Dream - Subuh hari di pantai Malaysia. Sayup-sayup terdengar suara azan. Bukan dari masjid, atau juga surau. Panggilan salat itu berasal dari sebuah kapal pesiar mewah yang tengah sandar di pantai negeri jiran itu.
Selama ini kapal pesiar memang identik dengan warga asing. Selalu disorot sebagai pusat hiburan di tengah samudera. Namun, Malaysia menjadikan bahtera mewah itu sebagai tempat wisata untuk kaum Muslim.
Adalah pengkhotbah kondang, Ustaz Kazim Elias (UKE), yang menjadikan kapal pesiar sebagai pusat menyebarkan dakwah. Langkah ini sekaligus sebagai pendobrak anggapan masyarakat, yang mengira bahwa dakwah hanya dilakukan di masjid dan surau-surau. Dakwah bisa dilakukan di mana saja.
UKE baru-baru ini memang bepergian ke sejumlah tujuan wisata terkenal dunia, termasuk Langkawi, Malaysia dan Phuket, Thailand, melalui jalan laut. Perjalanan itu membuka pikiran bahwa dakwah tidak pernah dibatasi oleh cara atau lokasi.
Aksi ini disorot dalam program Kembara UKE. Program yang dipimpin oleh Mohd. Kazim Elias bersama 700 orang jamaah itu melintasi samudera demi mencapai satu tujuan dan memperoleh ilmu.
“ Dakwah harus disorot dengan cara baru. Kita ingin membuktikan bahwa dakwah sebagai media yang universal dan dapat diselenggarakan di mana-mana,” kata Kazim dikutip Dream dari Kosmo, Senin 15 September 2014.
" Seringkali, pikiran masyarakat memikirkan bahwa kapal pesiar identik dengan kegiatan judi dan sebagainya. Namun, kita dapat membuktikan bahwa dakwah bisa menjadi sesuatu yang baru jika masyarakat memahami kondisi nyata dan konsep dakwah itu sendiri,” tambah dia.
Program ini merupakan langkah awal untuk membuka mata manajemen kapal mewah agar memikirkan mekanisme baru, yaitu menyediakan sebuah kapal untuk umat Islam. Para penyedia jasa kapal pesiar juga diharapkan menyediakan memenuhi aturan sesuai dengan syariat Islam.
Dari progam inilah, akhirnya manajemen Star Cruise dan juga manajemen program Kembara UKE berencana mengadakan petualangan tersebut untuk kali kedua yang dikenal sebagai Kembara UKE 2.0. Tindak lanjut itu sungguh beralasan, sebab pada penyelenggaraan pertama antusiasme masyarakat cuku besar. Ada 700 orang turut serta.
“ Karena itu, kami berencana untuk mengadakan Kembara UKE kali kedua. Kembara yang disebut Kembara UKE 2.0 itu nanti akan membuka sebanyak 1.000 peserta untuk mengikuti program ini,” tutur Kazim.
“ Program Kembara UKE 2.0 juga akan diadakan di atas kapal pesiar mewah Star Cruise, namun tujuan pada kali kedua nanti berbeda dibandingkan sebelumnya. Kami berencana untuk singgah ke Pulau Krabi, Thailand, dan melihat budaya masyarakat Islam di sana,” tambah Kazim.
Dia menambahkan, di samping mendalami ilmu dakwah, peserta juga dapat melihat bagaimana masyarakat Islam di negara lain mengamalkan cara hidup Islam sama seperti di Malaysia. Apa yang membedakan semua itu adalah adat dan budaya di suatu daerah.
“ Pada program Kembara UKE 2.0 yang akan diadakan pada 25 dan 28 Januari tahun depan, peserta akan di bawa untuk mengunjungi dua tujuan termasuk Krabi dan Phuket.”
“ Kita ingin peserta tahu bahwa masyarakat di sana juga mengadopsi budaya yang sama di samping bertukar ilmu yang terkait dengan agama Islam,” ujar Kazim.
Advertisement

Tampil Cantik di Dream Day Ramadan Fest Bersama Beauty Class VIVA Cosmetics

Pertama di Dunia: L’Oréal Groupe dan Shopee Hadirkan ‘House of Beauty’ Hyper Brand Day


Tubuh Kehilangan Banyak Cairan Setelah Berolahraga? Kenali Cara Mengembalikannya dengan Tepat

Tubuh Kehilangan Banyak Cairan Setelah Berolahraga? Kenali Cara Mengembalikannya dengan Tepat


Pertama di Dunia: L’Oréal Groupe dan Shopee Hadirkan ‘House of Beauty’ Hyper Brand Day