Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Merebaknya wabah virus corona telah membuat suasana Ramadhan tahun ini terasa berbeda dari sebelumnya. Tradisi buka bersama dan ibadah berjemaah terpaksa tak bisa lagi dilakukan.
Hal mengecewakan ini hampir terjadi di seluruh belahan dunia, tak terkecuali di New York. Kebijakan penutupan atau lockdown yang diterapkan di kota metropolitan Amerika Serikat itu membuat aktivitas sosial terhambat.
Adanya kebijakan social distancing membuat masjid di New York tak bisa lagi menyediakan hidangan buka puasa gratis bagi Muslim. Utamanya bagi mereka yang kurang mampu.
Pemerintah Kota New York pun memberikan kepastian menjamin ketersediaan makanan. Tidak terkecuali makanan halal, yang jumlahnya mengalami peningkatan selama Ramadhan dibanding hari-hari biasa.
Dikutip dari Arabnews.com, Walikota New York, Bill de Blasio mengungkapkan pemerintah menyediakan 400 ribu porsi makanan halal gratis yang akan didistribusikan ke tiap rumah yang dihuni Muslim.
Selain itu, ada 150 ribu porsi makanan halal tambahan yang berasal dari organisasi berbasis komunitas yang melayani Muslim New York.
Sejauh ini, New York telah mendistribusikan hampir 7 juta makanan melalui berbagai program untuk umat Muslim dan masyarakat yang membutuhkan. Pembagian makanan halal tersebut tersebar di 432 area dengan 32 area yang dikelola oleh komunitas Muslim paling besar di kota New York.
Sistem pembagian makanan gratis tersebut dilakukan dengan 'take away'. Bagi masyarakat yang tidak bisa meninggalkan rumah, dapat meminta pihak pelayanan untuk melakukan pelayanan secara 'delivery'. Hal ini juga sebagai bentuk penerapan dari kebijakan social distancing di kota New York.
“ Bagi jutaan orang di seluruh dunia, bulan suci ini adalah kesempatan untuk memperbarui dan memperkuat iman mereka melalui puasa, doa yang shaleh, meditasi reflektif, membaca Alquran, dan beramal. Tindakan-tindakan ini sangat selaras dengan nilai-nilai yang diajakarkan agama Islam - perdamaian, kebaikan, dan cinta serta rasa hormat kepada orang lain," tutur de Blasio.
De Blasio juga berdoa agar mereka yang merayakan Ramadhan segera menemukan kenyamanan dan kenikmatan beribadah dalam keadaan pandemi seperti saat ini.
Diketahui kota New York telah ditetapkan menjadi 'hot-spot' persebaran virus corona tertinggi di Amerika Serikat. Kasus positif Covid-19 tertinggi berasal dari New York.
Dream - Kebijakan Movement Control Order atau lockdown yang diterapkan Pemerintah Malaysia membuat masyarakat melakukan tindakan nekat demi pulang kampung. Meski sudah banyak pelaku yang tertangkap aparat penegak hukum, hal itu tak menyurutkan tekad mereka.
Baru-baru ini, seorang pria bernama Matnoe Poksu Din memutuskan berjalan kaki menempuh jarak 428 Kilometer dari Kuala Lumpur ke kota kelahirannya di Kelantan. Dia sangat ingin berkumpul dengan keluarganya karena sudah terpisah sebulan lamanya akibat lockdown.
Menurut sang istri, Sara Anisa, Poksu memutuskan melakukan perjalanan gila lantaran sudah sebulan tidak memiliki pekerjaan di Kuala Lumpur.
“ Suamiku telah melakukan sesuatu yang gila. Dia berjalan kembali ke kampung kami di Gerik. Gila kalau dipikir-pikir. Tidak ada lagi pekerjaan di KL. Tidak ada uang untuk membeli makan. Jadi dia memutuskan untuk berjalan pulang," kata Sara, di akun Facebook.
Poksu juga sempat membagikan cerita perjalanannya melalui akun Facebooknya. Selama empat hari, dia terus melakukan pembaruan informasi dan menyiarkannya secara langsung di akun media sosialnya tersebut.
Dia sempat mengunggah foto sol sepatunya yang rusak akibat terlalu sering digunakan. Poksu juga bercerita nyaris pingsan lantaran sudah dua hari tidak makan. Demi menghemat, ia hanya mengisi perutnya dengan minuman isotonik.
Dalam salah satu live di akun Facebooknya, ia berkata:
" Saya ingin istirahat, bangun dan membeli air. Kemudian makan nasi. Sudah dua hari saya tidak makan nasi. Saya hanya meminum 100 plus sejak kemarin. Saya belum memakan nasi untuk beberapa waktu. Jadi kita harus tetap berjalan ke Gerik," kata Poksu
" Aku merasa lebih baik dengan ini. Mata saya terlihat lebih baik sekarang, meski kantong mata saya lebih gelap daripada sebelumnya," canda dia.
Terlepas dari situasinya, ia meyakinkan warganet bahwa memiliki cukup uang untuk bertahan hingga sisa perjalanannya. Hal ini terjadi lantaran banyak warganet yang khawatir akan kondisinya.
“ Siapa pun yang meminta nomor akun saya, saya masih punya cukup uang untuk makan selama dua hari. Tidak perlu untuk itu. Saya tidak ingin serakah di masa seperti ini atau mengambil uang orang. Bagaimanapun, saya memilih jalan saya sendiri,” jelasnya.
Paksu bahkan berbagi foto sebuah aplikasi peta yang menunjukan berapa waktu yang perlu ia tempuh untuk sampai di kampung halamannya.
Dalam foto tersebut tertera, Paksu diharuskan menempuh perjalanan sekitar empat hari berturut-turut dengan perjalanan penuh tanpa jeda.
Syukurlah setelah menempuh perjalanan selama empat hari, pria yang berdedikasi tersebut diterima baik oleh istri dan keluarganya. Paksu diketahui tiba dirumah pukul 11 Malam, 27 April 2020 dengan selamat dan sehat.
Paksu juga meyakinkan warganet bahwa ia akan langsung pergi ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan kesehatan virus. Dengan candaan, Paksu pun membalas,
" Jangan khawatir teman-teman, saya tidak akan berjalan ke rumah sakit."
Diketahui, di Malaysia sendiri telah diberlakukan lockdown/karantina wilayah sejak bulan Maret lalu yang menyebabkan banyak warganya terkena PHK dan dirumahkan tanpa gaji.
Sumber: World of Buzz