Detik-Detik Mencekam Pemain Persebaya Selamatkan Diri Saat Tragedi Kanjuruhan, Sembunyi di Ruang Ganti

Reporter : Nabila Hanum
Senin, 3 Oktober 2022 19:00
Detik-Detik Mencekam Pemain Persebaya Selamatkan Diri Saat Tragedi Kanjuruhan, Sembunyi di Ruang Ganti
Mereka panik dan langsung berlari menyelamatkan diri.

Dream - Duka mendalam datang dari dunia sepak bola Tanah Air. Tercatat 125 nyawa melayang akibat kericuhan usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion, Kanjuruhan, Malang, Sabtu 1 Oktober 2022.

Insiden dimulai saat salah satu Aremania, suporter Arema FC, turun ke lapangan. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan atas kekalahan Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3.

Aksi itu rupanya diikuti oleh Aremania lain dan kemudian situasi jadi semakin tak terkendali. Gas air mata pun ditembakkan oleh petugas kepolisian untuk mengkondisikan penonton.

1 dari 8 halaman

Ketika kondisi semakin tak terkendali, para pemain Persebaya saat itu masih di lapangan. Mereka panik dan langsung berlari menyelamatkan diri. Detik-detik pemain Persebaya menyelamatkan diri ini dibagikan oleh akun TikTok @jepamandartv.

Detik-detik Mencekam Pemain Persebaya Selamatkan Diri Saat Tragedi Kanjuruhan, Sembunyi di Ruang Ganti© TikTok @jepamandartv

" Detik-detik pemain Persebaya Menyelamatkan diri saat kerusuhan mulai terjadi," tulisnya dalam video.

2 dari 8 halaman

Para pemain Persebaya tampak berlari menuju ke ruang ganti. Dalam video tersebut juga terekam ada benda yang jatuh dari atas nyaris mengenai pemain.

Detik-detik Mencekam Pemain Persebaya Selamatkan Diri Saat Tragedi Kanjuruhan, Sembunyi di Ruang Ganti© TikTok @jepamandartv

Kejadian ini membuat semua orang yang berada di stadion panik dan berusaha menyelamatkan diri. Sayangnya, ratusan penonton tidak bisa menyelamatkan diri dan meregang nyawa.

Detik-detik Mencekam Pemain Persebaya Selamatkan Diri Saat Tragedi Kanjuruhan, Sembunyi di Ruang Ganti© TikTok @jepamandartv

Sampai saat ini pihak kepolisian masih mengusut tragedi kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan.

3 dari 8 halaman

@jepamandartv Detki - Detik Pemain Persebaya Menyelamatkan Diri Keruang Ganti Saat Kerusuhan Mulai Terjadi di stadion Kanjuruhan Malang. #kanjuruhan #briliga1 #persebaya #arema ♬ suara asli - Jepa Mandar TV

 

4 dari 8 halaman

Cerita Pilu Korban Tragedi Kanjuruhan: Anaknya Pulang Dulu, Jenazah Bapak Ibunya Menyusul

Dream - Dunia sepakbola sedang berduka karena kericuhan yang terjadi usai pertandingan Arema FC lawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu malam, 1 Oktober 2022.

Lebih dari seratus orang meninggal dunia akibat insiden itu. Kapolri Jenderal Listyo Sigit menyebut 125 orang kehilangan nyawa akibat tragedi itu.

Tak sedikit yang kehilangan orang terdekat, seperti yang dialami bocah berikut ini. Bocah belia ini ditinggal meninggal oleh kedua orangtuanya yang menjadi korban dalam tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

5 dari 8 halaman

Kisah pilu tersebut dibagikan langsung oleh akun Twitter @eraaaakk. Dalam unggahannya, akun tersebut memperlihatkan tangkapan layar yang berisikan pesan dari tetangga korban.

Dalam tangkapan layar pesan itu diketahui bahwa tetangga korban sempat mengunggah foto pada status WhatsApp miliknya dengan menyematkan sebuah keterangan.

“ Semoga terang jalannya, luas kuburnya..yang sabar ya le..ditinggal bapak sama ibumu,” katanya.

6 dari 8 halaman

Diketahui bahwa sang bocah yang ditinggal oleh ibu dan bapaknya itu pulang ke rumah terlebih dahulu usai insiden tersebut. Kemudian, jenazah kedua orangtuanya pun menyusul.

“ Ini tetanggaku, pulangnya itu anaknya dulu..habis itu jenazah bapak ibunya bareng sama tetanggaku juga..suami istri yang engga ada umurnya ini,” ujarnya.

Mirisnya, satu keluarga tersebut baru pertama kalinya menonton pertandingan Arema FC lantaran permintaan sang anak.

“ Kasihan, soalnya orangnya yang engga ada itu pertama kalinya nonton Arema..soalnya anaknya kepingin nonton. Anaknya itu habis disunat juga..kasihan anaknya, bisa trauma juga,” ucapnya.

7 dari 8 halaman

Sebelumnya, laga pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan menyebabkan kerusuhan hingga 125 nyawa melayang.

Sontak, tragedi tersebut menuai perhatian publik. Pasalnya, insiden itu hanya didasari dari rasa kekesalan sejumlah suporter Arema FC yang biasa disebut dengan Aremania.

Sejumlah oknum Aremania merasa kecewa lantaran Arema FC kalah saat melawan Persebaya dengan skor 2-3. Kemudian, mereka pun turun ke lapangan bola untuk mengungkapkan amarahnya tersebut.

Setelah itu, pihak Kepolisian berupaya untuk mencegah kerusuhan dengan menembakkan gas air mata. Namun sayangnya, hal tersebut justru membuat keadaan suporter di dalam stadion semakin ricuh dan tidak terkendalikan hingga ratusan orang dinyatakan meninggal.

Beri Komentar