Begini Sepak Terjang Choirul Huda di Dunia Sepak Bola

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 16 Oktober 2017 17:00
Begini Sepak Terjang Choirul Huda di Dunia Sepak Bola
Kiper ini mengembuskan napas terakhir usai tabrakan dengan rekan setimnya di lapangan.

Dream – Dunia sepak bola Indonesia sedang berduka. Kiper Persela Lamongan, Choirul Huda, mengembuskan nafas terakhirnya setelah tabrakan dengan rekam timnya ketika sedang bertanding melawan Semen Padang.

Kepala Kapten Persela ini berbenturan dengan lutut rekan setimnya. Saat ditandu keluar lapangan, Huda dalam keadaan tidak sadarkan diri. Analisis dokter menyebut Huda wafat karena mengalami benturan di kepala dan leher, bukan di dada kiri sebagaimana kabar yang beredar luas.

Dilansir Bola.net, Senin 16 Oktober 2017, Huda merupakan salah satu penjaga gawang terbaik di kancah sepak bola Indonesia. Selain tenang, pria 38 tahun ini juga mampu mengatur lini belakang.

Dia mengawali kariernya di dunia sepak bola dari tim akademi sepak bola Persela. Pada awal 1999, dia dipromosikan ke tim utama Persela Lamongan. Huda segera menjadi pilar vital bagi kesebelasan ini. Gaya permainannya cenderung berani menghadapi lawan yang menyerang.

Huda merupakan pemain yang menjadi ikon Persela Lamongan dan senior lama yang sudah membela Laskar Joko Tingkir. Dia juga menjadi salah satu pemain yang berjuang bersama Persela dari Liga Indonesia hingga Liga Super Indonesia.

Tak diketahui persis seberapa besar gaji yang diterima Huda sebagai penjaga gawang Persela. Tapi, dia mengaku sempat “ ditawar” Sriwijaya FC untuk musim 2013/2014 dan permintaan itu ditolak. Alasannya, Huda sudah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lamongan. Dia tetap di Persela hingga akhir hayat.

Selamat jalan Cak Huda!

Beri Komentar