Cerita Menag Masuk Ruangan Kabah: Sangat Wangi

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 25 September 2018 19:01
Cerita Menag Masuk Ruangan Kabah: Sangat Wangi
Lukman mendapat undangan dari Kementerian Haji Saudi mengikuti proses pencucian Kabah.

Dream - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mendapat kehormatan dari Pemerintah Arab Saudi untuk mengikuti prosesi pencucian Kabah. Bahkan Lukman diizinkan masuk ke dalam bangunan yang merupakan kiblat umat Islam seluruh dunia itu.

Mendapat kesempatan tersebut, Lukman menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Saudi. Menurut Lukman, kesempatan masuk ke dalam Kabah merupakan kehormatan bagi dirinya sendiri, melainkan juga bagi bangsa Indonesia.

" Kami sampaikan terima kasih kepada Pemerintah Saudi Arabia yang sudah memberikan kesempatan sekaligus kehormatan ini," ujar Lukman, dikutip dari Kemenag.go.id, Selasa 25 September 2018.

Proses pencucian Kabah

Lukman merasa bersyukur bisa memenuhi undangan dari Kementerian Haji Saudi. Dia mengaku sempat melaksanakan sholat dua rakaat sebanyak empat kali di dalam Kabah.

" Kami menunaikan sholat dua rakaat sebanyak empat kali karena di setiap bidang, di setiap sudut kami melakukan sholat dua rakaat," ucap Lukman.

1 dari 1 halaman

Gambaran Ruangan Dalam Kabah

Tak hanya itu, Lukman juga memanjatkan doa untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia. " Agar ke depan, bangsa dan seluruh masyarakat Indonesia senantiasa meningkatkan kualitas hidupnya, meningkatkan kesejahteraannya," terang dia.

Putra dari Menteri Agama era Presiden Soekarno, (alm.) KH Saifuddin Zuhri ini menggambarkan bagaimana bagian dalam Kabah. Menurut dia, ruangan dalam Kabah sangat bersih dan wangi.

Menag di depan Kabah

Dinding dan lantainya dilapisi marmer. Bisa masuk ke dalam Kabah merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi Lukman.

" Kiblat semua Muslim di dunia itu adalah Kabah. Ketika kita memasuki, tentu kita memiliki kesan tersendiri yang luar biasa," tutur Lukman.

Pencucian Kabah dilakukan pagi hari jelang Dluha waktu setempat. Prosesi ini dipimpin oleh Gubernur Mekah, Pangeran Kholid Al Faisal.

Beri Komentar