Demi Bantu Keluarga, Bocah 11 Tahun Terpaksa Bolos Sekolah untuk Berjualan Jamur Keliling

Reporter : Okti Nur Alifia
Sabtu, 25 Juni 2022 15:30
Demi Bantu Keluarga, Bocah 11 Tahun Terpaksa Bolos Sekolah untuk Berjualan Jamur Keliling
Anak ini harus mengambil cuti dari sekolah alias bolos untuk berjualan jamur.

Dream - Masa kecil setiap anak berbeda. Apalagi bagi mereka yang terlahir dalam keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Masa yang seharusnya penuh keceriaan karena hanya diisi dengan bermain terpaksa tak bisa dijalani karena perjuangan untuk bertahan hidup.

Anak laki-laki satu ini merasakan hal serupa, meskipun usianya masih 11 tahun, ia harus memikirkan bagaimana mendapatkan uang.

Demi membantu pemasukan keluarga, anak ini rela bolos sekolah untuk berjualan jamur. Peniaga cilik ini rutin berkeliling komplek rumah hingga bertemu Rosmaliana Roslan, seorang pengguna Facebook yang menceritakan perjuangan anak tersebut.

1 dari 3 halaman

Mengutip dari Word of Buzz, bocah laki-laki itu bertemu Rosmaliana saat berkeliling di kawasan rumahnya di Pasir Gudang, Johor, Malaysia. Dengan jamur yang dipanggul dengan plastik di punggungnya ia mendatangi rumah wanita itu.

Rosmaliana menulis, “ Dia menyambut kami di depan rumah kami ketika dia datang untuk menjual jamur tiram. Saya berada di dalam, awalnya kami tidak mau beli (jamur). Tapi dia duduk di luar rumah kami cukup lama dan menyapa kami berulang kali. Aku membuka gerbang dan melihat wajahnya. Ya Allah, kasihanilah dia.”

kisah haru bocah© (Foto: dihimpun dari worldofbuzz.com)

Mendapati bocah tersebut belum makan, wanita itu kemudian mengajaknya makan bersama di dalam rumahnya. Dia memasakkan Kuey Teow goreng, dari sinilah Rosmaliana tahu kehidupan pilu yang harus dijalani bocah itu.

2 dari 3 halaman

Sang bocah saat ini duduk di bangku kelas 6 SD, dia tinggal di Cahaya Baru di Pasir Gudang, Johor. Ayahnya bekerja di Departemen Korps Sukarelawan Malaysia (RELA). 

kisah haru bocah© (Foto: dihimpun dari worldofbuzz.com)

Sedangkan ibunya bekerja di Pahang dan hanya kembali seminggu sekali. Dia juga mempunyai seorang adik, mirisnya lagi, sang adik juga berjualan jamur di tempat yang berbeda.

“ Dia bahkan memiliki adik-adik, salah satunya ada di kelas 5 SD dan menjual jamur juga tetapi di area yang berbeda,” kata Rosmaliana.

3 dari 3 halaman

Jika anak lain sibuk bersekolah tanpa harus memikirkan pemasukan uang, anak ini harus mengambil cuti dari sekolah alias bolos untuk berjualan jamur.

“ Dia masih sekolah, tetapi menurut dia, ayahnya menyuruhnya mengambil cuti (dari sekolah) untuk menjual jamur. Allahuakbar, dia seumuran dengan anakku tapi dia sudah berkorban untuk membantu keluarganya,” lanjut Rosmaliana.

kisah haru bocah© (Foto: dihimpun dari worldofbuzz.com)

Sejak pertemuan itu Rosmaliana mendesak sesama anggota komunitasnya untuk membeli jamur anak laki-laki itu jika mereka bertemu dengannya.

“ Mungkin Allah sedang menguji keluarga ini, tapi tanpa sadar, Allah juga sedang menguji saya. Terkadang Allah akan menguji kita melalui orang lain. Semoga selalu ada berkah untuk anak ini,” pungkas Rosmaliana.

Beri Komentar