Dear Tamu Undangan, Catat 4 Aturan Ini Sebelum Kondangan Pernikahan Kaesang-Erina

Reporter : Okti Nur Alifia
Jumat, 9 Desember 2022 08:01
Dear Tamu Undangan, Catat 4 Aturan Ini Sebelum Kondangan Pernikahan Kaesang-Erina
Ada beberapa aturan dalam acara ngunduh mantu yang perlu diketahui tamu undangan.

Dream - Pernikahan Kaesang pangarep, putra bungsu Presiden Jokowi, dengan Erina Gudono tinggal menghitung hari. Pendopo Agung Royal Ambarrukmo, Yogyakarata akan menjadi saksi berganti statusnya dua sejoli ini menjadi suami istri dalam akad nikah yang berlangsung pada Sabtu, 10 Desember 2022.

Acara akad nikah direncanakan hanya akan dihadiri 150 tamu undangan. Proses pernikahannya dilanjutkan dengan ngunduh mantu di Puro Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah pada Minggu, 11 Desember 2022. 

Berbeda dengan momen akad nikah yang memang cukup sakral dan hanya dihadiri kerabat dekat, acara ngunduh mantu keluarga Jokowi ini akan dihadiri tak kurang dari 6 ribu undangan.

Sejumlah kartu undangan telah disebar keluarga Kaesang dan Erina yang membuat beberapa aturan dalam acara ngunduh mantu yang perlu diketahui para tamu. Salah satu pesan tersebut adalah imbauan kepada tamu untuk tidak memberikan sumbangan hingga hal yang wajib dibawa saat datang menyaksikan pernikahan adik dari Wali Kota Solo Gibran Rakabuming itu.

1 dari 6 halaman

Wajib Bawa Undangan

Siapapun yang diundang, wajib membawa undangan resmi pernikahan Kaesang-Erina yang telah disertai barcode. Walaupun terdapat barcode, undangan pernikahan Kaesang-Erina hanya berbentuk fisik dan tidak ada secara digital.

Sebelumnya, sempat beredar pula undangan digital yang mengatasnamakan Kaesang-Erina. Undangan tersebut dikonfirmasi palsu oleh Erina sendiri dalam story Instagramnya beberapa waktu lalu.

2 dari 6 halaman

Dilarang Bawa Sumbangan

Hal penting yang perlu diingat bagi tamu undangan adalah dilarang membawa sumbangan dalam bentuk apapun. Gibran Rakabuming Raka sebagai juru bicara pernikahan Kaesang-Erina berpesan, cukup membawa doa saja.

Aturan ini juga sudah berlaku pada saat pernikahan anak Presiden Jokowi lainnya, yakni Kahiyang Ayu dan juga Gibran sendiri.

3 dari 6 halaman

Dilarang Pakai Batik Motif Parang Lereng

Tidak ada busana khusus atau dress code yang diwajibkan saat pernikahan Kaesang-Erina. Namun ada satu aturan yang tidak kalah penting diketahui tamu undangan, bahwa mereka dilarang memakai batik bermotif parang lereng.

Aturan ini bukan datang dari keluarga Jokowi, melainkan ketentuan di Kanjeng Gusti Mangkunegara X di Puro Mangkunegaran.

4 dari 6 halaman

Dilarang Bawa Kendaraan Pribadi

Tamu undangan dilarang membawa kendaraan pribadi. Sebab tamu undangan akan diantar menggunakan bus ke lokasi ngunduh mantu di Puro Mangkunegaran. Setidaknya ada 220 bus yang telah disiapkan.

 

5 dari 6 halaman

Siraman Kaesang Pangarep-Erina Gudono Pakai Tujuh Sumber, dari Air Zam-Zam hingga Keraton Solo

Dream - Jelang akad pernikahan sebagai pasangan suami istri, Kaesang Pangarep dan Erina Gudono menjalani rangkaian upacara pernikahan adat Jawa. Dari sejumlah rangkaian, ada tradisi yang disebut Siraman.

Siraman akan dilakukan pada Jumat pagi, 9 Desember 2022 sehari sebelum akad pernikahan. Kedua sejoli ini akan melakukannya secara terpisah. Kaesang melakukan di Solo. Sedangkan Erina akan melaksanakannya di rumah tinggalnya yang ada di Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. 

Wigung Wratsangka, Owner Pengantin Production yang ditunjuk menjadi wedding organizer pernikahan Kaesang dan Erina di Yogyakarta menuturkan Siraman ini akan memakai air yang diambil dari tujuh sumber (tempat).

6 dari 6 halaman

Tujuh Sumber Air

Wigung memaparkan siraman menggunakan tujuh sumber air, mulai dari air zam-zam hingga air dari Puro Mangkunegaran.

" Untuk Siraman memakai tujuh sumber air. Dari air Zam-zam, air di rumah calon mempelai putera, air di rumah calon mempelai puteri, dari Keraton Yogyakarta, Keraton Solo, Puro Mangkunegaran dan Puro Pakualaman," kata Wigung.

Pesona Kaesang dan Erina Berbalut Pakaian Adat Bali Kala Foto Prewedding© MEN

Siraman Erina, lanjut Wigung juga akan dilakukan oleh tujuh orang sesepuh perempuan yaitu ibu Erina, Sofiatun Gudono.

Selain itu ada juga permaisuri Sultan HB X yaitu GKR Hemas dan permaisuri Paku Alam X yaitu GKBRay Paku Alam X.

" Kami merencanakan ada GKR Hemas dan GKBRay Paku Alam X. Semoga bisa hadir," ungkap Wigung.

Sumber: Merdeka.com

Beri Komentar