Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (Foto: Merdeka.com)
Dream - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengundang Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam konferensi pers virtual tentang penanganan virus corona. WHO meminta Indonesia untuk berbagi pengalaman menangani wabah Covid-19 di Indonesia.
Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Muhammad Budi Hidayat, menjelaskan, undangan tersebut sangat spesial. Sebab, kata Budi, Indonesia mampu menekan angka kasus positif pada dua minggu terakhir.
" Iya betul (Undangan spesial atas keberhasilan Indonesia mampu menangani Covid-19), secara umum dua minggu terakhir angka kasus positive rate menurun, angka kesembuhan meningkat," kata Budi, dikutip dari Merdeka.com, Jumat 6 November 2020.
Diketahui surat undangan yang diteken oleh Asisten Direktur Jenderal Kesiapan Darurat WHO, Jaouad Mahjour, diberikan secara spesial pada Terawan diundang oleh WHO bersama tiga menteri kesehatan negara lain yang dinilai sukses menangani Covid-19. Tetapi tidak disebutkan rinci menteri negara lain.
Nantinya Terawan bersama menteri lain akan bertemu dengan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Tedros akan mendengarkan masukan dari mereka mengenai tindakan dalam penanganan Covid-19 atau tinjauan intra-tindakan (intra-action review/IAR).
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi membeberkan data kasus Covid-19 di Indonesia per 1 November mengalami penurunan. Dia menjelaskan kasus aktif tanah air 13,78% dari rata-rata dunia yaitu 25,22%.
" Ini yang harus terus ditekan sehingga angka 13,78% ini bisa kita tekan kecil lagi," ungkap Jokowi.
Sementara itu, tingkat kesembuhan di Indonesia pun meningkat. Mantan Wali kota Solo tersebut mengatakan angka kesembuhan mencapai 82,84%, sedangkan rata-rata dunia 72%.
" Di angka kesembuhan kita juga lebih baik, ini agar diperbaiki lagi," ungkap Jokowi.
Namun angka yang masih memprihatinkan adalah angka kematian di Indonesia yaitu 3,38 % dari rata-rata dunia 2,5%. Jokowi meminta agar hal tersebut diperhatikan.
" Masih di atas rata-rata dunia angka kematian di Indonesia masih 3,38% rata-rata dunia berada 2,5% ini yang patut jadi perhatian kita semuanya, dan yang berkaitan dengan Covid-19 saya ingin hati-hati kehatian-hatian kita semuanya," ungkap Jokowi.
Sumber: Merdeka.com