Hijaber Korban Bully Dibela Penumpang Kereta Satu Gerbong

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 27 November 2015 11:01
Hijaber Korban Bully Dibela Penumpang Kereta Satu Gerbong
Para penumpang lain membela Ruhi dan mengusir pembullynya keluar kereta.

Dream - Seorang hijaber di Newcastle. Inggris, Ruhi Rehman, 23 tahun, mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat berada di kereta listrik. Dia di-bully oleh seorang pria, dengan tudingan akan mengebom kereta itu.

Saat itu, Ruhi tengah bepergian menggunakan ketera listrik. Dia duduk di bangku bersama adiknya.

Tiba-tiba, seorang pria menghampiri dan mengucapkan kalimat bernada rasis. Dia berusaha mengusir Ruhi keluar kereta seraya mengatakan 'Ini negara saya'.

Para penumpang kereta dari Newcastle menuju Whisley Bay ini, yang sebagian besar adalah penggemar sepak bola, merasa muak dengan ulah pria tersebut. Mereka segera merangsek mengitari Ruhi dan meminta pria tersebut menjauhi wanita itu.

" Saat penumpang lain mulai terlibat, mereka meminta dia menjauhi kami. Kemudian dia berkata kepada mereka, 'Apa, kalian ingin dia mengebom kereta ini?" kata Ruhi.

Sesampai di stasiun Palmersvile, para penumpang segera mengusir pria itu dari kereta dan mengatakan dia tidak diterima di kereta itu. Si pria pergi sembari menahan malu

Saat pria itu pergi, para penumpang bersorak dan bertepuk tangan.

" Saya tidak pernah menemui sesuatu seperti ini. Saya tidak pernah merasa lebih bangga menjadi seorang Geordie. Sangat indah semua orang bersama-sama membantu kami," ungkap Ruhi.

Ruhi mengaku merasakan trauma dengan meningkatnya kejahatan anti-Islam sejak teror Paris. Tetapi, dia merasa mempunyai harapan setelah melihat apa yang terjadi di kereta itu.

Kisah Ruhi menjadi perbincangan di media dan memunculkan banyak tanggapan. Sebagian besar pengguna media sosial mengaku bangga atas tindakan yang dilakukan oleh para penumpang.

Direktur Manager DB Regio Tyne and Wear, Sharon Kelly, selaku operator kereta berlabel Nexus meminta semua orang yang melihat kejadian semacam ini untuk melapor ke polisi.

" Keselamatan penumpang kami adalah hal paling utama. Saya menjamin insiden semacam ini jarang terjadi dan tidak akan ditolerir," kata Sharon.

Sumber: metro.co.uk

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More