dia.

Indonesia ditetapkan sebagai Presidensi G20 dijadwalkan pada 30-31 Oktober 2022 usai dari Italia. Ini merupakan pengalaman pertama Indonesia menggelar konferensi tingkat tinggi tersebut.

1 dari 3 halaman

Covid-19 Melandai Bakal Dipertahankan

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyatakan pihaknya akan mati-matian mempertahankan kondisi Covid-19 yang melandai saat ini. Hal ini mengingat akan ada banyak event dunia digelar di Indonesia.

" Kami akan mati-matian mempertahankan ini karena akan banyak event internasional besar tahun depan," kata Budi.

Pada 2022, beberapa event kelas dunia akan digelar di Indonesia seperti KTT G20. Selain itu, pertemuan internasional dampak perubahan iklim, pertandingan bulu tangkis internasional, dan beberapa lagi.

Menghadapi gelaran tersebut, Pemerintah menyusun pilot project yang nantinya menjadi pedoman penyelenggaraan gelaran internasional. Sekaligus juga pedoman penerapan protokol kesehatan di tengah melandainya kasus Covid-19.

" Kita akan melihat di pilot project itu aja saja yang baik, apa saja yang perlu diperbaikin, agar nanti pada saat pertemuan internasional memang terjadi tahun depan, sudah jauh lebih siap," kata dia.

2 dari 3 halaman

Berubah Lagi, Perjalanan Udara Jawa-Bali Tak Harus Pakai PCR

Dream - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, mengumumkan perubahan ketentuan terkait perjalanan udara selama masa PPKM. Muhadjir menyatakan naik pesawat di wilayah Jawa-Bali tidak diharuskan lagi menggunakan hasil tes PCR.

" Untuk perjalanan akan ada perubahan yaitu untuk wilayah Jawa dan Bali, perjalanan udara tidak lagi mengharuskan menggunakan tes PCR," ujar Muhadjir dalam konferensi pers PPKM, disiarkan Sekretariat Presiden.

Tes PCR dapat diganti dengan rapid test antigen. Ketentuan ini sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri.

" Cukup menggunakan tes antigen sama dengan yang sudah diberlakukan untuk wilayah luar Jawa-Bali sesuai dengan usulan Bapak Mendagri," kata Muhadjir.

 

3 dari 3 halaman

Antisipasi Dampak Covid-19 pada PTM

Mengantisipasi dampak Pembelajaran Tatap Muka di tengah pandemi, kata Muhadjir, Kemenkes bekerja sama dengan Kemendikbudristek dan Kemenag akan membuat aplikasi proaktif tracing. Nantinya, aplikasi tersebut akan terintegrasi dengan PeduliLindungi.

Lebih lanjut, Muhadjir mengungkapkan kasus Covid-19 saat ini memang melandai. Tetapi, dia tetap mengingatkan masyarakat untuk tetap patuh pada protokol kesehatan dan menjaga kewaspadaan terhadap virus.

" Walaupun penurunan penularan Covid-19 sudah bagus, tetapi kita juga harus terus waspada," kata Muhadjir. (mut)

Beri Komentar