Ilustrasi
Dream - Pemerintah Gambia melarang warganya untuk mendengarkan musik, menari, dan bermain drum, selama bulan Ramadan. Bagi siapa saja yang tidak mematuhi aturan ini, akan ditangkap dan dipenjara.
Setiap warga yang melihat aktivitas bermusik dan menari diminta melapor kepada polisi. Tapi sejauh ini, tak ada laporan pelanggaran aturan ini dari warga.
“ Warga patuh terhadap perintah polisi yang melarang bermain drum dan menari selama Ramadan,” kata Juru Bicara Polisi Gambia, Lamin Njie, dikutip Dream dari Business Standard.
Polisi juga memperingatkan warga agar tidak menggelar upacara adat yang menggunakan alat musik dan tarian. “ Semua upacara yang memerlukan drum, musik, dan tarian, baik siang maupun malam hari, dilarang.”
Polisi Gambia menegaskan, mereka tidak akan kompromi kepada siapa yang melanggar aturan tersebut. Semua dilarang bermusik dan menari, apapun alasannya.
“ Jika tidak mereka akan ditangkap dan dihukum tanpa kompromi,” tambah Njie.
Pada Desember 2015, Presiden Gambia mendeklarasikan negaranya menjadi negara Islam. “ Takdir Gambia berada di tangan Allah,” kata Presiden Gambia, Yahya Jammeh. [Ism, Baca juga: Gambia Deklarasikan Diri Sebagai Negara Republik Islam]
Advertisement


5 Langkah Mengasah Pikiran Positif untuk Hidup yang Lebih Bahagia

Puting Lecet Saat Olahraga: Penyebab, Cara Mencegah, dan Mengatasinya

5 Ritual Mingguan yang Bisa Membuat Hubungan Tetap Harmonis dan Dekat Menurut Terapis

Penggemar Musik Metal Ternyata Bisa Menahan Rasa Sakit Lebih Lama, Ini Penjelasannya

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda