PSBB Jakarta Dibatalkan? Tunggu Pengumumannya Siang Ini

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Minggu, 13 September 2020 09:46
PSBB Jakarta Dibatalkan? Tunggu Pengumumannya Siang Ini
Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih membahas detail rencana PSBB total di ibu kota.

Dream - Pemberlakukan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB )DKI Jakarta masih terus dibahas antara Pemprov DKI dan pemerintah pusat. Rencanya, hasil rapat terkait kebijakan ini akan diumumkan secara resmi pada Minggu, 13 September 2020 pukul 13.00 WIB

Hal ini disampaikan Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo, saat konferensi pers terkait kondisi terkini RS Darurat Covid-19 di Wisma Atlet, Sabtu 12 September 2020.

" Untuk PSBB secara resmi besok akan disampaikan pada media sekitar pukul 13.00," kata Doni dalam konpers daring, Sabtu 12 September 2020.

Saat ini, Satgas Covid-19, Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih membahas detail rencana PSBB total di ibu kota. Selanjutnya, hasilnya akan disampaikan secara resmi kepada publik.

" Sehingga pengumuman yang disampaikan ke masyarakat ada sebuah kepastian, harmonisasi antara kepentingan pusat dan daerah," ucap Doni.

 

1 dari 5 halaman

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan PSBB total akan dilaksanakan pada 14 September 2020. Anies menyatakan pembahasan detail PSBB akan dilakukan bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartanto.

“ Sesuai rencana Insyaallah mulai Senin dilakukan pengetatan dan untuk menghormati permintaan Bapak Menko Perekonomian sebagai ketua satgas, detail pembatasan perkantoran akan dibahas besok (Sabtu)," ucap Anies di Balai Kota Jakarta, Jumat 11 September 2020.

Detail yang dimaksud Anies adalah penutupan kantor dan kegiatan usaha di Ibu Kota. (mut)

Sumber: Liputan6.com

2 dari 5 halaman

Mau Nikah Saat PSBB DKI Jakarta? Begini Syaratnya

Dream - Kementerian Agama menyatakan layanan nikah di KUA DKI Jakarta tetap dibuka saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku mulai 14 September. Tetapi, layanan akan dijalankan dengan memperketat penerapan protokol kesehatan.

" Sesuai dengan SE Dirjen Bimas Islam, layanan KUA secara nasional tetap berjalan sebagaimana mestinya. Karena PSBB jilid dua, protokol kesehatan dalam layanan nikah di DKI Jakarta akan diperketat," ujar Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam Kemenag, Muharam Marzuki, dikutip dari Merdeka.com.

© Dream

Muharam mengatakan layanan nikah dengan protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan dari Gugus Tugas Covid-19 setempat. Tak hanya itu, pendaftaran layanan nikah juga sudah dilakukan secara online lewat simkah.kemenag.go.id.

" Pelaksanaan akad nikah baik di KUA ataupun di luar KUA di masa penerapan PSBB hanya boleh dilaksanakan bagi yang telah terdaftar pada tanggal sebelum diberlakukannya PSBB tersebut dan telah disetujui oleh pihak KUA," kata dia.

3 dari 5 halaman

Hadirin Dibatasi 10 Orang

Pelaksanaan akad nikah di daerah PSBB hanya boleh diikuti maksimal 10 orang. Rinciannya yaitu pasangan calon pengantin (2 orang), wali nikah (1 orang), perwakilan saksi (2 orang), perwakilan orang tua calon pengantin (2 orang), penghulu (1 orang), juru kamera (1 orang), dan pendamping calon pengantin (1 orang).

" Tak kalah penting, sirkulasi udara ruangan yang digunakan untuk pelaksanaan akad nikah dipastikan kondisinya baik," kata Muharam.

Lebih lanjut, Muharam mengingatkan seluruh peserta yang hadir di majelis akad nikah wajib menggunakan masker. Juga wajib jaga jarak minimal satu meter, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer sebelum masuk ruangan.

" Khusus pasangan calon pengantin dan penghulu, wajib menggunakan sarung tangan," ucap dia.

Sumber: Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

4 dari 5 halaman

PSBB Kota Bekasi Bakal Susul Jakarta?

Dream - Pemerintah Kota Bekasi belum akan meniru langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang bakal menerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total pada Senin, 14 September 2020. Pemkot tetap menggunakan upaya preventif dalam menangani kasus Covid-19.

" Meski karakter masyarakatnya hampir sama (dengan DKI Jakarta) namun penanganannya berbeda," ujar Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, dikutip dari Liputan6.com.

Rahmat mengatakan, pihaknya gencar menangani Covid-19 melalui program RW Siaga, Program ini fokus pada ketahanan pangan, menekan angka kriminal, serta pencegahan penularan Covid-19.

" Selain itu kita juga mengadakan program Gebrak Masker dan Tracking Pasien Covid-19," kata dia.

 

5 dari 5 halaman

ATHB Jadi Pedoman

Rahmat menyatakan pihaknya masih berpedoman pada aturan Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB) yang diperpanjang hingga 2 Oktober 2020.

Selama rentang waktu tersebut, perekonomian masyarakat tetap berjalan namun pengawasan protokol kesehatan diperketat lagi.

" ATHB Kota Bekasi menyinergikan aspek kesehatan, sosial dan ekonomi yang aman. Ada juga kawasan-kawasan yang sudah terbebas," ucap Rahmat.

Tak hanya itu, Pemkot Bekasi juga meningkatkan koordinasi dengan TNI dan Polri untuk lebih mengoptimalkan penanganan Covid-19. Sehingga, penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh.

Namun begitu, Rahmat menyatakan tidak menutup kemungkinan Kota Bekasi akan menerapkan langkah serupa dengan DKI Jakarta berupa PSBB total.

Terlebih, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat menyinggung tingginya kasus Covid-19 di Ibu Kota terjadi akibat interaksi dengan daerah penyangga.

Dia akan membahas persoalan tersebut bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Bekasi.

" Kami akan merumuskan, dan baru Senin 14 September 2020 akan dirapatkan kebijakan-kebijakan selanjutnya terhadap penanganan Covid-19, mengantisipasi perkembangan yang terjadi di DKI," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/Bam Sinulingga

 

Beri Komentar